
“assalamualaikum ma” sapa Cessa sambil mencium tangan mertuanya itu.
“waalaikumsalam, kalian kok lama banget sih” ujar mama reta, tangannya sudah mengelus lengan menantu kesayangannya itu.
“Itu ma, anak mama banyak banget yang gak bolehnya, disuruh hapus make up lah, disuruh ganti baju lah, banyak banget ma ribet kalau cessa pergi” adu cessa pada mertuanya.
Bukannya marah mama Reta malah senang menantunya mengadu padanya, dia mencubit gemas perut Rafa, “jangan suka larang-larang, kasian kan” kekeh mama Reta.
Cessa melirik Revi yang menatapnya kesal, karena terlihat sangat akrab dengan mertuanya, tiba-tiba ide jahil cessa muncul. Dia menarik lengan Rafa dan menggandeng lengan Rafa dengan manja, “Revi selamat ya untuk pertunangan kalian berdua” ucap cessa dengan senyuman palsunya.
“makasih Cessa” ujar Revi dengan senyum palsu juga.
“kamu pasti terkejut, aku adalah tunangan Rafa yang sesungguhnya, kamu boleh sebarkan di sekolah kok, aku gak masalah” ujar cessa lagi, senyum gadis itu tidak pernah luntur saat melihat Revi.
“Ma, mana baju untuk kami berdua” tanya Rafa, dia tidak mau istrinya itu membuat acara yang dibuat gavin dan Revi hancur berantakan.
“Ada sayang, Imel tolong ambilkan baju yang sudah saya siapkan ya” perintah mama reta pada salah satu karyawannya.
“Waah ternyata memang benar kata ibu, menantu ibu yang ini cantik juga, bahkan lebih bantik” ucap Frans, pria yang berdandan seperti Wanita.
Rafa yang melihat ada pria yang memuji istrinya segera menyembunyikan istrinya itu dibelakang punggungnya.
“bu, ini bajunya” ujar karyawan yang tadi mengambilkan baju untuk pasangan Rafa dan cessa.
“makasih ya, nih kalian coba dulu” Mama reta menyodorkan dua buah baju pada mereka berdua.
“Makasih ma” ucap Cessa tulus sambil berjalan ke ruang ganti.
.
Rafa yang lebih dulu keluar dari ruang ganti, tampak semua karyawan mama Reta menatap kagum pada pria itu, termasuk Revi yang sedang duduk di sebelah Gavin, dia terus menatap Rafa dengan kekaguman.
“Ma, cessa butuh bantuan” panggil cessa di ruang ganti, tapi saat mama reta hendak masuk malah Rafa menahannya dan akhirnya yang masuk ruang ganti itu adalah Rafa.
.
Rafa masuk tanpa mengucapkan sepatah katapun.
“ma bantuin cessa tarikan ritsleting nya , cessa gak nyampe” pinta cessa, dia mengira mama Reta yang datang.
Tanpa suara rafa menarik ritsleting cessa.
“Makas__ RAFA!!!” pekik cessa dari dalam kamar ganti.
“Stttss, ngapain teriak gitu?” tanya Rafa.
“I - iya kan cess panggilnya mama, bukan kamu ! inikan kamar ganti Wanita!” kesal cessa.
Rafa mendekati cessa mengunci badan gadis itu sehingga tidak dapat kabur kemanapun, “jangan berteriak, nanti orang diluar akan berpikir macam-macam, apa salahnya suami kamu yang bantuin” bisik Rafa tepat di telinga Cessa.
“salah Fa, disini kan orang Taunya kita Cuma tunangan” balas cessa dengan suara yang pelan.
“Gak apa, mama juga gak nahan aku untuk masuk kesini” ujar Rafa.
“ya udah sekarang keluar ya, aku mau nunjukkin ini ke mama” Cessa akhirnya pasrah dengan kelakuan absurd suaminya itu.
“Gak boleh” tahan Rafa.
“kenapa lagi? Aku gak ada pakai make up lagi kok” Cessa menunjukkan mukanya lebih dekat ke arah Rafa agar pria itu bisa memeriksanya.
“Iya tetap gak boleh” ujar Rafa.
“Ma ! Mama!” teriak Cessa dengan kuat.
“Ya ampun ada apa ini?” tanya mama Reta yang masuk kedalam kamar ganti dengan terburu-buru.
Cessa merengut sebal, “ma, ini ni anak mama gak bolehkan cessa keluar, padahal cessa mau tunjukkan bajunya ke mama” keluh Cessa sambil menunjuk Rafa yang masih mengunci dirinya.
‘Puk’ mama reta mendekat dan memukul lengan Rafa pelan, “Apa lagi yang kamu lakukan sama mantu kesayangan mama” gerutu mama reta.
Mama reta tertawa keras mendengar celotehan anaknya itu, “Kamu ini ada-ada aja fa, pasangan kamu ini, udah cantik dari sananya, mau di dandani bagaimanapun udah tetap cantik, gak bisa ditutup-tutupi lagi, udah gak usah protes, ini mama yang sengaja pilihkan, biar mantu mama ini gak ada yang ngeremeh kan” putus mama Reta.
Cessa menyikut lengan Rafa dengan pelan, “tu dengar kata mama, udah cantik dari sananya, jadi gak bisa di ubah lagi, jadi terima aja punya istri cantik seperti aku” kekeh Cessa.
‘Cup’ Sempat-sempatnya si Rafa mencium sekilas bibir cessa hingga membuat mama reta dan cessa melongo.
“Rafa!” pekik cessa.
“ya ampun Fa, jangan di depan mama juga, ya udah kamu kasih kode ke mama untuk segera pergi dari sini kan?” tanya mama reta.
Rafa mengangguk pelan.
“gak mau tunjukkin istri cantik kamu?” suara mama reta sedikit di pelankan agar tidak ada yang mendengar saat mama reta mengatakan istri.
“Nanti aja pas Hari H, biar semuanya pada susah tidur” kesal Rafa.
“kalau gitu kita keluar biar cessa bisa ganti baju lagi” mama reta segera menarik tangan anak bungsunya itu untuk segera keluar.
“gak boleh tetap disini?” gurau Rafa.
“gak boleh!” tolak cessa cepat.
Rafa dan mama reta terkekeh melihat wajah cemberut cessa.
“kamu ini ada-ada aja gangguin mantu mama terus” kekeh mama reta sambil menarik tangan rafa untuk keluar.
“Lucu ma, liat tampang terkejutnya itu” kekeh Rafa.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
“Mana mantu cantiknya bu?” tanya salah satu karyawan yang tidak sabar melihat cessa yang keluar dengan baju yang sudah di siapkan.
Mama reta tersenyum dan melihat wajah putranya yang terlihat sedikit kesal saat Frans Kembali penasaran pada istri cantiknya.
“Aduhhh sepertinya kalian tidak bisa melihat nya, udah disuruh ganti lagi sama anak saya” ucap mama Reta dengan tawa kecilnya.
“loh kok gitu, mas” tampak beberapa karyawan yang memang menunggu Cessa sedikit kecewa.
“Liat aja noh, mantu yang itu” rafa menunjuk Revi dan gavin yang masih mengenakan pakaian pertunangan mereka. “Ma rafa langsung ganti ya” tanpa menunggu jawaban mamanya dia segera Kembali ke ruang ganti untuk segera mengganti bajunya.
“Ya ampun mas ganteng kok bisa aneh seperti itu bu?” tanya Frans bingung.
“Dia cemburu liat kamu perhatikan istrinya terus” ledek mama Reta.
“ya ampun, eyke itu Sukanya yang pisang, kok cemburu sama eyke sih, mas ganteng lucu banget sih bu” ucap Frans.
“enak aja bilang-bilang Lucu, punya cessa itu” Cessa keluar dari kamar ganti setelah mengganti Kembali bajunya dengan yang tadi.
“Ya ampun cantik jangan cemburu gitu, eyke mikir-mikir lagi kalau mas ganteng udah punya yang secantik ini mana mungkin eyke berani nikung, susah coy” ucap frans dengan gaya kemayu nya.
Cessa tersenyum dan tertawa keras, “bagus, kamu sadar tapi ada orang yang gak sadar-sadar walau udah ditolak ribuan kali” ucap cessa sambil menatap Revi.
“Aduhh siapa itu?” tanya Frans penasaran.
“Ada teman sekolah cessa” Cessa Kembali menatap Frans dan tersenyum.
Rafa yang baru keluar dari kamar ganti melihat istrinya tersenyum langsung mendekati cessa dan Frans.
“Ma rafa langsung pergi ya” rafa cepat-cepat menyalami mama Reta sambil menarik tangan Cessa.
“Ihhh kok buru-buru banget sih, cessa kan masih mau ngomong sama mama” keluh cessa.
“nanti aja, ma kapan-kapan Rafa ke rumah bawa cessa” pamit Rafa.
"Ma cess pamit assalamu'alaikum" teriak cessa yang sudah ditarik cukup jauh dari posisi mama reta.
...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...