Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
228. Sakit



Juli melamun di kamarnya, sudah beberapa hari ini dia merenungi perbuatannya saat mereka menikah dulu, dia ingin mengakui perbuatan pada Prince, mungkin dengan mengakui itu Juli akan merasa lega, tapi dia takut dengan kemarahan Prince.


‘Ceklek’ Pintu kamar terbuka. Prince sedikit terkejut saat melihat Juli melamun didepan komputernya, disana terlihat beberapa komentar jahat tentang Juli mengenai pernikahan 2 orang pemain E-sport yang sudah menikah setahun tapi belum juga di karuniai anak.


Tangan Prince otomatis menutup mata Juli, “berhenti mendengar dan membaca komentar negative tentang kita” ucap prince dengan lembut.


Mendengar suara lembut suaminya Juli jadi sadar dan mulai menangis. Gadis itu mulai terisak kecil.


Prince melepaskan tangannya dari mata Juli, “jangan membuat dirimu tersiksa beb” ucap Prince lagi.


“Aku sudah berbohong” isak Juli, gadis itu akhirnya mau mengatakan semua yang dia pendam.


Prince diam mendengarkan Juli yang terisak, pria itu menggendong Juli menuju tempat tidur mereka dan duduk dihadapan Juli.


“Kamu berbohong dan itu akan membuatku marah?” tanya Prince lembut, tangannya merapikan rambut juli dan mengelus pipi istri cantiknya itu.


Juli menjawab hanya dengan menganggukkan kepala, dia tidak bisa berkata apapun saat ini.


“Kamu selingkuh sayang?” prince mengganti pertanyaannya pada Juli


Kepala Juli menggeleng menjawab pertanyaan barusan.


“kalau begitu, kamu berzina di belakangku dengan pria lain?” Prince Kembali mengajukan pertanyaan.


Juli Kembali menjawab dengan menggelengkan kepala.


Prince kini tersenyum dia mengangkat Juli ke atas pangkuannya dan mencubit gemas pipi Juli. “Ya sudah aku maafkan, dan tidak perlu katakana apapun itu sayang, kecuali dua hal tadi aku tidak akan pernah marah atas kesalahanmu”.


“Tapi… i-ini_” Juli tidak dapat melanjutkan ucapannya lagi karena bibirnya sudah dibungkam dengan bibir Prince, pria itu mencium juli secara tiba-tiba.


“Sudah aku katakana tidak perlu mengatakan apapun aku sudah memaafkan semuanya, hanya dua hal tadi yang tidak dapat aku maafkan” kata prince mengulangi ucapannya.


“Ini tentang anak_” Kembali ucapan Juli terpotong karena Prince mencium Juli lagi agar gadis itu berhenti berbicara, sebenarnya Prince sudah tau tentang Juli yang pernah meminum pil kb saat awal pernikahan mereka, prince tidak sengaja menemukan bungkus pil kb itu di tong sampah, dan dia juga melihat Juli memakan obat yang dia Yakini Pil KB, tapi pria itu hanya diam menunggu istrinya untuk berkata jujur padanya.


“Terima kasih sudah mau jujur padaku, lain kali jangan memendam masalahmu sendiri, kalau tentang anak, bagaimana jika besok kita ke dokter dan meminta program anak dari dokter, aku tidak akan melepaskanmu apapun yang terjadi, bagiku menikah hanya sekali, dan aku tidak akan meminta anak jika salah satu dari kita dinyatakan mandul” ungkap Prince. “atau kamu mau meninggalkanku?” goda Prince.


Dengan cepat Juli menggelengkan kepalanya, “aku mencintaimu” lirih Juli sambil memeluk Prince dan menenggelamkan kepalanya di bahu Prince.


“Sebelum kita periksa ke dokter, bagaimana kalau kita usaha lagi” goda Prince, tangannya sudah menjalar ke dalam baju milik Juli.


“hmm” Juli hanya menjawab dengan dehaman dan anggukan pelan. Karena mendapat persetujuan Prince mulai membaringkan istrinya itu ke atas tempat tidur.


“Jangan pikirkan pendapat orang lagi ya” bisik Prince.


“iya~” Jawab juli disertai desahaan karena sekarang prince langsung menciumi gunung kembar nya yang sudah terlepas dari pelindung.


**


“Mi, ini si kembar kenapa ya, kok badannya panas begini mi” lirih Cessa, yang melihat ketiga anak kembarnya sedang merengek tidak mau di letakkan di tempat tidur, jadi nya Rafa menggendong Aryan dan Quinsya sementara cessa menggendong Azmi, mereka tidak mau digendong opa atau omanya.


“Bawa ke rumah sakit aja sekarang, ini pasti karena tadi pagi mereka imunisasi, wajar sebenarnya, tapi kalau kalian berdua secemas ini sebaiknya kita bawa saja ke rumah sakit” jelas mami dona.


“Dedek mau sama oma? Sini oma gendong” bujuk mami dona.


“Abang Aryan? Mau sama oma? Kasian papi” karena Quinsya tidak mau kini mami dona membujuk putra pertama dari pasangan Rafa dan cessa.


“hmm” Aryan hanya bergumam pelan sambil menggeleng dan mempererat pelukannya pada Rafa.


“gak papa mi, Rafa masih sanggup menggendong ke duanya” ucap Rafa sopan agar mami dona tidak tersinggung.


“Ayo kita bawa saja ke rumah sakit, panas mereka ini tidak wajar, biar papi yang bawa mobilnya” ujar papi Harry.


“baik pi, tapi telepon bang Xelo dulu pi, biar dia mempersiapkan semuanya, bahaya juga jika papi yang membawa mobil” ujar rafa dengan pelan.


“Tidak apa, gini-gini papi masi melihat dengan sempurna masih belum membutuhkan kacamata, tapi papi akan menelpon Xelo biar dia mempersiapkan semuanya di rumah sakit” ujar papi harry.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...


“Azmi dan Aryan hanya demam biasa karena imunisasi yang baru mereka lakukan, tapi kalau Quinsya terkena pneumonia dan harus dirawat intensif” jelas dokter pada rafa dan yang lainnya.


Cessa langsung menangis dan di peluk oleh rafa, “tolong sembuhkan putri kami dok” ucap rafa, dia memang tidak menangis tapi berpura-pura tegar akan kondisi putrinya.


Quinsya memang sangat mudah terserang penyakit, karena fisik putri bungsu rafa itu sangat lemah, dia juga sering sesak nafas, inilah penyebab Rafa tidak bisa meninggalkan ketiga anaknya, dia tidak mungkin membiarkan mertuanya yang mengurus ketiga anaknya yang sakit.


“Tenang ya sayang, semua baik-baik saja” bisik Rafa berusaha menenangkan istrinya yang masih menangis. Apa lagi saat ini suara tangisan Quinsya dan Azmi terdengar.


“Sus apa kami boleh masuk?” tanya mami dona pada suster yang ada di depan pintu.


“Ohh silahkan, tapi apa ibunya siap untuk melihat anaknya di pasang selang infus?” tanya suster itu.


“siap sus” jawab cessa dan rafa bersamaan.


.


“Pipi! Hiks hiks” Quinsya langsung merentangkan kedua tangannya pada Rafa putri bungsu rafa itu memang sangat dekat dengan Rafa, jika dia sedang sakit orang yang harus ada disisinya adalah rafa baru mami nya. “mimi hiks hiks” panggil Quinsya lagi.


Rafa langsung mendekat dan memegang tangan Quinsya yang tidak di beri infus. “papi disini sayang, dedek cepat sembuh ya, biar bisa main lagi sama abang dan kakak” ucap rafa lembut.


Cessa juga mendekat pada putrinya mencium sekilas kening putrinya baru mendekti ranjang Aryan dan Azmi, karena anak mereka ada tiga sekali sakit semua mereka berdua jadi keteteran, untung ada mami dona dan papi harry yang selalu siap membantu.


.


Besok paginya , Aryan dan Azmi sudah baikan karena panas mereka berdua sudah turun, tapi Quinsya masih belum baikkan sepanjang malam Quinsya rewel Rafa sampai harus ikut naik keatas ranjang untuk memeluk Quinsya yang sedang merengek. Karena alat yang terpasang di hidungnya quinsya jadi tidak bisa di gendong, rafa hanya naik ke tempat tidur dan mengelus perut atau kepala putrinya.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...


bonus pict