
Tujuh bulan kemudian,
Di kamar khusus bermain, Queen asik merangkak kesana kemari. Khanza sampe terheran-heran melihat princessnya yang sangat hiperaktif di umurnya yang baru tujuh bulan.
"Queen jangan ganggu abang, abang mau gambar ini," keluh Rey, diman Queen mencoret-coret gambarannya yang mau di warnain.
"Queen abang marah ni," ujar Rey kesal, bukannya takut Queen malah tertawa mendengarnya.
Rey malah semakin kesal dibuat Queen, tangannya kecilnya pun tergerak mencubit pipi adiknya, sampai menangis.
Huaaaaahhhhh (anggap aja suara tangisan queen)
Khanza segera membawa Queen ke dalam gendongannya untuk menenangkan. Tetapi wanita itu tak sedikitpun memarahi putra keempatnya yang sudah membuat princess menangis. Karena dalam pikiran wanita itu pertama kali yang harus ditenangkan yaitu princessnya, nanti baru wanita itu akan menegur putranya, tapi dengan teguran lembut agar membuatnya paham.
"Princessnya mommy sudah dong nak nangisnya, abangkan cuma gemes sama queen," kata Khanza, sambil berjalan kesana kemari agar princess berhenti menangis.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan muncul Antonio yang berdiri di tengah pintu. Ia mengangkat alisnya menatap sang istri yang tengah menenangkan princess.
“Rey-“
“Mas, ini tadi Queen hiperaktif banget, merangkat kesana kemari sampe ikut warnain gambarnya Rey. Karena Rey gemas jadi pipi queen diunyel, yahh mas tau sendiri pasti akhirnya nangis,” sela Khanza.
Wanita itu tahu kalau suaminya akan menanyai Rey. Biarpun wanita itu tahu suaminya pasti akan menegurnya dengan pertanyaan lembut. Tapi sekarang waktunya tidak tepat, belum Queen berhenti menangis, malah Rey yang akan ikutan menangis juga.
“Daddy kenapa tadi panggil Rey?” Tanya Rey menoleh pada sang daddy.
Khanza seketika memberikan kode kepada sang suami, agar tidak membicarakan atau menanyainya.
“Lagi gambar apa boy?” Tanya Antonio duduk di samping putranya dan melihat apa yang sedang di gambar oleh putranya.
“Rey lagi gambar pesawat terbang dadd, tadi gambaran Rey di coreti sama adek. Jadinya Rey gambar ulang pesawatnya, terus adek Rey cubit pipinya tapi adeknya malah nangis dadd,” adunya bercerita kepada daddynya.
“Adek nakal, makanya Rey cubit,” respon Rey malah sebaliknya diluar dugaan Antonio.
“Begini, sekarang dadd tanya. Rey sayang ngga sama adek?” Pertanyaan Antonio membuat anak itu bingung untuk menjawabnya.
“Rey sayang sama queen,” jawabnya jujur.
“Kalau sayang sama adeknya jangan di buat nangis dong boy. Rey ingat ngga waktu abang Ghani Rey gangguin saat main, karna Rey kesal main sendirian ngga ada yang nemani. Abang Ghani marahkan sama Rey sampe Rey nangis. Begitupun sama adek, adek juga mau main sama abang Rey, jadi jangan buat adek nangis, kasihan loh adek sampe nangis kenceng gitu,” tegur Antonio, memberitahu putranya dengan bertutur kata lembut dan pelan. Perkataan yang mudah untuk dipahami oleh putranya yang berusia dua tahun.
Khanza mengulas senyumannya, wanita itu mendengar semua yang diucapkan suaminya. Suaminya memang sungguh menganggumkan, tegas pada anak-anaknya tetapi tahu bagaimana cara bicara halus pada mereka.
“Rey mau minta maaf sama adek dadd,” anak itu segera berdiri dan menghampiri mommynya yang tengah menggendong adiknya.
Khanza yang cepat tanggap dan situasi, seger berjongkok menyamakan tingginya dengan putranya agar bisa melihat adiknya.
“Queen, abang minta maaf ya dek,” katanya lembut, tangan kecil menghapus air mata adiknya. Lalu memberikan kecupan sayang.
“Queen sekarang boleh ikut warnain gambar pesawat abang kok, queen coret-coret juga ngga papa. Abang ngga bakal marah lagi,” ujarnya.
Queen yang memang sudah berhenti menangis, malah sekarang tertawa. Bahkan meronta di gendongan mommynya minta di dudukan. Setelah didudukan bayi mungil itu merangkak mendekati sang daddy yang memang menghadap kearahnya dan membuka tangan lebar untuk menyambut kedatangan princessnya.
Haaappp
Antonio menangkap princess, lalu berdiri menggendongnya sambil mengayunkan badan princess, hingga terdengar gelak tawa. Khanza dan Rey hanya sebagai penonton, menikmati keseruan ayah dan anak tersebut.
Antonio memang tidak masuk ke kantor hari ini, karna memang tidak ada kerjaan yang harus di selesaikan, makanya sekarang pria itu berada di mansion.
****