
“uuweeekkk uuuweee” suara muntahan rafa membuat cessa membuka matanya. Dia meraba Kasur di sebelahnya yang tidak ada siapapun, cessa lalu beranjak dan berjalan menuju kamar mandi.
Cessa menatap kasian pada suaminya yang terus saja muntah muntah dan sudah untuk makan, karena itu badan Rafa terlihat sedikit kurus dari biasanya, padahal kandungan cessa sudah memasuki 3 bulan, tapi rafa masih mengalami morning sickness dan kesulitan makan.
“Yang~ kamu gak apa?” tanya cessa sambil memberikan usapan pada punggung Rafa.
“maaf sayang kamu jadi ke bangun, apa kamu lapar?” tanya Rafa, bukannya menjawab pertanyaan cessa dia lebih memilih bertanya kondisi istrinya.
“Gak lapar kok” ujar cessa, pandangan wanita itu terarah pada suaminya yang terlihat sangat lemah. “yang kamu gak apa?” tanya cessa sekali lagi.
Rafa mengangguk setelah puas muntah-muntah dan berkumur membersihkan sisa muntahan di mulutnya. “Gak apa sayangku, beneran baby baby kita tidak lapar?” tanya Rafa sekali lagi.
‘kruuuyuukkk’ baru saja cessa mau menjawab tidak, tapi perutnya berbunyi nyaring, “aku bisa masak sendiri kok yang, kamu tidur aja ya, aku bisa masak sendiri kok” ucap cessa.
Rafa menggelengkan kepalanya, “aku sudah gak apa, muntah-muntahnya Cuma di pagi hari aja, ayo kita ke bawah, mau masak apa?”
“tapi yang~ kamu lemas gitu” lirih cessa.
Rafa mengelus puncak kepala istrinya, “aku gak apa sayangku, aku justru bersyukur aku yang mengalami ini bukan kamu, soalnya aku gak mau anak-anak kita kekurangan gizi, jadi jangan sedih melihat aku yang mendapatkan mual dan tidak nafsu makannya” Ujar Rafa sambil menggendong istrinya ala bridal style.
.
“Yang aku gendut dan berat, turunkan aja” ucap cessa plan.
“Siapa bilang gendut, ini kamu harus naikkan lagi berat badannya biar aku gak bisa angkat lagi” kekeh Rafa.
“Loh cessa, rafa? Turun juga?” tanya Queen yang duduk di kursi mini bar yang ada di sana, saat ini terlihat King sedang membuat kebab untuk Queen.
“Lagi ngidam ya kak?” tanya cessa yang ikutan duduk disebelah Queen.
“iya ngidam plus lapar, itu daddy nya lagi buatkan kebab permintaan mereka” jawab Queen sambil mengelus elus perutnya yang sudah tampak sangat besar karena sudah memasuki usia 6 bulan kehamilan.
“Mau apa sayang?” tanya Rafa lembut.
“hmmm sandwich inkigayo” jawab cessa cepat.
Rafa segera mencari cara membuat sandwich permintaan cessa, dia pertama kali mendengar itu dan sedikit bingung dengan apa yang cessa inginkan.
Setelah melihat selama 5 menit rafa akhirnya mengerti dan tersenyum pada istrinya.
“mudahkan buatnya Fa?” ujar Queen yang menunggu suaminya siap memasak.
“Kok kakak tau?” tanya Rafa heran.
“Iya cessa pasti pengen karena tadi malam kakak minta dibuatkan itu sama king, dan cessa melihatnya, sangat mudah kok buatnya” ujar Queen.
“Ini dia sudah siap, kamu mau juga dek? Abang buat banyak ini” King meletakkan 5 potong kebab di hadapan Queen.
Cessa menggeleng pelan, “gak pengen itu, mungkin nanti” kekeh cessa.
“mau makan disini atau di kamar sayang?” tanya King.
“Hmm disini aja” jawab Queen.
Tidak lama King dan Queen makan, Rafa sudah siap dengan masakannya, karena memang sangat mudah membuat sandwich seperti yang diminta cessa.
Ke empat orang itu mulai melahap makanan mereka secara bersama-sama di mini bar yang ada di dapur.
“wuuaahhh subuh subuh sudah makan enak ni” tegur Prince yang baru saja turun dari kamarnya, beberapa hari ini dia memang tidur di rumahnya tidak di basecamp lagi, mengingat dia akan menjalani ujian akhir.
“mau dek, sini ikutan makan” tawar Queen, dia sudah menghabiskan kebabnya yang ketiga.
“Tapi lebih menggoda sandwich itu” Prince melirik cessa yang asik melahap sandwich buatan Rafa, dia sama sekali tidak berbicara apapun jika sudah makan, entah kenapa bawaan bayinya lapar terus dan itu membuat badannya semakin berisi sama seperti Queen.
“Mau?” tawar Rafa.
Prince mengangguk cepat begitu mendapatkan izin dari adik iparnya, “Bentar aku buatkan lagi, tunggu aja di sana, jangan ganggu punya cessa”titah Rafa cepat, dia lebih rela membuta lagi dari pada mengganggu istrinya yang sedang asik makan.
“In_” tadinya Prince mau mengatakan yang ada di piring cessa masih banyak dan dia bisa dong mencicipi satu selagi rafa membuat gantinya, tapi sayang cessa langsung melotot begitu tangan Prince ingin mengambil bagian punyanya.
“Jangan prince! Itu punya ibu hamil jangan di ganggu, tu rafa sedang buatkan punyamu, jangan ambil jika cessa tidak menawarkan” tegur king pada adik laki laki nya itu.
“hehehhe maaf dek, lanjut makan lagi, abang gak minta kok” kekeh Prince.
Lima menit kemudian, sandwich buatan rafa sudah selesai dan siap disajikan, Rafa ternyata membuat dua piring, satu untuk diletakkan di piring cessa, sedangkan satunya lagi untu Prince.
“Thank you adik ipar” seru Prince senang karena mendapatkan permintaannya.
“Gimana sekolahmu dek?” tanya king.
Prince mempercepat kunyahan di mulutnya, “Ya gitu-gitu aja, Cuma masih banyak yang menanyakan alasan rafa dan cessa mengambil home schooling” ucap prince setelah makanannya masuk ke dalam mulut. “ahh Revi juga tidak sekolah lagi” tambah prince memberi informasi.
Rafa dan cessa sama-sama diam, kalau rafa diam karena memang itu bukan urusannya, dia sama sekali tidak penasaran kenapa revi tidak sekolah, pria itu lebih senang melihat istrinya makan dengan lahap dibandingkan informasi mengenai Revi. Sedangkan cessa jangan ditanya, sejak hamil jika dia sedang makan tidak akan ada yang bisa mengganggunya, wanita itu begitu menikmati makanan buatan rafa.
“Kok gak tanya fa? Kenapa dia gak sekolah?” tanya prince heran.
“Ngapain? Gak penting juga” jawab rafa, pria itu masih bertopang dagu menatap istrinya makan.
“Emang kenapa Prince?” kali ini yang penasaran adalah king, dia cukup tau ada wanita yang mengejar-ngejar adik iparnya, dan dia juga tau siapa itu revi, karena pernah menghadiri pesta pernikahan wanita itu.
“Hamil, dan menikah sama pak tua” jawab Prince dengan tawa pelannya.
“kok kamu bisa tau?” tanya king lagi.
“Iya soalnya juli yang cerita, dia bilang revi sama juga dengan Rafa dan cessa yang mengambil homeschooling karena sedang hamil” ucap prince.
“jangan suudzon dek, siapa tau aja ada masalah keluarga makanya dia ambil home schooling” tegur Queen.
“ini beneran kak, guru-guru yang membeberkan cerita tentang kehamilan revi” ujar prince.
“kalau guru-guru yang ember, berarti cessa juga ketahuan homeschooling karena hamil?” tanya king.
Prince menggelengkan kepala, “memang ada beberapa yang mengatakan cessa hamil tapi para guru bungkam, tidak ada yang berani buka suara jadi kesimpulannya, cessa hamil hanya isu dikalangan murid saja, rafa terlalu sempurna membuat semua guru dan kepala sekolah bungkam” puji Prince pada adik iparnya itu.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...