
“hmmm, farel dan Darel mau punya daddy gak?” tanya cessa.
"Kata mommy, daddy sudah ada di surga" jawab Farel dengan polos.
Cessa mengangguk, "iya daddy kalian ada di surga, tapi bukan berarti kalian tidak bisa punya daddy, kalian bisa mencari daddy untuk mommy kalian" ucap cessa dengan lembut.
"Daddy? bagaimana caranya kak?" seru darel dia lebih bersemangat untuk memiliki daddy.
"Cari orang yang bisa menyayangi kalian, dan yang kalian suka, bujuk dia untuk menjadi daddy kalian" usul cessa.
Darel dan farel tampak berpikir keras.
"kalian tidak ada suka sama pria yang di dekat mommy kalian? " tanya cessa lagi.
Keduanya saling berpandangan lalu mulut kecil Farel terbuka, "ada, tapi kami tidak tau apakah om itu mau jadi daddy kami".
" Siapa?" cessa penasaran dan langsung bertanya siapa pria itu, dalam hari dia berharap itu adalah abangnya.
Darel dan Farel saling menatap lalu menjawab dengan serentak "om king".
Mendengar itu cessa langsung memeluk keduanya dengan sayang, " om itu akan menjadi daddy kalian" gumam cessa.
"bagaimana caranya?" tanya keduanya dengan mata berbinar.
"hmm.. " cessa memberikan isyarat agar kedua kembar itu mendekat kepadanya. Setelah keduanya berjalan mendekat cessa lalu berbisik seperti membuat rencana.
"panggil om itu dengan daddy, lalu bertanya apakah boleh kami memanggil daddy" bisik cessa.
"benarkah bisa seperti itu?" seru Darel.
"bisa, percaya sama kakak" balas cessa pasti.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
"Jadi gimana ceritanya kamu bisa menikah tapi masih sekolah?" tanya Queen penasaran, saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju basecamp.
"hmm.. panjang ceritanya kak, karena ada insiden kecil dan kedua orang tua kami saling kenal dan cessa sama dia langsung dinikahkan deh" jawab cessa singkat.
"insiden? insiden apaan?" Queen semakin penasaran dengan cerita dari cessa.
"hmm... " cessa melirik ke belakang dimana darel dan Farel sedang duduk dan bermain game.
"si kembar gak bakal dengar, mereka kalau sudah di berikan ponsel untuk main game, bakal lupa dengan semua" ujar queen agar cessa mau melanjutkan ceritanya.
Cessa akhirnya mengangguk dan mulai menceritakan insiden yang membuat dia bisa sampai menikahi Rafa, hingga sekarang dia dan Rafa bisa saling jatuh cinta.
"waahhh seru banget kisah cinta kalian, kakak juga pengen punya kisah cinta seperti itu" celoteh queen setelah cessa menyelesaikan ceritanya.
mendengar ucapan Queen barusan kening cessa mengernyit, "kakak juga pasti indah dong kisah cintanya" pancing cessa.
Queen langsung terdiam dan tersenyum kaku, "hmm iya" jawab queen singkat.
jawaban itu semakin membuat cessa penasaran dengan sosok daddy dari si kembar, kenapa si kembar bisa ada, mengingat umur si kembar yang sudah menginjak 5 tahun dan akan masuk TK, karena ternyata si kembar belum masuk TK, keduanya hanya masuk playgroup.
Mata cessa melirik wajah queen yang langsung kaku dan melihat queen terus menatap si kembar dengan mata sendu, sepertinya ada suatu rahasia dari kehamilan queen.
"oke kita sampai!" cessa sengaja meninggikan suaranya untuk menghilangkan keheningan yang terjadi diantara mereka. "ayo kak! biar cessa kenalkan sama suami cessa" ajak cessa.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
"Kak kenalin ini suami cessa" cessa berdiri disebelah Rafa sambil menggandeng lengan pria itu.
"Hai, namaku Queensya Arissa, dan ini putra-putraku Farel dan Darel" Queen memperkenalkan dirinya pada Rafa dengan senyuman hangatnya.
"panggil Rafa aja kak.. " jawab Rafa menggantung dia masih tidak mengerti dengan ke datangan wanita itu.
"wanita yang abang king suka" bisik cessa untuk menghilangkan tanda tanya di kepala suaminya.
Rafa lalu tersenyum menyambut ketiga orang itu, "masuk kak, maaf Rafa bingung, tadi Rafa minta di belikan makanan dari restoran kakak, sekarang Rafa bingung bukan makanan yang dibawa tapi malah kakak" kekeh Rafa.
Queen masuk bersama kedua anak kembarnya, wanita itu tampak kagum dengan interior dalam basecamp itu, tempatnya terlihat sangat besar dan penuh dengan gambar-gambar animasi, si kembar juga tampak riang melihat tokoh game kesukaannya ada dimana-mana.
“jadi tadi cess kelupaan pesan makanan, restoran itu sudah tampak sibuk, jadi cessa bawa aja koki aslinya kesini, buat bantuin cessa masak, bolehkan?” ucap cessa sambil menggelantung pada suaminya.
“iya gak apa, nanti biar aku yang beli bahan makanan yang kurang” jawab rafa.
“gak perlu, abang yang akan mengantarkan bahan yang kurang” potong cessa cepat. “bawa si kembar main sana, biar aku masak” bisik cessa pada suaminya.
“Siapa nama kalian berdua?” rafa berjongkok di hadapan dua bocah kembar itu.
“darel kak”
“farel kak” jawab farel dan darel berganti-gantian.
“kalian suka main game? Mau bermain game?” ajak rafa lagi.
“mau!” seru keduanya cepat.
“Ayo” rafa menengadahkan kedua tangannya untuk meraih kedua tangan si kembar.
“Ayo” teriak keduanya senang.
.
Cessa dan Queen berada di dapur besar itu, Queen tampak cekatan dalam mengolah bahan makanan yang ada.
Cessa berkali-kali melirik Queen, membuat senyum kecil muncul di bibir Quenn.
“mau tanya apa?” suara Queen akhirnya muncul.
“A-anu cessa mau tanya tapi kakak jangan marah dan tersinggung ya” ucap cessa berusaha menjaga hati Queen.
Queen mengangguk dan menghentikan aktifitas memotongnya. “tanya aja, jangan di simpan-simpan gitu, tadi kamu sudah cerita tentang suami kamu, kakak juga bakal jawab apa yang ingin kamu tanyakan” ujar Queen.
“kakak hamil saat umur 16 tahun ya?” tanya cessa takut-takut.
Queen tertawa pelan lalu melirik kiri kanan, depan dan belakang, ingin melihat apakah ada orang disekitar mereka, terlebih queen tidak mau ada si kembar didekat mereka.
“Sebenarnya si kembar bukan putra kandungku, mereka berdua anak dari kakak tiriku..” Queen menjeda ucapannya.
“kakak tiriku hamil diluar nikah, pihak pria juga tidak mau menerimanya karena kami berasal dari keluarga bawah, begitu sikembar lahir, kakak meninggalkan si kembar pada ibu tiriku, tapi karena ibu tiriku tidak mau merawat cucunya, aku yang saat itu baru saja selesai sekolah di suruh untuk menjadi ibu angkat keduanya, aku diusir dari rumahku sendiri, dan harus menjadi ibu sambung keduanya, hanya berbekal uang tabungan aku mulai hidup sebagai wanita yang memiliki anak, aku yang ingin kuliah harus menghentikan impianku untuk membesarkan si kembar” ungkap Queen.
Cessa sempat terdiam mendengarkan cerita dari Queen, “apakah darel dan farel tau jika mereka bukan anak kakak?” tanya cessa.
Queen menggelengkan kepalanya pelan, “tidak tau, aku juga tidak ingin mereka mengetahui itu, aku sudah menyayangi mereka seperti putra kandungku” ujar Queen.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...