Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
152. Kenalan Rafa



Fajri memperhatikan wajah pengacara maura, “pak hakin, beri saya waktu selama 1 jam, saya akan mencari bukti untuk membuktikan bahwa surat itu palsu” ujar Fajri.


“baik sidang akan ditunda selama 1 jam” jawab hakim itu.


Fajri segera berjalan mendekati King dan Queen, kedua orang itu tampak cemas menyaksikan apa yang baru saja terjadi.


“Ayo kita semua ke ruang tunggu” ajak Fajri.


“Mas~ gimana ini? Gimana kalau dia berhasil mengambil darel dan Farel?” rengek Queen dalam pelukan suaminya menuju ruang tunggu.


Seperti Queen yang cemas, cessa yang ikut menonton pun sama cemasnya dengan queen.


“gimana ini yang, gimana kalau mereka menang sidangnya?” tanya Queen.


“Tenang aja gak bakal bisa” ujar rafa lembut sambil mengelus punggung istrinya.


.


“Ini adalah dokter yang sangat terkenal, bagaimana cara kamu membuktikan surat itu palsu fajri?” tanya papi harri.


“Sebentar om, fajri akan mencoba mencari tau tentang dokter itu dulu” jawab fajri tangannya sibuk mencari orang yang bisa dia hubungi.


“gak perlu jri” ujar Xelo.


Semua mata kini menatap Xelo, “kenapa? Aku akan berusaha mencarinya” fajri yang salah sangka dengan ucapan Xelo segera meyakinkan Xelo.


“Iya gak perlu, cari-cari orang lain, noh adik ipar King punya kontak dokter itu” tunjuk Xelo pada Rafa.


Rafa segera mengeluarkan ponselnya dan memberikan pada Fajri nomor telepon dokter yang dikatakan oleh maura, di layar ponsel rafa terlihat nama dokter Aswin Jons.


“bagaimana kau bisa mengenal dokter ini fa?” tanya Fajri tidak percaya.


“Dokter itu adalah salah satu orang yang tertarik dengan otak jenius Rafa, dia berharap rafa mau menjadi anak angkatnya, dan kamu bisa menghubungi dokter itu” Xelo segera menghubingi dokter yang di maksud kan .


(mulai sekarang tanda miring maksudnya Bahasa inggris ya)


“Halo dokter” sapa Xelo, ternyata dia duluan yang menghubungi dokter itu.


“Hallo Xelo” jawab dokter Aswin.


“Apakah dokter sedang sibuk?” tanya Xelo.


“saya baru saja menjalankan operasi pada pasien saya, dan saya punya waktu luang untuk beristirahat sekarang, ada apa? Apakah bocah jenius itu menciptakan barang baru lagi?” tanya dokter Aswin.


“Tidak dok, kami menelpon karena ada sedikit masalah dan memerlukan bantuan dokter” ujar Xelo.


“bantuanku? Hahahha ini pertama kalinya bocah itu memerlukan bantuanku, apa yang bisa aku bantu?” gelak tawa dokter aswin mulai terdengar.


Rafa memberikan kode pada Xelo untuk menyuruh dokter aswin membuka emailnya.


“Dok, apakah anda bisa membuka email yang sudah dikirim oleh Rafa?” tanya Xelo.


“Ohh sebentar” ujar dokter aswin.


“Ini rekam medis yang aku keluarkan, ini asli tapi bukan nama ini yang aku tulis” ujar dokter aswin.


Queen sempat meremas tangan King ketika mendengar suara dokter aswin mengatakan asli, karena memang saat ini Xelo meng loudspeaker sambungan telepon dengan dokter aswin.


“bisakah anda menjelaskan perkataan anda dok?” tanya xelo.


“Ini rekam medis asli yangtelah saya keluarkan, tapi bukan untuk orang yang Bernama maura Diandra, Tapi untuk orang Bernama Maudi Dinda, orang asal Indonesia, dan sekarang dia telah meninggal karena tidak mau melakukan pengobatan” jelas dokter aswin.


Fajri memberi kode pada Xelo bahwa dia ingin berbicara.


“ohh tentu saja, aku senang anak itu mau meminta tolong kepadaku, hahahha” ucap senang dokter aswin.


.


Di tempat ruang tunggu maura,


“kali ini mereka tidak akan bisa membuktikan bukti yang kita miliki, kecuali mereka menghubungi dokter itu” ujar pengacara maura.


“bagaimana kamu bisa mendapatkan rekam medis itu?” tanya maura.


“itu adalah rekam medis milik adikku, dan itu asli, aku mengganti namanya menjadi namamu, tidak akan ada yang bisa membuktikan kecuali keluarga itu menghubungi dokter itu untuk membuktikan bahwa itu surat yang sudah di palsukan” ujar pengacara maura.


Mereka saat ini tertawa Bahagia, karena yakin tidak aka nada cara yang bisa membuktikan rekan medis itu palsu.


...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...


Sidang dilanjutkan, maura masuk dengan penuh percaya diri, wanita itu melirik Queen yang masih berada dalam rangkulan king, dia kesal melihat hal itu tapi dia akan berkumpul dengan kedua putranya dan itu berarti dia mempunyai kesempatan untuk membuat King tertarik padanya.


“bagaimana pak Fajri? Apakah anda bisa membuktikan bahwa rekam medis itu palsu?” tanya pengacara maura.


Fajri tersenyum dan menunduk hormat pada hakim didepannya, “pak hakim, izinkan saya bertanya apakah dokter yang di maksud adalah dokter aswin Jons yang bekerja di ST. Joseps hospital?” tanya fajri.


“bagaimana pak Erwin? Apa itu dokter yang dimaksud?” tanya hakim.


“Iya pak hakim, dia dokter yang bekerja di st joseps hospital” jawab Erwin, pengacara maura.


Fajri mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto dokter Arwin sekali lagi.


“apakah ini?” tanya fajri lagi.


Erwin mengangguk setuju, “memang benar dokter itu” jawab nya.


“kalau begitu saya meminta izin pada pak hakim untuk melakukan sambungan video call dengan dokter yang dimaksudkan, kami perlu mengkonfirmasi kebenaran rekam medis itu, saya izin memanggil tambahan saksi pak hakim” ujar fajri.


“Siapa yang punya kontak dokter itu, aku memang berobat dengannya tapi aku tidak punya nomor dari dokter itu? Jikapun punya, Dia tidak akan mau menjawab teleponku” ujar maura.


“tenang saja ibu maura, tadi kami sudah menghubungi dokter Aswin, dan dia bersedia menjadi saksi dadakan” jawab fajri.


“TIDAK MUNGKIN!” teriak pengacara maura, “bagaimana kalian bisa memiliki kontak dokter aswin? Dia pasti palsu!” pekik Erwin lagi.


“Kita buktikan dia palsu atau asli pak Erwin” jawab fajri santai, dia sama sekali tidak merasa terintimidasi dengan bentakan Erwin.


Ditempat duduknya Maura meremas kedua tangannya dengan kuat, saat matanya menatap layar yang sedang menampilkan wajah dokter aswin.


“halo dokter aswin” sapa fajri.


“hallo fajri” balas dokter aswin.


“Terima kasih telah menyempatkan diri untuk mau menjadi saksi tambahan untuk kami, dokter” ujar fajri. “apakah dokter bisa memperkenalkan diri dan membuktikan bahwa anda adalah dokter Aswin dari rumah sakit ST Joseps hospital?”


“Ya saya dokter itu, ini adalah ruangan kerja saya, dan ini adalah kartu identitas saya” dokter itu menampilkan ktp nya tapi dengan ditutupi bagian lainnya hanya bisa dibaca bagian nama dan tanggal lahir.


Fajri tersenyum, dan membalikkan badan menatap maura dan Erwin pengacaranya, “Apakah benar rekam medis yang tadi saya kirim kepada dokter itu asli?” tanya fajri.


“Rekam medis nya asli, tapi aku tidak menuliskan untuk maura tapi untuk orang lain, ini bisa jadi penipuan, dan pihak st joseps hospital bisa menuntut pada penyebar rekam medis itu” jawab dokter aswin.


Maura tidak dapat berkata-kata lagi, dia dan pengacaranya hanya bisa menunduk ketakutan kemungkinan mendapatkan tuntutan dari dokter terkenal seperti Aswin.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...