Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
22. Rafa Emosi



Seperti biasa kedatangan cessa memang selalu menjadi heboh karena cessa naik motor bersama Rafa di idola sekolah.


Cessa sendiri malah semakin memanas-manasi orang yang menatap iri dia, dengan santainya gadis itu bergelayut manja di lengan Rafa, dan itu sama sekali tidak Rafa tepis, suatu keajaiban dunia Rafa yang selalu di bilang tidak suka perempuan sekarang sedang membiarkan yang namanya perempuan bergelayut manja padanya.


.


Revi sudah tidak berani mengerjai cessa lagi, dia lebih memilih mendekati Rafa agar cessa menjauh sendiri. Tidak tau aja si revi kalau Cessa udah Resmi memiliki Rafa Seutuhnya.


"Pagi Rafa" sapa revi saat Cessa dan Rafa melewati Revi.


"Pagi Revi, pagi ini cerah ya" bukan Rafa yang menjawab melainkan cessa, yang sedang menggandeng lengan Rafa.


"Gue sapa Rafa bukan sapa lo!" ketus Revi pada cessa.


"tenang aja, Rafa nya lagi sariawan dia gak bisa jawab salam dari pelakor pelakor kayak lo, jadi karena gue baik hati, tidak sombong serta rajin menabung amal, jadi gue yang gantikan jawab" kata Cessa dengan senyum yang mengembang.


"Gue gak butuh!" ketus Revi lagi.


"ihhh ni anak lagi kedatangan bulan kali marah-marah terus" seru Cessa dengan santai.


Revi diam, dia tidak mau meladeni cessa karena dia tidak pernah menang melawan cessa. "Fa, gue gak sabar minggu ini ke dua orang tua kita mau makan malam bersama" Revi sengaja menguatkan suaranya agar cessa cemburu dan marah dengan kedekatan kedua orang tua Rafa dan Revi.


Rafa sama sekali tidak menjawab, dia hanya membaringkan kepalanya di meja, seperti biasa Rafa memang bersikap acuh pada semua wanita kecuali mama nya dan istrinya kelak, karena sekarang dia punya cessa, makanya hanya cesaa yang tidak mampu dia diamkan.


"Fa! aku dengar orang tua kita mau jodohin kita!" bohong Revi, dia dan orang tuanya memang berencana untuk menjalin kerjasama dengan cara menjodohkan anak mereka tapi itu hanya rencana orang tua Revi dan si Revi belum ada di bicarakan dengan orang tua Rafa.


"Mimpi!" ledek Cessa sambil tertawa keras.


mendengar cessa yang tertawa Revi jadi emosi, bukannya cemburu dan marah, cessa malah menertawakan nya.


"Lo kenapa ketawa!" Revi menggerbak meja Cessa.


membuat cessa yang sedang bicara dengan teman-temannya terlonjak kaget.


"Rafa! nenek sihir ganguin gue muluk" pekik Cessa dengan kuat.


Rafa berjalan mendekat ke arah Revi dan Cessa.


"Lu bisa diam gak vi? itu urusan lo mau Jodoh-jodohan gue yang pastinya bukan jodoh lo, jangan ganggu cewek gue bisa gak?!" nah ini dia mulut Rafa yang tadinya terkunci rapat, langsung bercerocos panjang lebar jika Cessa yang sudah merengek.


Satu kelas hanya bisa melongo mendengar kemarahan Rafa yang sangat panjang.


"Fa, dia yang ngehina gue duluan, gue cuma membela diri" ucap Revi.


"lo jangan mancing dia kalau gak mau di hina" bentak Rafa lagi, setelah itu Rafa kembali ke kursinya.


"bweeekkk" cessa menjulurkan lidahnya pada Revi yang menatap horor padanya.


"Gue gak takut, bwweekk" ucap Cessa tanpa suara.


Revi kembali ke tempat duduknya dengan kesal dan marah.


dia gak nyangka hanya cessa berteriak sedikit aja, Rafa akan datang sebagai penolong, padahal kalau di pikir-pikir itu cuma masalah kecil.


Sedangkan Rafa dia kembali bersikap acuh walau banyak mata memandangnya dengan bingung. bagi Rafa dia akan menjadi pelindung utama istrinya mau itu masalah kecil atau besar. dia tidak peduli orang mengatakan dia melebay atau apalah.


Yang terpenting bagi pria itu membahagiakan istri karena istrinya bahagia dia mendapatkan pahala.


...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...


Kelas kimia sudah dimulai, guru kelas semua sudah masuk kedalam ruang laboratorium.


"Hari ini kita akan belajar berkelompok ya" ujar guru itu, "Bapak akan mengacak nama kelompoknya, satu kelompok terdiri dari dua orang" lanjut bapak itu lagi.


Revi dan bapak guru itu saling melemparkan senyuman.


Guru itu mulai mengambil nama-nama dalam kertas yang sudah dia buat.


15 menit kemudia terbentuk lah kelompok yang sama sekali tidak diinginkan.


Rafa berpasangan dengan Revi.


Cessa berpasangan dengan Devi


Prince berpasangan dengan salah satu antek-antek Revi yang bernama Ana, sekedar informasi Ana sangat tergila-gila dengan Prince.


Juli berpasangan dengan Dafa.


dan yang lainnya tidak bisa disebutkan lagi.


.


Rafa mau tidak mau harus menerima keputusan guru itu, karena disini guru selalu benar.


"Fa, gue senang deh kita berpasangan tandanya kita jodoh" Revi memegang lengan Rafa sambil tersenyum manis.


"Gak usah pegang-pegang bisa!" sinis Rafa.


"Tapi kita kan satu kelompok, kok lo kasar banget sih fa" Rengek Revi, tapi Rafa sama sekali tidak menanggapi, mata Rafa hanya menatap Cessa yang sesekali menatap dirinya.


Senyum Rafa mengembang ketika mata cessa bertatapan dengan mata Rafa, gadis itu ketahuan sedang memperhatikan Rafa.


"Ya ampun senyum lo fa bikin gue meleleh" batin Revi dia malah salah mengartikan senyum Rafa pada cessa sebagai tanda maaf Rafa padanya.


"Fa yang ini apa aja isi nya?" Revi kembali memegang bahu Rafa dengan senyum lebar.


Rafa tidak menjawab, dia hanya menepis tangan Refi dan memundurkan tempat duduknya.


"Fa, kalau yang ini" Revi kembali menggencar Rafa dengan pertanyaan dan skinship.


Satu dua kali Rafa hanya menarik nafas panjang dan memilih mengalah tapi saat Revi semakin mendekatkan dirinya dengan menempelkan buah d*d* nya pada Rafa di saat itu emosi Rafa mulai naik.


"Lo cewek tapi gak punya harga diri!" sindir Rafa dengan kuat, kebetulan saat itu guru yang mengajar sedang kuluar sebentar.


"Kok gitu si fa, lo jahat banget sama gue" lirih Revi.


Drama Rafa dan Revi sudah mulai menarik perhatian teman-teman sekelasnya.


"Kalau lo punya harga diri, lo gak bakal sengaja menempelkan badan lo ke gue, ngapain lo lakuin itu?! gak tertarik gue! lo mau telanjang pun di depan gue, gue gak bakal tertarik dengan cewek murahan seperti lo" Rafa menjeda kalimatnya.


Pria itu menghela nafas panjang, "Gak malu lo, gue bilang murahan didepan teman-teman lo? jangan kira gue diam gue menikmati, gue diam untuk menghargai lo sebagai seorang wanita! sekarang lo malu kan di permalukan seperti ini!"


Revi hanya diam menunduk, air matanya sudah jatuh, dia tidak mampu menjawab setiap ucapan yang di lontarkan Rafa.


"mau lo nangis pun di depan gue, gue gak peduli, gue gak merasa bersalah, seperti ini sifat asli gue, masih berani lo mengatakan suka dengan gue!" sindir Rafa lagi.


...🌜🌪🌪🌪🌪🌛...


hayoo ada yang penasaran gak dengan kelanjutannya??


makasih yang udah mau mampir ya, tunggu chapter selanjutnya ya 😄😄


makasih ❤❤❤❤


bonus pict :