
Gavin dan Revi telah mengemas barang-barang mereka berdua, keduanya telah di usir secara tidak hormat oleh kedua orang tua gavin.
“pa, ma, gavin dan Revi pamit” ucap Gavin sendu, dia sudah berusaha momohon dan bersujud tapi papa ali tetap tidak mau menarik keputusannya, baginya semakin dia memaafkan Gavin maka putra sulungnya itu tidak akan pernah menjadi dewasa.
Papa ali dan mama Reta sama sekali tidak menjawab ucapan pamit kedua pasangan suami istri itu, mereka dengan cepatnya menutup pintu begitu Gavin dan revi keluar dari rumah.
‘brak’
Gavin mengepalkan tangannya dengan kesal, dia memang dibiarkan memakai apa yang dia punya tapi dia tidak boleh masuk ke perusahaan papa ali lagi, pria itu mengeluarkan gavin dari perusahaannya dan membiarkan putra sulungnya itu berusaha sendiri.
“Antarkan aku ke rumah orang tuaku” ucap Revi dingin saat dia masuk kedalam mobil gavin.
‘Plak’ tangan Gavin dengan cepat menampar pipi istrinya itu.
“ini semua gara-gara kamu! Seandainya kamu tidak membahas rencana itu di dalam kamar, rencana kita pasti akan berhasil” maki Gavin.
“Aku?!” revi menunjuk dirinya dan menatap Gavin dengan mata menyalang marah. “Jika rencanamu berhasil apa kau tidak akan dimarahi oleh papa?!” maki balik Revi.
“Papa tentu saja marah tapi jika cessa hamil maka tidak ad acara lain selain membuat mereka cerai dan cessa akan dinikahkan denganku karena itu adalah anakku” bentak Gavin.
“huh” Revi mendengus kesal, “terlalu percaya diri, bukan hanya aku yang membahas masalah ini, tapi kau juga yang membahas rencana itu bahkan sebelum aku menanyakan rencana apa!” lanjut Revi kesal.
‘brak’ Gavin memukul Stir mobilnya dengan kesal, “sialan ini semua gara-gara adik sialan itu, seandainya dia tidak pernah hadir didunia ini aku tidak akan menjadi seperti ini” teriak gavin kesal.
“terserah kamu mau marah atau tidak! Aku ingin pulang sekarang juga! Aku tidak bisa hidup miskin bersamamu! Kalau perlu ceraikan aku!” umpat Revi kesal, pipinya berdenyut nyeri akibat tamparan yang diberikan Gavin tadi.
“Apa?! Cerai? Tidak akan! Aku tidak akan menceraikanmu! Sampai tujuanku mendapatkan cessa terkabulkan! Dan aku tidak akan mengembalikanmu!” bentak gavin, dia mulai menjalankan mobilnya menuju apartemen yang pernah di hadiahkan kepada dirinya saat dia berumur 21 tahun.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...
Tidak terasa waktu seminggu, bulan madu King dan Queen berakhir, kedua orang itu pulang ke rumah kedua orang tua King.
“mas, kita tinggal di rumah orang tua kamu aja ya” ujar queen saat dalam perjalanan menuju rumah.
“Loh? Kenapa gitu? Biasanya banyak orang yang gak mau tinggal dengan mertuanya, kenapa kamu justru mau tinggal bersama kedua orang tuaku?” tanya king bingung.
Queen memberikan senyuman tuluspada king, “aku merindukan kasih sayang kedua orang tua, papi dan mami adalah mertua yang sangat baik, aku ingin merasakan kasih sayang orang tua lagi, apakah bleh?” tana Queen.
King membalas senyuman Queen, dan mengelus puncak kepala istrinya itu, “baiklah my Queen, semua perintahmu akan dilaksanakan, tapi kamu harus cerita jika ada masalah yang terjadi dengan orang tuaku, hidup dengan mereka terkadang kita harus lapang dada, papi dan mami itu suka ceplas seplos, kadang omongan yang keluar dari mulut mereka harus di maklumi, jadi jangan memendam amarah ya” peringat King sebelum Queen benar-benar hidup bersama keluarganya.
Quenn menganggukkan kepalanya setuju, baginya marah dan nasehat kedua orang tua King sangat berarti dia sudah lama tidak menerima kemarahan orang tuanya.
“kita belikan si kembar makanan gak?” king sedikit menoleh pada Queen lalu kembali melihat kearah depan.
“keduanya sangat suka roti, belikan saja roti maka mereka akan senang” ujar Queen.
King mengangguk, “baiklah kita akan ke tempat toko roti langganan mami”.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...
“Mommy! Daddy!” pekik Farel dan Darel begitu melihat kedua orang tuanya turun dari mobil.
King dan Queen sama-sama berjongkokdan merentangkan kedua tangannya, menunggu sikembar masuk ke dalam pelukan mereka.
“kalian tidak nakalkan sama oma dan opa?” tanya Queen.
Darel yang berada dalam gendongan Queen menggelengkan kepalanya, “kata opa, kalau kami jadi anak baik kami akan diberikan dedek bayi, mommy mana dedek bayinya, kok darel gak Nampak?” Derel berusaha mencari kesetiap barang bawaan yang di bawa Queen dan king.
“Ohh~ jadi mana adeknya dad, biar farel yang kasih makan biar cepat besar” ujar farel polos.
“Dedeknya ada dalam perut mommy” tunjuk King.
Queen melotot pada suami tampannya itu, bisa-bisanya king terang-terangan mengatakan seperti itu, belum tentu perutnya sudah terisi, king memberika harapan palsu pada kedua putra kembarnya.
“kok dalam pelut mommy?” tanya darel bingung.
“dulu darel dan farel juga seperti itu, setelah besar kalian keluar dan lama-lama menjadi seperti sekarang, jadi darel dan farel harus jaga mommy ya, biar dedeknya sehat-sehat dalam perut mommy.
“iya” jawab serentak darel dan farel, kedua bocah kembar itu berucap seolah-olah mereka mengerti dengan ucapan yang keluar dari mulut daddy nya itu.
...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...
“Gimana permintaan mami dan papi udah ada hasilnya belum?” tanya papi to the point.
“huk huk huk”King dan Queen sama-sama tersedak berkat pertanyaan yang terlontar begitu saja oleh mulut papi harri.
“masih belum cek Pi, baru juga tanam benih seminggu, hasilnya pasti belum nampaklah”jawab king. “kenapa gak cessa duluan yang kasih papi dan mami momongan” celetuk king.
‘huk huk huk’ kali ini yang terbatuk-batuk adalah Rafa dan cessa.
“Rafa sih pengennya cepat bang, tapi istri rafa masih belum siap, dia gak mau cuti sekolah karena hamil, jadi rafa saranin abang aja duluan, abangkan gak ada halangan” balas Rafa.
"Iya umur cessa masih muda bang! abang yang lebih tua jadi harus berkontribusi lebih banyak adalah abang" tambah cessa.
"denger itu king hehehhe" ucap papi hari.
King hanya bisa menghela nafas, "iya-iya sabar dong, king kan baru pertama kali cocok tanam, posisi yang bagus tanam biar langsung tumbuh belum king ketahui jadi mohon bersabar ya para penonton" balas king.
"Dad, daddy kerjanya petani ya? darel mau ikut bantu tanam" seru darel bersemangat.
"nah loh! gara-gara orang dewasa bahas gak jelas didepan anak kecil, jadi ginikan" kesel mami dona yang sejak tadi diam. "hmm bagaimana nanti saat liburan kalian berdua ikut oma turun ke sawah kita tanam padi!" lanjut mami dona pada kedua cucu nya.
"Boleh oma?" tanya keduanya.
"tentu saja boleh" jawab mami dona lagi.
"emang tanah siapa mi? kita kan gak punya sawah" celetuk Cessa.
mami dona menatap putrinya itu, "ke sawahkan gak harus punya, kan masih ada wisata yang menawarkan turun ke sawah, ini ni kalau nikah gak pakai bulan madu, gak tau ada wahana wisata apa aja" ledek mami dona.
"ya elah cessa kan lupa mi" gerutu balik cessa.
semua yang ada disana hanya ikutan tertawa mendengar perdebatan ibu dan anak itu.
Queen juga tersenyum dan tertawa bahagia, bisa berkumpul bersama keluarga seperti itu biasanya dia hanya makan dalam keheningan, tidak seperti sekarang yang dipenuhi canda tawa, queen sedikit mengelus perutnya berharap jika permintaan kedua mertuanya sudah hadir di sana, dia ingin melihat kedua mertuanya bahagia.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
Terima kasih buat semua dukungannya, berkat kalian author semangat lagi, setelah meluapkan kekesalan author jadi bisa semangat lagi, Terima kasih tetap membaca novel ini walau author masih banyak kekurangan semuanya masih mendukung, Terima kasih banyak ya.. kalian adalah sumber semangat author untuk tetap menulis, tetap nantikan chapter selanjutnya ya.
bonus pict : princess istri dari rafa