Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
90. Pria idaman



Kedua orang tua juli saling berpandangan lalu menatap prince yang sejak tadi berbicara dengan penuh sopan satun pada mereka, walau daddy juli sedikit sinis, prince tetap dengan tenang menjelaskan, dia juga sama sekali tidak memotong pembicaraan yang berlangsung hanya menyela saat kedua orang tua juli berhenti bicara.


“Saya tunggu ke datangan orang tua kamu kesini” ucap daddy juli sambil membubuhkan tanda tangannya pada surat kontrak yang ada.


“baik om, akan saya minta mereka segera datang, berarti kami menikah om?” tanya prince sedikit bersemangat.


“menikah? Kamu masih 18 tahun, walau sudah mempunyai penghasilan dan tabungan belum saatnya kalian menikah” ujar daddy juli.


Prince menunduk kecewa, tapi pria itu tetap tersenyum hangat kepada kedua orang tua juli, “baiklah, besok saya akan membawa kedua orang tua saya kesini” ucap prince, terdengar sedikit sedih dari nada bicaranya.


“nah, juli, ingat, walau daddy dan mommy membolehkan kamu untuk bermain game, kamu tetap harus mengutamakan sekolah, kami mengizinkan bukan berarti kamu seenaknya dengan sekolah kamu, pilihlah masa depan yang kamu inginkan, daddy dan mommy akan mendukungnya, tapi jangan pernah menyesal dengan keputusan yang kamu ambil” nasehat daddy juli.


Mendengar persetujuan orang tuanya juli langsung menghambur ke pelukan daddy dan mommy nya, gadis itu menangis sambil memeluk kedua orang tuanya. “terima kasih dad, mom, juli sayang kalian, juli tidak akan lupa pesan daddy, juli akan meneruskan Pendidikan juli hingga lulus S1, jadi kalian tidak perlu cemas dengan masa depan juli” lirih juli dalam pelukan itu.


“iya, semangat untuk pertandingannya, semoga kamu bisa menang” doa mommy juli. “kamu hebat menemukan kekasih” bisik mommy juli, agar prince tidak mendengar dan hanya juli serta daddy juli yang mendengar itu.


Wajah juli berubah berwarna merah mendengar ucapan mommy nya, sementara itu daddy juli hanya tertawa kecil sambil mengelus punggung putrinya itu.


.


“hati-hati dijalan, ingat besok orang tua kamu sudah harus datang prince” ucap daddy juli.


Prince mengangguk dan menyalami kedua orang tua juli, “baik om, kalau gitu prince pamit ya om, tante, assalamualaikum” salam prince sebelum dirinya memasuki mobil.


“waalaikum salam” jawab kedua orang tua juli serempak.


“dad, mom, juli pergi ya” ucap juli dari dalam mobil.


“iya hati-hati, jaga diri ya sayang” peringat mommy juli.


Mobil pun melaju.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...


Sementara itu dikamar pasutri, Rafa sedang membujuk cessa yang sedang mempersiapkan diri untuk bermain game karena dia kehabisan simpanan video yang akan dia upload.


“princess kita main yuk” rengek Rafa.


“Iya ini mau siap-siap main” cessa menunjukkan topeng ditangannya dan beberapa snack serta perlengkapan syuting, cessa memang sengaja tidak menyewa jasa orang yang mengambil video nya, karena dia masih tidak mau memberi tahu jati dirinya.


“bukan main yang itu, main gelut di atas ranjang” Rafa menunjuk ranjang sambil menaik turunkan alisnya.


“masih sore gini! Mainnya nanti malam aja ya” bujuk cessa pada suami tampannya itu.


“Ayolah sayang, nih udah berdiri” Rafa sengaja mengambil sebelah tangan cessa yang bebas dari barang-barang apapun untuk diarahkan pada paralon airnya yang sudah berdiri tegak.


Cessa langsung melototkan matanya tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Rafa, bisa-bisanya pria itu membuat tangan cessa memegang benda keramatnya. “Rafa, ihhh sendiri sana, masih sore, ntar orang di bawah dengar suara kita lagi gulat” tolak cessa.


“gak bakal dengar, orang setiap ruangan dipasang pengedap suara” jelas rafa.


“nanti aku bantuin buat video lagi, kemarin aku hadir banyak kan penontonnya, jadi aku akan datang sebagai tamu lagi, ya sayang, boleh ya” bujuk Rafa lagi.


Cessa mengambil nafas panjang, “mana pilih temani aku kerja mainnya sampai kamu puas, atau main dulu 1 jam setelah itu bantu aku kerja” cessa akhirnya membuat pilihan pada rafa, pria itu pastinya tidak mau bermain sebentar, karena itu cessa yakin dia akan membuat suaminya itu mengambil pilihan pertama.


Rafa mendengus kesal, “baiklah, pertama, kamu duluan ke bawah buat video aku tidurin anaconda yang lagi bangun dulu” ucap rafa sambil berlalu menuju kamar mandi.


Cessa mengulum senyum melihat tingkah suaminya itu, akhirnya dia bisa membuat rafa memilih pilihannya. Gadis itu bernyanyi riang menuju lantai satu tempat yang disediakan computer untuk bermain game.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...


Selama diperjalanan Juli sesekali menatap Prince tapi tidak berani berbicara duluan.


“kenapa?” tanya prince santai.


“Itu tadi soal melamar, kita kan tidak ada membicarakan itu, kenapa kamu katakana itu?” memang sebelumnya juli dan prince sudah merencanakan lebih dulu perkataan yang akan mereka katakana pada ke dua orang tua juli, tapi melamar tidak ada dalam list perkataan yang akan diucapkan.


Prince tersenyum sambil meraih tangan Juli, “aku memang spontan mengatakannya, karena nampaknya kedua orang tuamu ragu membolehkan mu menginap, makanya aku mengatakan itu, tapi aku serius dengan ucapan yang aku katakan pada kedua orang tuamu, nanti malam aku akan menelpon kedua orang tuaku, dan besok mereka pasti datang ke rumah mu bersama dengan aku” jawab prince dengan santainya, jika baru mengenal prince, orang-orang akan menganggap dia layaknya pangeran dingin tapi jika sudah akrab dan mengenal sekali dirinya, akan tau dia orang yang santai dan suka bercanda, tapi selalu menepati setiap janji yang keluar dari mulutnya.


“aku belum siap menikah” ucap juli dengan suara pelan.


“aku tau, bukankah tadi daddy mu melarang itu, tenang saja, kita hanya bertunangan untuk membuktikan kalau aku serius menjadikan kamu masa depan aku” ujar Prince kali ini dengan nada serius. “kamu masih ragu perasaanmu padaku?” tanya prince.


“Tidak bukan itu, aku hanya tidak percaya saja, kita akan bertunangan” ucap juli pelan, gadis itu menunduk malu, prince yang selama ini dia impikan untuk menjadi masa depannya kini akan benar-benar terwujud, Juli menyukai prince sejak berkenalan dengan pria itu saat SMP, sejak saat itu juli tergila-gila pada prince tapi tidak berani mendekati.


Juli bahkan sempat beberapa kali patah hati karena melihat prince sering ganti-ganti pacar, namun sejak memasuki SMA pria itu tidak pernah lagi berpacaran walau masih banyak wanita yang berusaha mendekatinya dan prince juga punya banyak sahabat wanita,tetapi sejak memasuki sma pria itu tidak pernah berpacaran lagi, entah karena apa, juli sendiri tidak tau alasannya.


“kalau mau menikah juga tidak masalah, aku malah senang lagi” kekeh prince.


“Apaan sih prince, kita masih SMA, tunangan aja dulu baru nikah” tolak juli.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...


ayo kalian di timnya 'cessa dan Rafa', tim 'juli dan prince' atau tim 'Devi dan dafa'?? ayoo mana pilih


bonus 3 cogan kita


pertama Rafa, Presdir utama



Prince si manager pengembangan



serta dafa, si hacker