Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
88. Keluarga Somplak



“emang kamu gak mau bantu abang kamu? Kasian itu sangking sibuknya dia kerja sampai sekarang belum ada juga pacar yang mau dia kenalkan ke papi” sindir papi harri. King sampai tersedak dengan makanannya begitu mendengar sindiran menohok dari papinya.


Niat hati ingin makan dengan tenang di rumah menikmati makanan buatan mami nya, malah dapat sindiran pedas dari papi nya.


King masih terbatuk hingga membuat air matanya keluar karena tersedak dengan sangat kuat.


“Ampun deh bang, cepat minum ini bang” mami dona memberikan air minum pada king, dan segera pria itu meminum air putih yang diberikan hingga tandas.


Prince tertawa terbahak-bahak hingga air mata pria itu keluar sangking puasnya menertawakan abang sulungnya itu.


“itu salah papi tau, kalau kata orang-orang dulu, adik gak boleh melangkahi kakaknya, kalau melangkahi siap-siap buat melajang selamanya” ucap prince disela tawanya, pria itu sudah ikut duduk di meja makan bersama keluarganya.


“Wahh salah papi ternyata, bang mau papi jodohin dengan anak dari teman bisnis papi gak?” tanya papi harri terlihat serius padahal sebenarnya pria itu sedang bercanda.


“Gak mau abang masih bisa cari pacar sendiri” jawab king singkat.


“Mana bang? Kapan mau pertemukan dengan mami?” mami dona juga ikutan bertanya. Ini nih kalau sudah membahas tentang kekasih king, semua pada penasaran.


“belum ketemu mi, nanti abang cari” ujar king.


“Kan pi, ini salah papi, liat abang ganteng prince jadi gak laku” ucap prince sambil mencomot kentang goreng di piring king.


King menatap sebal pada adik laki-lakinya itu, sedangkan papi dan mami hanya tertawa mendengar ucapan yang keluar dari mulut prince.


“benar juga kamu prince, bisa bahaya kalau mitos itu benaran terjadi, putra sulung papi akan jadi bujang lapuk” kekeh papi harri.


“masih 25 pi, masih lama waktu untuk menikah, ay aja yang keburu dinikahkan tanpa planning” king baru mulai menjawab ucapan papi nya, jika tidak niat bercanda yang akan menjodohkan king dengan teman papi nya akan terlaksana.


“jadi kamu pengen nikah umur 30 gitu? Karatan dong paralon air nya?” ucap mami dona secara blak-blakkan.


King kembali tersedak mendengar ucapan spontan yang keluar dari mulut manis mami tercinta.


“mam! kalau ngomong jangan benar gitu, kasian abang king sampai tersedak gitu” kekeh papi harri.


“Iya ledekin aja terus, ingat anak papi yang dilangkahi cessa bukan hanya king, tapi ada prince” ucap king dia ingin membelokkan pembicaraan tentang dirinya menjadi pembicaraan tentang prince.


Prince segera angkat tangan, “oho prince udah punya pacar loh, jadi mitos itu tidak berlaku pada prince” ucap prince santai.


“Pacar? Siapa ? apa papi dan mami kenal?” tanya papi harri beruntun.


“sahabatnya cessa namanya juli” jawab prince santai.


“Prince ingat ini ya pesan papi, kalau pacar prince mau pegang-pegang bilang jangan, kalau pacar prince mau cium-cium bilang berhenti, ingat ya!” nasehat papi.


Prince berpikir mendengarkan ucapan yang dikatakan papinya. “susah pi dilaksanakannya”.


“Loh kok susah?” tanya papi harri heran.


“iya, nanti kalau pacar prince pegang-pegang sambil cium, prince bilang jangan berhenti dong, bisa tergoda prince jadinya pi” ucap prince sambil menahan tawa nya.


“HAH?!” pekik papi harri terkejut.


“benar juga pi, kalau pegang-pegang itu jangan, kalau cium, berhenti. Kalau keduanya dilakukan secara bersamaan, jadi jangan berhenti dong, jadi lanjut aja terus” ucap king, pria itu sudah tertawa sambil tos bersama prince yang ada disebelahnya.


“bukan gitu ngomongnya pi, bilang nya itu gini” king kembali berkata, “Prince jangan mau dipegang-pegang atau pun dicium sama pacar kamu” king membenarkan nasehat yang diberikan papi nya.


Prince terdiam sebentar, lalu tersenyum jahil, “kalau prince yang pegang-pegang dan cium berarti boleh?” balik tanya prince.


“Lah, kok jadi gini pi?” ucap king kebingungan.


Papi harri, prince dan mami dona tertawa melihat kebingungan king.


“kalian salah, yang benar itu, prince kamu boleh pacaran tapi ingat jangan sampai buat anak orang hamil” ucap mami dona kali ini, dia membenarkan lagi ucapan suami dan anaknya.


Prince mengangguk, dan tegak mendekati maminya, “kalau itu baru prince mengerti mam” ucapnya sambil memberikan ciuman di pipi mami dona berpamitan ingin pergi, “gak boleh sampai hamil kan? Prince bakal pakai pengaman kok” kekeh prince sambil berlari menuju pintu keluar.


“PRINCE!!” teriak papi, mami dan king, mendengar jawaban yang keluar dari mulut prince.


“Prince pergi bye bye mami cantik dan sexy! Assalamualaikum!” pekik prince dengan tawa jenakanya.


Papi harri geleng-geleng kepala melihat tingkah putra kedua nya itu, “itu anak mirip siapa sih, kok bisa ada aja jawaban yang keluar dari mulutnya” keluh papi harri.


“keturunan papi itu, buah jatuh gak jauh dari pohonnya” sindir mami dona.


“benar banget, sifat prince itu sebelas dua belas sama sifat papi” tambah king atas ucapan mami dona.


“Kamu juga anak papi ya, siap-siap punya sifat kayak papi” ledek papi harri.


“gak ya! King itu mirip mami sifatnya!” tolak prince dia tidak mau dikatakan mirip oleh papi harri.


“Gak benar itu, mami itu nikah umur 20 tahun, nah kamu sampai umur sekarang masih belum punya pacar, heran papi kamu itu mirip siapa” ledek papi hari sambil pura-pura memijat kepalanya pusing.


King tegak dari kursinya setelah menghabiskan semua makanan di piringnya, pria itu berjalan mendekati mami dona, dan mencium pipi kanan dan kiri mami dona.


“Hoi!! Itu milik papi! enak aja nyosor-nyosor kayak adik kamu tadi!” protes papi yang tidak terima anak sulungnya mencium mami dona.


“ingat umur pi, cemburu sama anak sendiri” sindir king.


“Udah sana jauh-jauh dari istri papi, kamu cari sendiri istri kamu sana!”


“iya-iya king pergi, mami cantik dan sexy, king pergi ya” pamit king sambil mengedipkan mata pada mami dona, membuat papi harri kembali berang.


“mau kemana kamu? Cari istri dimana king?” pekik papi harri karena king sudah berjalan menjauhinya.


“King cari di jalan-jalan, siapa tau ada jual istri di tengah jalan!” balas king dengan santai.


Papi harri jadi tepuk jidat mendengar jawaban yang keluar dari bibir putra sulungnya. Ketiga anaknya tidak ada yang benar, pada sedeng semua.


“anak siapa sih itu, yang kok anak kita pada gak benar semua?” tanya papi harri pada mami dona.


“orang kamu yang ngaduk adonan, mami bisa apa?” jawab mami dona santai.


Papi harri tersenyum jahil, “yuk buat adonan baru, biar ada yang benar satu aja” kekeh papi harri.


...🌜🌞🌞🌞🌞🌛...