My Best Friend'S Daddy Is My Husband

My Best Friend'S Daddy Is My Husband
Episode 109



Ruang dokter Fina.


Kini Antonio telah berada di ruangan dokter Fina. Tetapi dia masih berdiri di depan pintu, ia bukan lah orang yang asal nyolong masuk tanpa di persilahkan. Bukan seperti itu, ia akan masuk jika sudah di perbolehkan oleh orang yang punya ruangan, begitulah Antonio sangat menjaga etikanya...


"Silahkan masuk tuan," ujar dokter Fina.


Barulah Antonio masuk setelah di persilahkan, lalu ia pun duduk saling berhadapan dengan dokter Fina dan ada meja sebagai pembatas di antara mereka.


"Baiklah saya akan menjelaskannya, pertama-tama saya akan memberitahu bahwa saat ini istri anda mengalami koma. Kami tidak bisa memperkirakan kapan sadarnya, hanya keajaiban dari Allah swt yang bisa menentukannya. Untunglah ketika penembakan hanya terkena punggung dan itupun tidak terlalu dalam, tapi jika waktu itu yang terkena perut. Kemungkinan besar bayi anda yang selamat hanya satu atau tidak keduanya," jelas dokter Fina.


"Dan saya juga mengucapkan selamat untuk kelahiran anak kembar anda," ujar dokter Fina memberikan selamat dengan mengulurkan tangannya.


Antonio menyambut uluran tangan tersebut dengan menjabatnya balik. "Terima kasih dokter... Apa istri saya boleh di jenguk?" tanyanya.


"Boleh saja, hanya satu orang saja yang boleh masuk untuk menjenguknya," kata dokter Fina.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi," setelah mengatakan itu Antonio langsung keluar, untuk melihat keadaan istrinya.


.


Di depan ruang ICU hanya ada Satya saja yang sedang duduk tenang. Antonio menghampiri Satya, untuk menanyakan keberadaan Aditya.


"Satya, dimana Aditya?" tanya Antonio sudah berdiri di depan Satya.


"Tuan Aditya tadi pamit pulang tuan, dan akan kembali menjenguk besok paginya," jawab Satya.


Antonio mengangguk, "Saya minta perintahkan dua orang bodyguard berjaga di depan pintu ruangan bayi. Dan tiga bodyguard berjaga disini, ruang ICU... Saya tidak ingin mengambil resiko, jika kejadian itu terulang lagi.. Kau akan ikut saya ke tempat penykapan kedua wanit biadap itu, saya akan membuat mereka memohon untuk tidak hidup lagi." ucapnya tersenyum mengerikan.


"Saya akan masuk melihat keadaan istriku terlebih dulu, sebelum memberi kematian kepada mereka yang sudah sangat berani membuat istriku harus berada di ruangan ini," geram Antonio, saat mengingat kejadian yang terekam jelas di benaknya.


Sejujurnya Antonio sangat lemah jika berhadapan dengan istri mungilnya yang sangat keras kepala. Dan lebih sering membantahnya ketimbang menuruti ucapannya.


Tangan Antonio tergerak untuk mengelus puncuk kepala istrinya. Sesekali di ciuminya, bahkan air matanya menetes. Seumur hidupnya baru kali ini dirinya merasa sangat ketakutkan akan kehilangan orang yang dicintainya.


"Sayang, cepatlah bangun... Anak kita menunggu bundanya, anak kembar kita berjenis kelamin laki-laki. Mereka sangat tampan seperti ku, sayangnya kamu hanya kebagian bibirnya saja yang mirip dengan mu. Seluruhnya mirip denganku, aku tidak akan memberitahu orang-orang nama bayi kembar kita, aku hanya ingin kamu menjadi orang pertama yang mengetahuinya," Antonio bercerita, dengan tangan berada di kepala istrinya, mengelusnya dengan kelembutan.


"Aku pamit pergi sebentar saja, untuk memberi pelajaran pada wanita yang telah menyakiti kamu," pamit Antonio, sebelum keluar ia mengecup kening istrinya. Setelah itu barulah ia keluar dari ruang ICU.


Saat sudah berada di luar, ketiga bodyguard yang di mintanya tadi telah tiba di hadapannya.


"Saya minta kalian jaga ruangan ini, jangan ijinkan dokter manapun masuk kesini kecuali dokter Fina," Antonio menunjukan foto dokter Fina pada ketiga bodyguard itu, ia mendapatkan foto dokter Fina saat tadi berada di ruangan dokter itu.


"Ingat jangan sampai lengah, sekali saja kalian berbuat kesalahan kalian akan habis ditangan saya," kejam Antonio menatap tajam ketiganya.


Setelah itu Antonio dan Satya menuju ruang bayi, sama seperti tadi dia memperingatkan kedua bodyguard itu untuk selalu mengawasi perawat yang masuk di ruangan bayi. Memintanya agar tidak lengah sedikitpun.


Sesudah itu, mereka langsung berangkat menuju tempat penyiksaan dimana kedua wanita ib**s itu berada.


****


Follow ig aku yuk guys : @antiloversn


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓