
Begitu mendengar rafa akan memasuki kamarnya cessa buru buru memejamkan mata untuk berpura-pura tidur.
cessa merasakan rafa mendekat kearahnya tapi tidak memanggil namanya, dan tempat tidur yang cessa tiduri terasa bergerak.
'Cup' 'Cup' ternyata membangunkan cessa engan cara menciumnya, perlahan cessa berpura-pura seperti orang bangun tidur.
"eerrgghhh fa~ apaan sih" keluh cessa yang berusaha menghindar dari ciuman rafa yang bertubi-tubi.
"bangun princess, gak lapar?" tanya Rafa.
cessa memegangi perutnya dengan sebelah tangan yang bebas karena sebelahnya dia gunakan untuk menahan tubuh Rafa agar tidak mendekat kearahnya. "lapar~" rengek cessa.
"kalau gitu kita pesan makanan, mau makan apa? biar aku pesankan kamu bisa kembali tidur nanti kalau sudah datang aku bangunkan lagi" ujar rafa dengan lembut, pria itu kembali mendekatkan wajahnya pada cessa dan memberikan beberapa ciuman pada wajah istri cantiknya itu.
"masih ada kerjaan lagi? sampai harus makan disini?" tanya cessa pelan.
"ada sih, kamu mau makan diluar atau pulang ke rumah aja?" balik tanya Rafa.
cessa diam sebentar memikirkan opsi yang paling bagus. "kalau makan di restoran kak Queen aja mau gak?" tanya cessa kemudian.
"kamu mau makan di sana?"
cessa mengangguk cepat begitu mendengar rafa mengajukan pertanyaan itu. "aku pengen main sama si kembar".
"ya udah siap-siap sana, cuci muka dulu biar muka bantalnya hilang" kata Rafa sambil membantu cessa untuk duduk di kasurnya.
"muka bantal gini kamu masih suka cium-cium, berarti masih cantik dong" kekeh cessa.
'Cup' sekali lagi ciuman rafa mendarat dibibir cessa.
"Istri Rafa ini memang selalu cantik" puji Rafa.
"Oh jelas istrinya Aliandra Rafazan Tiandra gitu loh, kalau gak cantik udah dilibas sejak dulu dengan para saingan yang bohai, cantik dan sexy" kata cessa diikuti tawa Rafa.
"beruntung banget ya yang jadi rafa bisa punya istri secantik itu" kekeh Rafa.
"Ihhh udah muji-mujinya cessa jadi malu lama-lama dipuji, sana siap-siap ambil" usir cessa.
Rafa menggeleng pelan, "gak ada tenaga lagi yang" rengek Rafa.
"tadi ada, kok sekarang udah gak ada?" ucap cessa heran.
rafa menunjuk bibirnya, "belum di sun, sun dulu biar ada tenaga lagi".
"Dimana-mana orang kalau tenaganya habis tidur istirahat atau makan, ini malah minta cium! teorinya dari mana itu?" gerutu cessa menjabarkan teori yang dia ketahui.
"beda sayang seorang rafa itu tenaganya dari kamu, hanya kamu yang bisa kasih tenaga, ciuman kamu itu seperti ada sengatan listriknya bikin tegang" kekeh rafa.
mata cessa cepat-cepat melihat kearah bawah Rafa, melihat apakah si piton bangun, atau masih tidur. begitu tidak ada yang nampak tegang dan bangun cessa mengelus dada dengan tenang, "aman untuk kali ini" batin cessa.
"Ayo sayang cepat, biar ada tenaga buat bangun ini" rengek rafa.
mau tidak mau cessa mendekat dan memberikan beberapa ciuman pada rafa.
'Cup Cup Cup CUp'
"Udah puas tuan Aliandra Rafazan Tiandra?" tanya cessa dengan menaikturunkan alisnya dan menampilkan wajah kesal.
"oke kali ini sudah puas, bisa dihemat untuk beberapa jam lagi, nanti baru minta isi lagi" kekeh Rafa sambil berlalu pergi.
cessa geleng-geleng kepala tidak habis pikir suami absurd nya semakin gila semenjak mengenal papi harri dan keluarga lainnya.
.
"bang ikut yuk" ajak rafa begitu keluar dari kamar istirahat.
"kemana?" tanya balik Xelo.
"makan di restoran milik kakak ipar gue, yuk kita makan di sana, makanannya dijamin enak" rafa mulai mempromosikan restoran milik kakak iparnya.
Xelo berpikir sebentar, "jangan bermesraan didepan gue ya" pinta xelo dengan sangat.
"hmm... baiklah" jawab rafa setelah beberapa saat terdiam.
"Didepan gak boleh, kalau di samping gak masalah dong" batin rafa berkata.
"oke deh, yuk pergi" Xelo baru mengangguk setuju begitu Rafa menerima syarat darinya.
"tunggu istri gue keluar dulu bang, jangan main buru-buru" ujar rafa cepat.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
Di rumah keluarga bagaskara setelah Maura dan maminya pergi, mami dona terlihat gelisah dan ketakutan tadi wanita itu memang terlihat mengerikan garang tapi begtu lawannya menghilang mami dona kembali ke sikap aslinya lembut.
"pi, gimana jika wanita ular itu mengajukan sidang pi, gimana kalau darel dan farel tau kenyataannya?" tanya mami dona terlihat cemas.
"mami tenang aja ada papi, king, dan rafa, kami bertiga jika bergabung akan menjadi tombak yang paling ditakuti, papi harri memang sengaja tidak menyebutkan prince karena pia itu tidak akan mampu membantu menurut papi harri.
"tapi pi, mami takut, apa kita ungsikan dulu darel, farel, Queen dan king keluar negri, selama kita mengurus masalah ini, mereka berdua masih kecil pi, mami takut begitu mendengar kenyataan ini keduanya jadi syok, mami gak tau apakah mental keduanya siap menerima kenyataan pahit itu" lirih mami dona.
papi harri memeluk mami dona untuk menenangkan istrinya itu, dia tau istrinya saat ini sedang syok dan tidak dapat berpikiran jernih.
"mami dengar, kita semua menyayangi Darel dan farel seperti mami menyayangi mereka, papi yakin king punya cara untuk menenangkan sidang yang akan berlangsung tanpa memberi tahu pada keduanya jika Queen bukanlah ibu kandung mereka, jika perlu kita suap hakimnya agar memihak pada kita mami punya menantu yang sangat kaya, punya king dan aku yang tidka kalah kaya dengan menantu mami, jadi mami tenang aja ya" bujuk papi harri lagi.
setelah mendengar penjelasan dari papi harri dan mencerna setiap penjelasan itu mami dona baru tenang, dia akan mencoba percaya dengan suami, menantu dan putranya.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...
"mami tadi apa-apaan sih malah minta tinggal disana?!' kesal maura.
'Plak' mami maura memukul kepala putrinya itu.
"Ini alasan kenapa kamu tidak bisa mendapatkan pria seperti king, malah mendapatkan pria jelek dan miskin di luaran sana" kata mami maura dengan marah.
"apaan sih mi, gak ngerti maura" balas bentak maura.
"Ini nih, kalau kamu belum punya pengalaman menikah seperti mami, kamu tinggal di sana cari simpati keluarga itu, kalau bisa goda king dengan tubuhmu dan bawa ke ranjang, bilang saja kamu tidak akan merebut dan menyebut dirimu sebagai ibu kandung si kembar, tujuan utamanya bukan si kembar, tapi king! jika kamu jadi istrinya bahkan 4 triliyun bisa kamu dapatkan! rumahnya saja segede istana, 4 triliyun terlalu murah dibanding mendapatkan king" ujar mami maura.
"ihh mami kenapa tidak bilang sejak awal sih! kalau tau gitu maura bisa ber acting lebih maksimal kan!" maura yang baru mengetahui kebodohannya baru memukul-mukul kepalanya sendiri dengan pelan.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...