My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Season 2. 73



Antonio sengaja menyuruh Eduard memberhentikan mobil di sebuah restoran mewah. Queen mengerutkan keningnya menatap daddy nya seakan bertanya.


“Daddy sengaja singgah disini, karena kamu belum ada makan apapun dari pagi sampe sudah mau petang,” ucap Antonio menjelaskannya.


“Tapikan bisa makan di mansion aja dad,” sanggah Queen.


“Itu memakan waktu yang lama princess, dan daddy engga mau sampai princess sakit,” balas Antonio mengusap rambut putrinya.


Queen tersenyum, tapi hanya sebentar. Ketika mengingat mommy nya buliran bening yang terkumpul di kelopak mata menetes begitu saja dipipi tanpa diminta.


“Princess mengapa menangis sayang?” Tanya Antonio berpura-pura, padahal ia sendiri tahu penyebab putrinya menangis. Ia akan berusaha kuat demi anak-anaknya.


*“Engga tau dad, aku ga sadar hehe,” jawab Queen tertawa palsu menutupi kesedihan akan kepergian sang mommy. Ia merasa kejadian yang menimpa sang mommy *sampai meninggal itu semua kesalahannya yang meninggalkan mommy begitu saja dalam rumah menyeramkan itu.


“Princess jangan sedih lagi ya sayang. Daddy ga suka liat princess kesayangan daddy sedih. Kita harus ikhlas ya sayang,” tutur Antonio merengkuh tubuh putrinya membawa ke dalam pelukannya, mengusap rambut putrinya dan mencium kepalanya.


Beberapa saat kemudian, kedua ayah dan anak tersebut melepaskan pelukan. Suasana dalam mobil menjadi hening.


“Daddy ayo kapan kita makan, kalau masih di mobil terus. Aku pengen cepat pulang ketemu abang-abang,” rengek Queen memecah keheningan.


*“Ayo kita turun sekarang, uluh kasian princess *gemas daddy...”


“Tunggu dad... Paman Ed mau ikut makan bersama kami?” Tanya Queen pada Eduard yang dipanggilnya paman.


“Tidak nona, saya menunggu di mobil saja,” jawab Eduard. Pria itu tidak mau menganggu acara ayah dan anak.


“Atau kau mau saya bungkuskan makanannya.” Kini bukan Queen yang berbicara melainkan Antonio yang menawarkan.


“Tidak usah tuan,” tolak Eduard sopan.


“Baiklah,” singkat Antonio.


Antonio segera membuka pintu mobil. Queen pun melakukan hal yang sama. Kedua ayah dan anak memasuki restoran dan disambut baik oleh pelayan yang mengenal mereka. Siapa orang yang tidak mengenal Antonio Xavierro Horison dan putri cantiknya Alesha Shaqueena Humaira Horison.


Keduanya memilih tempat duduk di lantai atas yang berada di dekat jendela. Queen sangat menyukai jika duduk dekat jendela, gadis itu bisa melihat pemandangan di luar.


Setelah pesanan mereka datang, keduanya menikmati makanan tersebut sampai merasa kenyang. Saat sudah membayar makanan, keduanya melanjutkan kembali perjalan pulang.


“Hoam...” Queen menguap menutup mulutnya, matanya sungguh tak kuat lagi menahan kantuk yang menyerangnya. Efek dari kekenyangan.


“Sayang kalau ngantuk sini pindah kepangkuan dad,” suruh Antonio.


Antonio mengusap-ngusap kepala putrinya agar semakin pulas tidurnya. Antonio sedih saat mengingat teriakan putrinya di rumah sakit yang terus saja memanggil mommy nya.


Menempuh perjalanan selama dua puluh menit, akhir mereka tiba di mansion. Antonio menggendong putrinya ala bridal style, membawanya masuk ke dalam mansion dengan bantuan Eduard yang membukakan pintu mansion.


Saat melangkah ke dalam mansion, Antonio melihat putranya Arcello tengah duduk di sofa single ruang tamu sambil menikmati kopi malam-malam, membuat Antonio sedikit heran. Karena setahunya putranya jarang sekali meminum kopi dimalam hari.


“Daddy! Princess kenapa?” Tanya Arcell langsung berdiri dan mendekat kearah daddynya.


“Husstt! Kecilkan suaramu Arcell,” tegur Antonio, “Princess baik-baik saja, dia hanya sedang tidur.” Lanjutnya.


*“Dad*, kenapa tidak bilang kalau princess diperbolehkan pulang,” ujar Arcell.


“Sengaja, agar dad sendiri saja yang menjemput! Gimana Rey apa dia masih mengurung diri?” Tanya Antonio.


*“Tidak dad, *Rey sudah mulai mencoba mengikhlaskan kepergian mommy...”


“Lalu Ghani? Apa Ghani ada di mansion...”


“Ghani ada di kamarnya. Ghani seperti masih belum bisa mengikhlaskan kepergian mommy. Dia menganggap bahwa mommy masih hidup, akupun berharap begitu dad. Tapi kita tak bisa melawan takdir,” tutur Arcell.


“Eunghh..” Lenguh Queen merasa tak nyaman tidur dalam gendongan.


*“Arcell bawa princess *ke kamarnya, dad mau melihat Rey dan Ghani.” Arcell mengangguk, Antonio memindahkan Queen ke dalam gendongan Arcell.


Mereka langsung berjalan masuk ke dalam lift bersama-sama. Antonio tidak menanyakan keberadaan Arsen karen dia tahu kalau putranya yang satu itu tengah melakukan koas di rumah sakit.


...****************...


Guys baca karya baru aku yuk judulnya "YOU'RE MINE, SERRA"


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓