Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
169. Ngidam



Xelo menatap Ellena yang masih tertidur dengan nyenyak, di letakkan nya nampan berisi makanan pada meja samping tempat tidur, setelah itu Xelo duduk di sisi kanan sambil mengelus pipi ellena dengan lembut, hingga membuat mata wanita itu sedikit terbuka.


“mas~” panggil ellena dengan suara serak, Begitu mata ellena menatap wajah Xelo yang tersenyum, dia langsung menutup wajahnya dengan selimut yang dia kenakan.


Xelo tertawa pelan melihat tingkah malu Ellena.


“Apa yang buat kamu malu? Aku sudah melihat semuanya, dan kamu juga menikmatinya bukan?” kekeh Xelo.


“Hmmm, mas jangan diungkit dong” gumam Ellena, dia semakin menutupi wajahnya karena sangat malu.


Xelo makin gemas dengan istri kecilnya itu, “gak lapar nih? Mas udah bawakan sarapan loh” ujar Xelo dengan lembut.


Ellena sedikit membuka selimutnya untuk melihat Xelo, “lapar, tapi badan ellen sakit banget serasa di gilas sama truk” gumam gadis itu dengan pelan.


Xelo terkekeh pelan, dia membuka selimut yang menutupi wajah istrinya, setelah itu Xelo membantu Ellena untuk duduk.


“makan dulu, biar bisa punya tenaga untuk bangun, ini udah hampir siang” ujar Xelo lembut.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...


Pagi-pagi sekali, Pria Bernama anto datang ke depan rumah keluarga bagaskara dengan membawa polisi, dia datang bersama Ana dan juga mami nya, mereka bertiga sedikit terkejut saat melihat rumah megah milik keluarga bagaskara.


“Ini besar sekali, lebih besar dari rumah kita pi” puji mami ana. “pi, paksa salah satu anaknya untuk menikah dengan Ana pi, dengan begitu kitab isa mendapatkan harta mereka” sambung mami ana lagi.


“Iya pi, ana mau menikah dengan Prince, ana sangat menyukainya pi, dengan begitu papi tidak perlu mencari cara untuk mengembalikan uang juragan Santo, kita bisa meminta tolong pada mertua Ana pi” bisik Ana, agar polisi dibelakangnya tidak mendengar ucapannya.


“Maaf ada apa ya datang kemari?” tanya penjaga pos yang ada didepan gerbang keluarga bagaskara.


“Kami ingin bertemu dengan tuan bagaskara dan anak-anaknya” jawab pak anto dengan penuh percaya diri karena berhasil membawa beberapa orang polisi ke sana.


“maaf, keluarga bagaskara sedang tidak ada di kediaman, mereka sedang liburan ke villa di puncak, kemungkinan baliknya saat alam hari atau besok, jadi datang besok saja ya” ucap satpam itu dengan sopan.


Papi Ana geram, dia mengepalkan tangannya dengan keras. “Kalian pasti bohong! Kalian takutkan karena aku datang kesini dengan polisi! Cepat biarkan kami masuk!” pekik pak anto dengan kuat.


“Jika kalian sangat ingin masuk tolong berikan surat perintah penggeledahan, karena saya di beri Amanah untuk menjaga rumah ini, jika kalian tidak punya mohon maaf saya bisa menuntut kepada kalian” ancam satpam itu.


“Tuan anto, kami tidak punya surat perintah, kita tidak akan bisa masuk dengan paksa, bisa bahaya posisi saya jika kita memaksa masuk, sebaiknya besok saja kita datang lagi” ujar salah satu polisi yang di sewa papi nya ana.


“tidak bisa harus sekarang, karena aku tidak mau membayar kalian dua kali” amuk papi Anto.


“ya sudah tuan anggap saja bayaran hari ini untuk besok, kami malas menunggu terlalu lama” pekik polisi itu.


“ya sudah pi, besok saja, hari ini kita tidak bisa menunggu mereka pi” ujar mami nya ana.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...


Sedangkan keluarga bagaskara semuanya sedang menikmati waktu liburan mereka di villa milik keluarga bagaskara. Hingga pukul 3 sore, mereka berkumpul di pendopo menikmati pemandangan kebun dan memakan buah yang ada di sana.


“Mi, kalau makan buah durian enak ni” ujar Cessa pada maminya.


“Hmmm ~ cessa pikirannya mesum terus~” ledek Dafa.


“apaan! Ini buah durian sesungguhnya!” pekik Cessa marah karena dituduh yang tidak-tidak oleh dafa.


“hayoo~ ketahuan, ada durian lainnya” dafa terkekeh karena berhasil membuat cessa jadi malu.


“Yang~” Cessa merangkul lengan rafa mengadu pada suaminya itu, karena dia dikerjai oleh Dafa.


Rafa hanya melirik dafa hanya memicingkan mata Dafa langsung mengangkat tangannya tanda menyerah.


“ini menantu mami kok mukanya ditekuk gitu?” tegur mami dona.


“gak apa mi” jawab Queen lesu.


“Biasanya ni, kalau mami bilang gak apa berarti ada apa-apanya, ingat kalian para cowok, kamus cewek itu kebalikannya” ujar papi harry dengan tertawa pelan.


Semuanya mengangguk seperti baru saja mendapatkan pelajaran dari papi harry yang seolah menjadi pakar dalam hubungan asmara.


“Jadi kamu kenapa sayang?” tanya King sambil mengelus lengan Queen.


“Ngidam~” lirih Queen.


“kan benar, jadi menantu cantik papi ini, ngidam apa? Biar opa harry yang mengabulkan permintaan itu” ujar papi harry.


“Itu pi, queen pengen makan durian” lirih Queen.


Mata king langsung melotot sempurna, sedangkan Prince dan cessa tertawa keras mendengar kakak iparnya ngidam buah durian.


“Yang, gak boleh loh hamil makan buah durian, bisa bahaya bagi kandungan” ujar king berusaha membujuk istri cantiknya.


“kata siapa? Kalau Cuma makan 2 biji gak masalah lah, mami dulu juga pernah ngidam makan durian, waktu hamil prince dana princess” ujar mami dona.


King langsung panik, “tapi mi itu buah terlarang loh”


“bang gak masalah loh ibu hamil makan buah durian, asal jangan terlalu banyak, siapa aja yang makan kebanyakan bakal sakit juga” kali ini Rafa ikut bicara, walau dia tidak kuliah di dunia medis, tapi Rafa lumayan tau tentang dunia medis, dan dia bisa kapan saja ikut ujian dalam pengambilan sertifikat medis, karena otaknya mampu merekam apapun yang dia dengar dan baca.


Cessa dan prince masih tertawa sambil memegangi perutnya.


Sementara Queen semakin lesu dan mulai terisak kecil.


“kan liat! Menantu mami jadi nangis, kenapa nangis sayang?” tanya mami dona dengan panik.


“Mas gak bolehkan makan buah durian mi” suara Queen keluar bersama isakkan tangisnya.


Mami dona langsung memeluk dan mengelus punggung Queen, “cup cup cup, jangan nangis ya, boleh kok makan, siapa yang bilang tidak boleh, iya kan pi?” mami dona menatap suaminya meminta dukungan.


“iya tentu saja, Papi bakal belikan buah duriannya sekarang juga, tapi janji Cuma makan 2 biji aja” ujar papi harry.


“2 aja pi? Gak boleh lebih?” lirih Queen.


“iya gak boleh lebih, janji? Papi akan carikan sekarang ini” ujar papi harry.


Queen sedikit berpikir lalu setelah itu dia mengangguk, “ daddy king yang Cobain ya, kalau enak baru mommy makan” ucap polos Queen.


King yang mendengar itu langsung pucat pasi.


Sementara Cessa dan prince semakin tertawa keras.


“kalian kenapa sejak tadi ketawa sih?” tanya Queen penasaran.


“hahahha maaf kakak ipar, gak tahan lagi soalnya, A-abang itu..” Prince tidak dapat melanjutkan ucapannya karena tawanya masih belum bisa hilang.


“abang itu benci sama buah durian kak” sambung cessa lalu disertai tawa kerasnya.


“apa?!” Queen menoleh menatap suaminya yang sudah pucat pasi. Lalu pada kedua mertuanya yang ternyata juga sedang menahan tawa mereka. “gimana dong, adik bayinya pengen makan buah durian yang udah dicoba daddy nya” rengek Queen.


...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...