
Maaf telat ya, karena telat author kasih bonus jadi 2 deh.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
Rafa memandang kedua orang tua cessa lalu tersenyum, “tolong ya mi, tadi dia maksa ikut sekolah padahal badannya masih panas” ucap rafa.
“paling takut banyak lalat hinggap sama Rafa” celetuk Prince sambil memakan sandwich nya dengan santai.
“lalat? Fa kamu belum mandi?” seru papi harri kebingungan.
“ihh papi sok gak ngerti istilah zaman sekarang, lalat itu maksudnya penggemar rafa pi” terang prince.
“Ohhh, kalau abang banyak juga gak lalat di kantor abang?”
King yang baru saja turun dari kamarnya, dan langsung mendapatkan sindiran dari papi tercinta.
“Gak ada” jawab king singkat, dia mengambil nasi goreng buatan maminya ke dalam piring dan langsung melahapnya.
“Kapan rencana abang mau dilaksanakan?” ujar mami dengan santainya.
“rencana? Emang mau merencanakan apa mi?” tanya king bingung.
“itu si janda, kapan di gaet, mami udah bosan ini tiap hari Cuma main paralon air si papi” celetuk mami dona dengan sangat santai.
“HUK! HUK!” bukan hanya king yang tersedak, tapi ada papi harri, rafa dan prince yang ikutan tersedak karena ucapan blak-blakan yang keluar dari mulut mami dona.
“Ampun dah! Kenapa nasib prince punya orang tua yang ngomong selalu gak ada filter gini ya allah” lirih prince.
“Ehhh kamu masih ada disini prince, udah sana cepat pergi sekolah, ini hanya omongan orang dewasa” mami dona mengusir prince dari meja makan padahal prince baru memakan separuh sandwich buatan maminya.
“Rafa sama juga umurnya sama prince mi” protes prince.
“bedalah, rafa udah buka segel, nah kamu masih belum bisa buka sampai setahun” balas mami dona.
“Ampun mi, udah jangan bahas itu, bisa mati tersedak gara-gara mami tadi” kesal king.
“cihh gitu aja, terkejut, lagian abang itu udah 27 tahun, biar abang termotovasi gitu makanya mami bicarain terus, nanti expired loh tu paralon airnya”ucap mami dona.
“hajar terus yang, biar dia kesal dan langsung bawa calon mantu ke rumah” bukannya mendamaikan atau menegur sang istri papi harri malah menyuruh mami dona untuk terus membulli king.
“Ampunn! Punya ortu rada gila emang gini, Fa yuk pergi” prince menarik tangan rafa sambil menyalami mami dan papinya, “mi jangan sering-sering main paralon air, ntar papi jadi lemas terus” kekeh Prince.
“Enak aja papi kuat ya, tahan seharian!” pekik papi harri.
“Rafa sama prince pergi assalamualaikum!” ucap prince dan rafa berbarengan.
“Udah pergi anak kecilnya, sekarang abang tinggal sendiri, jadi apa rencana yang sudah abang buat?” mami dona kembali mengintrogasi putra sulungnya itu.
King menatap maminya lalu menatap papi harri, “kenapa papi kasih tau langsung sih” kesal king.
“biarin dong, mami yang minta,kalau dalam seminggu seperti yang papi bilang abang belum melakukan apapun, mami bakal jodohin abang sama alin, gimana?” seru mami dona.
“loh gak bisa gitu mi, kemarin janjinya mami dan papi turun tangan membantu abang kalau dalam seminggu abang gak bisa dapatin pujaan hati yang abang suka” protes king.
“itu kan papi yang bilang, kalau mami lain lagi, dalam seminggu kalau abang gak bisa bawa dia ke rumah, akan mami jodohkan abang sama alin” putus mami dona.
King menunduk pasrah.
“Biar abang niat berjuang, abang lama banget geraknya, bilang kek kalau mami dan papi ada acara di rumah atau apalah, kan bisa, mami gak minta harus udah jadian sama abang, yang mami minta Cuma bawa dia dan anak-anaknya buat ke rumah!” ucap mami dona.
“Iya baiklah, akan abang usahakan” ucap king.
"Jangan hanya akan usaha bang, harus usaha!" ralat mami dona.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
Seperti kata cessa, ketika rafa turun dari motornya banyak murid perempuan yang meliriknya, dan terus menyapa pria itu.
“Pagi kak!” sapa salah seorang wanita yang dilewati oleh rafa, tanpa menjawab dan berhenti rafa hanya berjalan melewati gadis itu.
“one kill” gumam prince.
“two kill” gumam king lagi.
“kamu ngapain prince?” tanya rafa bingung.
“ngitungin banyak lalat yang mati” jawab prince sambil menunjukkan dua jari tangannya pada rafa.
Rafa tertawa pelan, dan itu kembali membuat beberapa murid perempuan yang melihatnya langsung jatuh pingsan.
“triple kill” gumam prince lagi. dia seperti komentator game yang sedang bertanding.
“terus kalau udah tau berapa jumlahnya mau lo kasih tau ke cessa?” seru rafa.
“ohh jelas, saudara kembar gak mungkin berbohong” ucap prince sambil menaik turunkan alisnya.
Wajah rafa langsung berubah datar, “berani bilang ke cessa, gue ambil bonus gaji bulan ini” ancam rafa.
“WHAATTSS!!! NOOOO!! My boss!” Prince langsung berlari mengejar rafa, “bos jangan dong, bonus bulan ini buat gue, tunangan, jangan dipotong, please” lanjut prince.
“suka-suka gue, yang bos kan gue” jawab rafa.
“janji gak bakal bilang sama cessa jad__”
‘Brukk’ ucapan prince terhenti karena ada perempuan yang terjatuh tepat di depan Rafa dan prince. “pasti sakit” ucap prince spontan sambil mengulum senyumnya.
“kak~ bantuin dong, sakit ini” ucap perempuan itu, dengan menunjukkan lututnya yang sudah berdarah pada Rafa.
“Woow cara yang bagus buat menarik perhatian” bisik Prince pada Rafa.
Sementara rafa hanya diam menatap perempuan itu dengan wajah datarnya, memang kaki perempuan itu terluka tapi Rafa sama sekali tidak merasa kasian dengannya.
“kak~ jadi cowok jahat banget sih? Ini sakit loh kak, bantuin dong ke uks” ulang perempuan itu lagi.
Bukannya menolong rafa kembali melangkahkan kakinya meninggalkan gadis itu.
“gak lo tolong?” bisik prince lagi.
“alergi” jawab singkat Rafa.
“sejak kapan lo alergi cewek” kekeh Prince.
“sejak adik kembar lo masuk dalam hidup gue” jawab rafa lagi.
“oohh cooo cuuiittt, huueeekkk, gombal lo!” kekeh prince. Baru beberapa langkah mereka jalan, dari arah belakang terdengar teriakan.
“KAK! KOK JADI COWOK GAK GENTLE BANGET SIH! ADA ORANG JATUH GAK DITOLONGIN MALAH DITINGGAL!” nampaknya perempuan itu sudah emosi karena di cuekin oleh rafa dan prince.
“enak aja! Lo jatuh sendiri neng! Salah sendiri minta tolong sama dinding es, gak bakal diladeni, bye-bye” ledek Prince.
Rafa kembali geleng-geleng kepala, “gak hitung lagi?”
“hitung apaan?” tanya balik prince.
“Noh, cewek yang tadi, gak dihitung , 4 kill, atau 6 kill kayak tadi” sindir rafa.
Prince yang di sindir hanya nyengir, “udah gak lagi, ntar bonus gue di potong sama boss” kekeh prince.
"bagus" ujar Rafa.
perempuan yang jatuh itu meremas tangannya dengan geram, sudah jatuh ketimpa tangga pula, perumpamaan itu sangat cocok buat nya apa lagi, dia juga malu di lihatin orang-orang.
"Sial" umpat perempuan itu.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...
bonus pict mami dona dan papi harri yang selalu bikin orang ketawa, orang tua yang hangat.