
“Kita sampai Princess” ucap Xelo.
Rafa sedikit memandang Xelo dengan mata memicing marah.
“ck” Xelo berdecak, “Nama istri lo emang princess kan, jangan cemburu gitu, gue Cuma manggil nama dia aja” kekeh Xelo.
“emang benar sih, papi juga sih yang kasih nama seperti itu, yuk turun sayang” ajah Rafa.
Cessa menatap sekolahannya lalu memandang Rafa, “nanti kalau mereka meng_” ucapa cessa berhenti karena Rafa lebih dulu membungkam mulut cessa dengan bibirnya.
Xelo berdecak kesal dan turun lebih dulu untuk bertemu dengan istrinya.
“yang~ aku takut” lirih Cessa disela ciumannya.
“Tidak ada yang perlu ditakuti, kita tidak melakukan kesalahan, kamu hamil bukan diluar pernikahan, kita tidak melakukan kejahatan apapun” ujar Rafa lembut.
Cessa akhirnya mengangguk dan turun dari dalam mobil.
“lama amat sih dek” teriak Prince yang sudah menunggu diluar mobil.
“Abang belum pulang sekolah?” tanya cessa bingung.
“Tuh suami lo mau main sekolah-sekolahan” kekeh Prince.
Cessa memandang suaminya dan orang-orang di sekeliling, parkiran sekolah memang penuh dan banyak wajah-wajah yang terlihat asing baginya.
“Cessa! Yuk ke kelas” Juli menggandeng sebelah tangan Cessa dan Devi sebelahnya lagi. “Hari ini kamu duduk di samping aku ya” lanjut juli lagi.
Cessa masih menatap bingung dengan sekolahan yang tampak beraktifitas seperti biasa, ada yang bermain basket, ada yang duduk di kelas, dan seperti aktifitas sekolah biasanya. Hanya saja sedikit keanehannya adalah postur tubuh para murid yang bisa dikatakan seperti seorang bodyguard.
Xelo berdiri didepan pintu kelasnya dengan berkacak pinggang, “kalian para mudir bandel, lama banget masuk kelas aja” ujar Xelo.
Cessa melongo lalu menolehkan kepalanya pada Rafa, suaminya itu hanya mengedikkan bahu dan tersenyum simpul.
“Wahhh ellena bisa buat novel ini, judulnya suamiku adalah guruku” ledek Dava diikuti tawa yang lainnya.
Ellena yang diledeki hanya menunduk malu, apa lagi saat ini Xelo terlihat sangat tampan.
“Belajar apa bang?” teriak Prince.
“abang! Abang! Emang gue abang lo! Gue guru disini!” ujar Xelo yang berpura-pura sangar, tapi malah terlihat sedang melucu.
“Guru tapi bicara pakai gue dan lo” ledek Rendy terawa pelan.
“Kan namanya juga baru, jangan diserobot aja dong, ini pertama kalinya jadi guru” ucap Xelo. “sayang kamu mau belajar apa?” tanya xelo pada Ellena.
“ini guru pedophil! Mau dihajar pak!” teriak Dava.
“Istri gue ini!” balas Xelo tidak mau kalah.
“Belajar system reproduksi pak!” teriak Alif diikuti tawa yang lainnya.
Xelo menggelengkan kepalanya, “kalau itu saya tidak bisa mengajarkan, saya lebih suka praktek” ucap Xelo sambil mengedipkan sebelah matanya pada Ellena.
“Pak jadi guru jangan genit, godain muridnya terus” ujar rafa.
“Oke kita serius, sekarang kita belajar Tekhnologi informatika saja” ucap Xelo serius karena rafa sudah mulai berbicara.
Cessa tersenyum dan memandang suami tampannya dengan kagum, rafa bisa melakukan apapun yang dia inginkan.
.
Bunyi bell sekolah terdengar dan para murid mulai riuh.
Cessa tertawa saat melihat ada beberapa orang yang berlari keluar karena ingin cepat sampai kantin sekolah, Rafa memang menyeting semuanya seperti kehidupan sekolah sehari-hari.
“Yuk ke kantin yang” ajak Rafa.
Cessa mengangguk dan meraih tangan rafa yang tadi pria itu ulurkan padanya.
“siapa mereka semua yang?” tanya Cessa berbisik.
“maksudnya yang mana?” tanya balik Rafa.
“itu para actor yang berperan sebagai murid sekolah”
“hanya beberapa kenalan” jawab Rafa. “perut kamu tidak apa kan yang?” lanjut rafa lagi khawatir.
Cessa meletakkan tangan rafa diperutnya, “pengen dielus sama papi nya” kekeh cessa.
.
“sana cepat lamar Devi, biar gak iri” balas rafa.
“mana berani si dava” Xelo ikut nimbrung duduk bersama mereka dengan dua mangkuk bakso ditangannya.
“Sejak kapan guru makan bersama seperti ini?” sindir Prince.
“jangan gitu amat lah, gue Cuma acting disuruh bos besar tuh” xelo menujuk Rafa yang sedang asik menyupi istrinya makan bakso dan nasi goreng.
“Lo emang penguasa ya fa, bisa-bisanya buat sekolah jadi seperti ini” ujar Prince.
“demi istri apapun akan aku lakukan” jawab rafa, dia masih fokus menyuapi istrinya makan.
“Rafa mah emang suami idaman banget” puji Devi.
“Beb, aku juga bisa seperti rafa loh” ralat Dafa yang tidak mau Devi memuji Rafa.
“iya kapan ya bisa seromantis rafa, tu liat dia suapi istrinya soo sweet banget gak sih” puji Devi lagi.
Dava langsung menyendok makanannya dan mengarahkan pada Devi, “nah aaa”
“ini ikhlas gak?”
“ikhlas untuk calon istri” kekeh Dava.
“wuuueeeekkk calon istri apaan, emang kapan tanggal nikahnya” ledek Prince.
“akan segera menyusul” jawab dava.
Mereka semua tertawa mendengar ucapan Dafa, dan hari itu cessa sangat senang karena permintaannya semua dipenuhi, dia juga sempat menonton suaminya tanding basket di lapangan basket bersama beberapa murid bohongan yang disuruh rafa.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...
“Kenapa sih kemarin kita gak boleh lama-lama disekolah?” tanya salah satu murid penasaran.
“gak tau juga, aku juga penasran” jawab yang lainnya.
Memang banyak murid-murid yang penasaran tentang hal itu, tapi tidak ada satu orangpun yang mengetahui alasannya karena memang semua sudah diurus xelo dengan sempurna.
“Tidak usah pertanyakan tentang itu, kita bicara tentang Revi saja, aku liat dia kemarin di mall”
“Revi? Bukannya dia pindah keluar negri?”
“Tidak, dia hamil dan masih ada di kota ini”
Kerumunan itu mulai ramai karena berita tentang kehamilan.
“Gak mungkin lah, gue gak pernah liat dia kok” ucap ana.
“gak percaya ini, gue punya buktinya” wanita yang pertama kali berbicara itu memberikan bukti mereka.
“Ya ampun, perutnya!” di foto itu terlihat revi yang mengenakan pakaian ketat dan Nampak perut Revi yang menonjol.
“Jangan kan itu gue punya foto Cessa yang sedang hamil, tapi perutnya lebih besar dari perut revi, seperti orang sedang hamil 6 bulan” prince yang sejak tadi diam mulai terusik ketika nama adiknya mulai dibicarakan, mereka semua juga sedang memandang prince yang sedang sibuk membaca buku.
“Prince, adik lo MBA ya? Makanya dia keluar dari sekolah” celetuk Sony.
Prince masih diam tidak menggubris ucapan sony.
“gak bisa bicara ya, atau gak bisa membela diri, keluarga lo pasti malu banget ya, gimana jika tersebar keluar?” sony kembali memanasi Prince agar pria itu emosi.
Prince menutup bukunya sambil menatap Sony dan tersenyum sinis, “mulut lo mirip mulut cewek ya? Gak bisa sehari saja tidak mengurusi hidup adik danadik ipar gue? Sudah jelas tentang kehamilan adik gue dan pernikahannya tersebar pada semua anak sekolah ini, itu artinya mereka tidak melakukan kejahatan, dan satu hal lagi, wajar perut adik gue besar, dia hamil kembar tiga, ahh~ kenapa gue mesti jelaskan pada orang-orang gila seperti kalian” sindir Prince, setelah itu dia kembali membaca bukunya.
“GILA! Lo mau cari masalah sama gue!” pekik Soni emosi, saat dia hendak mendekati prince badannya ditahan oleh teman-temannya, agar tidak mengganggu prince.
“Sudahlah son, biarkan aja, yang ada lo yang bakal masuk ruang BK” ucap salah satu teman soni mencoba menenangkan.
... 🌜❄❄❄❄🌛...
Ada yang nanya pasangan elena dan Xelo tidak ada, soalnya gak boleh masukkan lebih dari 5 foto, jadi terpaksa deh tidaka dimasukkan, sekarang kita masukkan pict Ellena dan Xelo, pasangan beda usia