Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
45. Memuaskan Cessa



Mohon maaf sebelumnya, jika khayalan author terlalu berlebihan jangan dikritik keras-keras ya, itu hanya imajinasi author, Mohon maaf jika kalian tidak suka dengan part ini.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...


Rafa membawa Cessa dengan tergesa-gesa menuju kamarnya, entah kekuatan dari mana Rafa mampu berlari menuju kamarnya dengan menggendong cessa, begitu sampai didalam kamar Rafa langsung meletakkan Cessa di tempat tidur, setelah itu dia Kembali kearah pintu dan mengunci pintu tersebut.


Rafa terduduk di lantai dengan menyandarkan punggungnya pada pintu kamar.


“Panas~ hiks hiks panas~” Cessa tampak bergumam lirih sambil terus berusaha membuka bajunya. Sepertinya gadis itu tidak sadar dengan apa yang sudah dia lakukan.


Rafa mengangkat kepalanya menatap istrinya yang terus saja merintih, padangan pria itu berubah nanar, dia bisa saja memberikan apa yang gadis itu butuhkan tapi dia tidak ingin membuat cessa kecewa.


Rafa tegak dari duduknya, dia segera membuka lemari mencari kain sarung yang ada, dan dengan cepat pria itu berjalan mendekati cessa, membungkus istrinya itu hingga cessa tidak dapat bergerak dia hanya bisa bergerak seperti ulat.


“Panas fa, panas” lirih gadis itu berkali-kali.


Rafa bingung dia cemas melihat istrinya seperti itu, dia pernah mendengar jika ada yang meminum obat perangsang dan tidak tersalurkan akan menyebabkan kematian, entah dari mana asal artikel itu dia dapatkan, tapi Rafa sangat takut hal itu benar-benar terjadi.


Rafa menggotong tubuh cessa ke dalam kamar mandi, pria itu meletakkan cessa di dalam bathup menyalakan air dingin, dia menyeburkan dirinya dan juga cessa ke dalam bathup yang sudah terisi dengan air dingin.


Rafa mencium ganas cessa, dan di balas juga dengan gadis itu, bahkan cessa tampak lebih ganas mencium Rafa, gadis itu sama sekali tidak sadar dengan apa yang telah dia lakukan, obat yang diberikan oleh Gavin benar-benar dosis yang sangat tinggi, hanya sedikit yang tertelan oleh cessa tapi sudah bisa membuat cessa tidak sadarkan diri seperti itu.


“ahhh, fa lagi” desah cessa ketika rafa melepaskan pagutannya.


Rafa memejamkan matanya untuk beberapa saat, dia berusaha mengontrol dirinya sendiri agar tidak berlebihan dalam memuaskan istrinya, dia takut akan melakukan hubungan badan jika dirinya tidak sadar.


Rafa melihat pergerakan cessa yang sudah sedikit melemah dia melepaskan ikatan pada tubuh cessa, tapi saat ikatan itu di lepas, cessa langsung mencium Rafa dengan ganas, tangan gadis itu menjelajah pada dada Rafa.


Dengan segala kekuatan yang dia miliki, Rafa menahan kedua tangan cessa, pria itu mencium Kembali cessa dengan ganas, tangannya sudah memijat buah dada milik cessa, Rafa berpikir jika dia bisa memuaskan cessa mungkin gadis itu akan tenang.


Perlahan tangan Rafa turun di antara sela paha cessa. Rafa mengambil nafas panjang sebelum melancarkan aksinya, “Maafkan aku, tapi aku harus melakukan ini” lirih Rafa. Dia memasukkan satu jarinya kedalam lubang milik cessa.


Berusaha membuat gadis itu merasa puas hanya dengan sentuhan jarinya. Bibir Rafa juga masih mencium cessa dengan ganas.


Otak Rafa kini terbagi antara memuaskan cessa dengan menahan hawa nafsu dirinya sendiri yang kini sudah mulai memuncak.


Pikiran rafa benar-benar sangat kacau saat ini, dia terus mencium cessa sambil terus berusaha membuat gadis itu terpuaskan.


Hingga ******* hebat keluar dari bibir gadis itu, cessa mulai lemah dan memejamkan matanya, badan gadis itu sedikit bergetar mungkin karena terlalu lama mereka berendam di dalam air dingin.


Rafa memejamkan matanya, sambil menggigit bibirnya dengan kuat. “Ahhh ahhh ahhh” nafas pria itu terdengar sangat berat. Dia berusaha membuat dirinya Kembali sadar dengan apa yang baru saja dia lakukan, dia berusaha mengingat wajah tawa istrinya dan wajah istrinya yang menangis, agar pikiran mesumnya menghilang.


“sadar rafa Sadar!” batin Rafa berteriak.


Lima menit Rafa masih berdiam diri dengan cessa yang masih di dalam pelukannya. Rafa sudah mulai tenang walau juniornya sudah mulai memberontak, melihat tubuh cessa yang basah seluruhnya, baju gadis itu sudah menempel jelas di tubuhnya, memperlihatkan setiap lekuk tubuh cessa yang bisa membuat gairah rafa Kembali naik.


Perlahan Rafa berdiri dari bathup dengan menggendong cessa. Pria itu membaringkan cessa pada sofa yang ada di kamar. Mengambil baju kaos yang dia punya dan menutup matanya untuk membuka baju cessa seluruhnya. Dan dengan perlahan Rafa memakaikan baju kaos nya yang kering. Untung saja baju itu sangat kebesaran dibadan cessa sehingga bagian bawah cukup tertutupi.


Rafa menghela nafas panjang setelah usahanya berakhir, dia Kembali menggendong cessa menuju tempat tidur dan menyelimuti gadis itu tidak lupa dia juga mencium kening cessa dengan lembut.


“maafkan aku” lirih pria itu, dia Kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk menuntaskan urusannya sendiri. Rafa benar-benar tidak ingin membuat cessa kecewa dengan mengambil mahkota istrinya saat cessa tidak sadar, dia hanya akan mengambil hak yang seharusnya di berikan padanya saat cessa benar-benar sadar.


...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...


Sementara itu di kamar Gavin, pria itu membanting benda-benda yang ada di dalam kamarnya dengan sangat marah, dia sudah dilepaskan oleh dafa dan Prince tapi pria itu tidak bisa menghentikan cessa dan Rafa untuk melakukan malam pertama mereka.


“Sialan! Dasar Wanita tidak berguna!” pekik Gavin entah dia memaki siapa, tidak ada seorangpun didalam kamarnya, pria itu memang memilih kamar sendiri untuk dirinya.


‘Tok-tok-tok’ pintu kamar Gavin berkali-kali di ketuk oleh seseorang.


Dengan kesal Gavin membuka kamarnya, “ada apa!” ketusnya ketika melihat Revi yang mengetuk pintu kamar miliknya.


“bagaimana ini? Rencanannya hancur berantakan! Rafa dan cessa pasti melakukan hubungan itu, bagaimana Rafa bisa mengetahui rencana kita?!” gumam Refi dengan suara pelan.


“Itu semua hancur karena kecerobohanmu!” bentak Gavin.


“aku? Yang aku bingung kenapa Rafa memaksa cessa untuk memuntahkan minuman yang baru aku berikan, sepertinya Rafa tau rencana kita” pekik Revi akhirnya.


“Kau pasti tidak sengaja membocorkan rencana kita!” balas Gavin kesal. “masuklah, bahaya jika ada yang mendengar pembicaraan kita” gavin melebarkan pintu kamarnya agar Revi masuk ke dalam kamarnya.


Tanpa keduanya ketahui, Dafa dan prince diam-diam merekam semua yang terjadi dalam bentuk video.


“kau mendengarnya prince? Sepertinya obat yang dilihat July itu di maksudkan untuk Rafa, mungkin saja itu obat perangsang” ujar dafa dengan suara pelan.


“mungkin” gumam Prince pelan, pikirannya telah melayang pada adiknya itu.


“Tenanglah, Rafa dan cessa sudah sah di mata agama dan negara, mereka berhak melakukan hubungan suami istri di manapun mereka mau, kau tidak perlu cemas” ujar Dafa berusaha menenangkan prince.


“Aku takut, cessa akan kecewa pada suaminya, jika mengetahui mereka melakukannya dalam keadaan tidak sadarkan diri” gumam Prince lagi.


“Tapi itu adalah kehendak yang di atas, kita tidak bisa melakukan apapun, kau ingin Gavin yang melakukan hubungan itu dengan adikmu?” tanya Dafa.


Prince menggelengkan kepalanya pelan. “kau benar, mereka sudah sah sebagai suami istri, rafa memang berhak mendapatkan apa yang selama ini menjadi haknya” ucap prince.


“bagus, sekarang, jika si nenek sihir ingin membongkar hubungan adikmu dan Rafa, maka kita akan tunjukkan rekaman ini, maka dia tidak akan bisa berkutik lagi” dafa mengangkat kamera yang dia pegang, menunjukkan Kembali rekaman yang tadi dia simpan kepada Prince.


“Kirimkan kepadanya besok pagi, mau dia mengancam atau pun dia tetap diam, bilang jika dia berani mengusik apa yang terjadi di villa, maka rekaman diamasuk kedalam kamar gavin akan kita sebar, dan bisa jadi dia yang akan menikah dengan Gavin” ujar Prince dengan nada suara yang terdengar dingin.


“baiklah akan aku lakukan” jawab Dafa, “ayo kita pergi, kita tidak perlu lagi mencari tau apa yang dia lakukan dengan gavin” lanjut Dafa, dia segera menarik prince untuk pergi dari sana.


...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...


bonus pict


Abang Rafa yang Hot