
Di kediaman Bagaskara, ketiga orang tengah sarapan bersama. Bagas terlihat bahagia melihat kehadiran putrinya yang sarapan bersama mereka dan beralih menatap istrinya yang bergitu perhatian. Walaupun Rhea bukanlah anak kandung Raya, tetapi wanita itu sangat baik terhadap putrinya.
"Rhea, susunya jangan lupa di habisin nak," ujar Raya.
"Iya mah," sahut Rhea.
"Oiya, kamu udah daftar kuliah nak?" tanya Bagas.
"Sudah pah, masuknya bulan depan," jawab Rhea.
"Kamu ngambil fakultas apa nak?" Bagas bertanya kembali.
"Aku ngambil, Ekonomi pah, jurusan Akuntansi," jawab Rhea.
"Wahh... Pilihan mu sangat bagus re, mamah akan dukung dan selalu doain kamu," Raya berdiri pergi menghampiri Rhea. Lalu memeluk dan mencium pipinya.
Rhea mendongak dan tersenyum balik pada Raya, dan mengelus tangan mamah yang berada di bahunya. "Makasih mah."
Hanya sebentar saja Rhea merasa bahagia dan sekarang wajah gadis itu tiba-tiba murung. Ketika mengingat keadaan bundanya sudah di temukan atau belum.
Bagas yang menyadari perubahan raut wajah putrinya, merasa keheranan. Apa yang terjadi, padahal baru saja tadi putrinya terlihat bahagia dan sekarang malah murung. Seperti ada yang tengah di pikirkan oleh putrinya...
"Re, kamu kenapa nak, papah perhatiin kamu terlihat murung. Cerita ke papah sama mamah, apa yang sedang kamu pikirkan," ujar Bagas.
"Papah mu benar Re, ceritalah apa yang sudah mengganggu pikiran mu," timpal Raya yang sudah kembali ke tempat duduknya.
Rhea menatap kedua orangtuanya bergantian. Bagas dan Raya memberikan anggukan, mereka menunggu Rhea berbicara.
"Re kepikiran sama bunda, sudah di temukan atau belum. Perasaan re dari semalam ga enak, kepikiran bunda terus... Re takut terjadi apa-apa sama bunda dan dedek kembar," cerita Rhea sambil meneteskan air mata, memang sedari semalam gadis itu tidak bisa tidur. Bahkan dirinya baru bisa tertidur saat jam 3 dini hari...
Melihat Rhea yang menangis, Raya kembali berdiri menghampiri dan duduk di sebelahnya. Raya pun memeluk Rhea, mengelus kepalanya untuk menenangkan gadis itu.
"Kamu sudah coba hubungi daddy mu," kata Bagas yang tak tega melihat putrinya tengah menangis di pelukan istrinya.
"Hiks... U-udah pah tapi handphone dadd ga aktif," ucap Rhea.
"Sebentar papa akan menelpon asisstennya dadd kamu," Bagas mengeluarkan handphone di kantong celana kerjanya.
"Sabar ya sayang, papah kamu lagi hubungi asisstennya daddy kamu. Kita berdoa semoga semua baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa dengan Khanza," Raya mengatakan itu agar Rhea tenang.
"Halo, tuan Bagas. Ada apa menelpon saya?" tanya Satya di seberang sana.
"Saya hanya ingin bertanya, apa kalian sudah menemukan Khanza. Sedari semalam Rhea menghubungi Antonio tetapi handphone tidak aktif,"
"Begini tuan Bagas.. Nona Khanza baru saja melahirkan tadi malam dan tuan Antonio berada di rumah sakit menungguinya. Saya tidak bisa menceritakan detail lewat telpon, jika anda ingin mengetahui sebaiknya ke rumah sakit saja,"
"Yasudah, kami akan segera ke rumah sakit,"
Tutt...
Bagas segera menghampiri istri dan putrinya, kedua melepaskan pelukan ketika melihat kedatangannya.
"Gimana pah, diangkat telponnya?" tanya Raya melihat wajah suaminya.
Rhea segera berdiri dari kursinya dan berdiri di hadapan Bagas. Ia mengambil tangan papahnya...
"Pah," seru Rhea, "Gimana tadi, apa om Satya mengangkat telponnya?" tanyanya yang sudah mengetahui siapa tadi yang di telpon oleh papahnya...
Tangan Bagas tergerak memeluk putrinya, barulah ia membuka suara, "Tadi Satya memberitahu kalau Khanza sudah melahirkan dan daddy mu berada disana menungguinya. Satya hanya mengatakan itu saja, jika kita ingin mengetahuinya, kita harus ke rumah sakit," jelasnya.
"Bunda sudah melahirkan...
Ayo pah, mah, kita ke rumah sakit sekarang. Re ingin melihat keadaan bunda dan dedek bayi," ujar Rhea sangat antusias ketika mendengar bahwa bundanya sudah melahirkan.
"Ayo pah, sepertinya putri kita sudah tak sabar melihat dedek bayinya," sambung Raya. Mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil bersama, Bagas tidak menggunakan sopir melainkan menyetir sendiri.
****
Follow ig aku yuk guys : @antiloversn
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓