Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
101. Surat Izin



“Lalu daddy kandung mereka kemana kak?” tanya cessa penasaran, dia takut daddy kandung dari si kembar akan mengganggu hubungan abangnya di kemudian hari.


“Aku tidak tau, seperti yang aku bilang, aku di usir dari rumah itu, hanya berbekal uang tabungan yang aku sembunyikan dan si kembar, aku mulai membangun restoran kecil hingga sekarang menjadi sebesar itu.


“Apakah ada kemungkinan mommy kandung dan daddy kandung keduanya muncul dan mengambil darel dan Farel dari kakak?” tanya cessa cemas.


Queen menggelengkan kepalanya, “aku tidak tau, aku berharap mereka tidak menemukanku, karena aku sangat menyayangi mereka seperti putra kandungku sendiri” lirih Queen, ketakutannya kembali muncul ketika cessa bertanya tentang orang tua kandung si kembar.


Cessa segera memeluk Queen dan mengelus punggung wanita itu, “terima kasih sudah mau cerita ke cessa kak, cessa akan pegang rahasia ini” ucap cessa.


Queen mengangguk dna menghapus air matanya yang ternyata sudah terjatuh saat tadi membayangkan si kembar akan di ambil paksa dari nya.


“Si kembar sebentar lagi masuk sekolah, apa kakak tidak ada niat mencari daddy mereka berdua?” goda cessa.


Queen menggeleng pelan, “ Siapa yang mau dengan wanita yang mempunyai anak seperti ku? Aku juga tidak ingin si kembar mempunyai daddy yang tidak menyayangi mereka, aku takut darel dan farel terluka jika aku memiliki pasangan” guman Queen pelan.


“Aku bersedia, aku juga sudah menyayangi darel dan farel seperti putra kandungku sendiri” Sebuah suara tiba-tiba muncul dari belakang mereka.


“Abang! Kalau nguping itu jangan ketahuan dong!” gerutu cessa.


King tersenyum pada adiknya itu, berkat cessa sekarang dia tau bahwa Queen belum memiliki siapapun dihatinya, “maaf, tapi terima kasih sudah mau bercerita pada adikku itu” ujar King.


“Bang bantuin kak Queen sini, cessa mau main sama si kembar dulu” cessa cepat-cepat menyingkir dari hadapan abangnya dan juga Queen, dia ingin kedua orang itu bicara empat mata.


.


“kamu marah?” tanya king takut-takut karena sejak cessa pergi, Queen tidak mengeluarkan suara sedikitpun.


Queen masih tampak asik memotong sayurannya.


“ini bahan yang kurang” king berusaha mencairkan suasana dengan cara memberikan bahan makanan yang tadi dipesan cessa melalui pesan. “Fix ini marah sama aku” ucap king lagi karena tidak ada jawaban juga dari Queen.


“Bukankah tidak sopan mencuri dengar kisah hidup seseorang?!” sindir Queen dengan mata memicing.


King tersenyum karena Queen akhirnya mau berbicara, pria itu lebih suka Queen mengomel atau marah-marah dari pada mendiamkannya.


“maaf, bukan sengaja mencuri dengar, tapi tidak sengaja, tadi aku mau bersuara tapi kalian berdua tampak serius berbicara, jadi aku ikut dengar aja, maaf jika aku menyinggungmu, tapi ucapanku barusan serius, aku mau menerima si kembar menjadi putraku, karena aku menyayangi mommy mereka, aku juga menyayangi mereka seperti kamu menyayangi mereka” ujar king.


Queen menunduk malu mendengar ucapan King, dia sudah tau king selama ini selalu mencari perhatiannya, queen selalu menjaga jarak pada king karena takut jatuh cinta pada pria tampan itu. Dia takut keluarga King akan menolaknya, karena dia sudah memiliki anak. Ini adalah pertama kalinya king menyatakan perasaannya pada Queen, walau kurang romantis tapi cukup membuat Queen menjadi berdebar-debar.


“makanan udah siap?” suara Prince membuat kedua orang yang saling menatap itu langsung salah tingkah.


“kenapa kamu disini Prince?” tanya King yang berpura-pura tidak terjadi apapun diantara keduanya.


“Abang gak tau, ini basecamp tempat Prince berlatih, jadi ya disini prince sekarang, dan yang jadi pertanyaan, kenapa abang ada disini? Menggoda kakak cantik itu dengan mata kakak?” ledek Prince pria itu membuka kulkas mencari sesuatu untuk dimakan.


“Sana pergi, abang lagi merayu kakak ipar kalian, ganggu aja” usir King. Queen langsung melotot kearah King, yang mengucapkan kata-kata itu.


“santai kakak cantik, di keluarga kami semuanya emang rada ceplas ceplos, welcome to bagaskara Family, kakak pasti akan disambut baik di keluarga bagaskara” ucap prince, dia melirik king yang sudah melotot menyuruhnya pergi. “jangan lama-lama merayunya, Prince dan yang lain udah pada kelaparan ini, otak sama tangan kami capek latih tanding terus” sambung prince sebelum dia meninggalkan dapur dengan sepotong apel di tangannya.


“yang di katakan Prince emang benar, papi dan mami menyambut baik wanita yang aku pilih menjadi istriku di masa depan, mereka juga tidak sabar langsung punya cucu yang bisa mereka ajak main” ucap King.


“bicarakan itu nanti saja, aku mau masak” ujar Queen, wajahnya masih memerah hingga telinga, dia snagat malu mendengar ucapan prince dan King.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...


“Wahhh ini enak banget pantas abang bisa habis makannya” puji Prince, saat ini mereka berkumpul di meja makan besar untuk menyantap masakan buatan Queen.


Prince langsung menoleh pada kekasihnya itu, “jangan cemberut gitu, gak bisa masak gak apa kok, asal buat sambal ulek di kamar bisa buat aku meleleh” kekeh prince.


King geleng-geleng kepala mendengar ucapan Prince, “setahun lagi prince! Jangan mikir yang aneh-aneh dulu” tegur king.


“tau nih, otak prince udah terpengaruh mommy dan daddy, suka banget ngomong gak ada filter, disini ada anak kecil tau” tambah cessa.


“Auntie, buat sambel ulek itu kok dikamar?” tanya darel kebingungan.


“Nah loh jawab prince!” teriak dafa pada prince.


“dapur abang itu ada di kamar, makanya buat sambal nya dikamar” Queen yang menjawab pertanyaan darel.


Prince langsung menunjukkan tanda hati pada Queen. “makasih kakak cantik” lalu dia mendekatkan wajahnya pada kekasihnya, “jangan cemburu, aku tetap mencintaimu sayang” bisik prince.


“jadi abang king? Kapan rencananya?” tanya cessa.


“rencana apa?” tanya king balik.


“ya tentu saja acara pernikahan abang sama kak Queen, darel sama farel mau kan, daddy king jadi daddy kalian?”


Queen yang sedang makan langsung tersedak karena pertanyaan spontan dari Cessa, emang keluarga Bagaskara jangan ditanya lagi, mereka semua rajanya buat orang-orang tersedak.


“mau!! Daddy king mau jadi daddy kami?” tanya darel dan Farel serentak.


King tersenyum dan mendekat pada farel dan Darel, “Tentu saja mau, siapa yang tidak mau punya dua jagoan ganteng seperti kalian”.


“Apa lagi yang ditunggu bang? Jadi kapan rencananya, biar menantu kesayangan papi yang buat acaranya” Prince menatap Rafa yang sejak tadi diam tidak bersuara. “mau kan?” kekeh prince.


Rafa mengangguk, “kapan abang maunya bisa rafa siapkan” balas Rafa.


“gak udah fa, abang sendiri yang persiapkan, kamu fokus aja sama kerjaan kamu, ini acara abang, kamu gak perlu biayai, abang Cuma lagi nunggu surat izin turun dari mommy queen, baru bisa lanjut lagi” Ucap king.


“Surat izin?” tanya semuanya serentak, sambil menatap kearah Queen. Queen yang ditatap semakin malu dan menundukkan wajahnya, tidak berani mengangkat wajahnya.


...🌜🌞🌞🌞🌞🌛...


bonus pict


ini orang tuanya



ini anak pertama-nya



dan ini anak kembarnya




Terima kasih masih mengikuti cerita ini dukung author terus ya like, vote dan hadiahnya jangan lupa