
Mereka yang masih berada di ruang tamu sebenarnya sangat ingin sekali langsung naik ke lantai atas. Tetapi lagi lagi mereka harus bersabar menunggu Vinno untuk mengetahui keadaan princess.
Tak lama kemudian lift terbuka dan munculah Vinno dan Andreas bersamaan. Erina menghampiri Andreas dan melihat disamping suaminya tidak ada Arcell bersamanya.
“Mas, Arcell mana?” Tanya Erina.
“Itu tadi Arcell di kamar Xavier,” jawabnya.
“Mas Vinno beritahu kami bagaimana keadaan queen,” ujar Naila, sebelum menjelaskannya Vinno mengambil duduk di dekat Naila.
“Bagaimana Vin keadaan cucu mama?” Tanya Erina.
“Keadaan queen tidak ada yang perlu di khawatirkan, princess baik-baik saja ma, nai. Princess menangis karena ada bekas gigitan di tangannya,” jelas Vinno.
“Lalu kepala sama punggungnya mas, kan princess terlentang di lantai kata Khanza tadi,” tukas Naila.
“Kepala sama punggung juga baik, kemungkinan princess saat kepeleset masih bisa menahan tubuhnya agar tidur terbentur keras.” Mendengar penjelasan Vinno. Rasa cemas yang sempat dirasakan mereka berganti menjadi lega.
“Syukurlah kami merasa agak lega mendengarnya,” ucap Aditya. Memang Aditya dan Kirana memutuskan untuk menginap di mansion Horison setelah kejadian tadi membuat mereka tidak tenang kalau belum mendengar kabar keadaan Queen.
“Tapi ngomong soal gigitan, siapa yang mengigit princess,” celetuk Erina.
“Itu juga yang tadi mau aku pertanyakan tan,” ujar Kirana.
“Ehem!
Sebenarnya saya sudah tahu siapa yang mengigit princess kita,” imbuh Andreas yang sedari tadi diam mendengar pembicaraan mereka.
“Siapa mas?” Erina menatap suaminya bertanya.
“Lunna,” jawabnya singkat.
“Maksud papa, Luna anaknya tante Raya sama om Bagas,” ujar Naila.
“Iya benar sekali, tadi papa menanyai Arcell. Arcell juga sudah menjelaskan kejadian sebenarnya, princess dan Luna bermain bersama sampai berebutan mainan. Luna menggigit princess dan mendorongnya. Papa bisa maklumi karena anak kecil memang biasanya begitu,” tukas Andreas tidak meyalahkan siapapun karena ini murni perkelahian anak kecil yang berebuatan mainan.
“Iya mas, kita juga tak bisa untuk menyalahkan Luna sepenuhnya. Karena mereka sama sama masih kecil,” sambung Erina.
“Baiklah anak-anak karena ini sudah malam sebaiknya kita beristirahat di kamar masing-masing. Jangan lupa gosok gigi dan ganti baju kalian sebelum tidur. Sebelum tidur jangan lupa baca doa juga,” ucap Vinno selalu mengingatkan para anak-anak.
“Tapi pa, Arsen mau liat keadaan princess boleh?” Tanya Arsen membuka suara.
“Begini Arsen, sebenarnya tidak papa nak kalau kamu mau melihat princess sebelum tidur. Hanya saja papa menyarankan agar besok saja kalian melihat princess, karena princess mommy dan daddy butuh istirahat, jadi menurut papa jangan di ganggu dulu ya nak,” kata Vinno lembut menjelaskannya.
“Baiklah pa, besok saja Arsen melihat princessnya,” ucap Arsen.
“Kirana Adit, kalian berdua pilih saja mau tidur dikamar ini. Semua kamar juga sudah dibersihkan sama pelayan,” ujar Erina.
“Rey, mau tidur sama oma Kiran,” seru Rey.
“Yasudah tante Kirana sama om Adit langsung istirahat saja. Biar Naila dan mas Vinno yang mengantar anak-anak ke kamar, nanti aku minta pelayan mengantarkan baju tidur untuk Rey, tante dan om,” ucap Naila diangguki Kirana.
Kirana dan Aditya pun langsung membawa Rey bersama mereka ke kamar tamu.
Lalu yang lainnya memasuki lift untuk ke lantai atas dan beristirahat di kamar masing-masing. Tetapi tidak dengan Andreas dan Erina, karena kamar mereka memang berada di lantai bawah.
***
Sedangkan dikamar Khanza menggendong Queen yang sedari tadi rewel tak mau melepaskan diri darinya. Sampai tangan anak itu mengalung erat di leher mommynya.
Wanita itu merasa lelah, tetapi demi princessnya kesayangannya, lelahnya masih bisa ditahannya. Tangannya pun tak pernah berhenti menepuk-nepuk lembut pantat princessnya.
“Honey, kalau kamu lelah, biar mas saja yang menggantikan menggendong princess,” ucap Antonio merasa kasihan dengan istrinya yang kelihatan sekali kelelahan.
“Tidak mas, princess baru saja tertidur, nanti malah princess ke bangun lagi,” sahut Khanza pelan.
“Mas lebih baik tidur duluan saja, mas juga pasti merasa lelah hari ini. Apalagi besok mas harus ke kantor ada meeting penting,” ujar Khanza, ia mengetahui kesibukan suaminya. Karena suaminya selalu terbuka dengannya. Maka dari itulah hubungan mereka selalu baik-baik saja.
“Iya honey, tapi mas ngga bisa tertidur kalau kamu belum berbaring di ranjang ini.”
“Sebentar lagi mas, tunggu beberapa menit lagi, buar tidur queen agak lama. Biar nanti di baringkan di ranjang ngga bangun.”
“Honey, Arcell gimana? Apa sebaiknya mas gendong saja dia, biar mas pindahkan ke kamarnya saja.”
“Sepertinya tidak usah mas, biarkan saja Arcell tidur bersama kita di ranjang. Ranjang kita juga luas mas, jadi cukup menampung empat sampai lima orang lagi.”
Ya, tadi Arcell langsung ke kamar mommy dan daddynya setelah di introgasi oleh opanya. Karena tak ingin meninggalkan princessnya, membuat anak itu sampai ketiduran di ranjang.
Karna merasa sudah lama Queen tertidur di dalam gendongannya. Khanza akhirnya bisa berbaring di ranjang dengan Queen tetap berada di sampingnya. Antonio juga sudah tidur lebih dulu, setelah selesai berganti baju piyama tidur.
***
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓