
Saat asik berbincang dengan teman-temannya Rafa memberi kode pada dua orang sahabat cessa, tadi dia sengaja mengirim pesan pada teman-temannya dan menyuruh kedua teman cessa untuk mengajak cessa jalan-jalan keluar khusus girls time.
“Cess, kamu masih sakit perutnya?” tanya Devi begitu melihat kode dari rafa.
“Udah gak sesakit tadi, emang kenapa?” balik tanya cessa.
“Kita jalan yuk khusus untuk cewek-cewek aja, pengen banget jalan khusus para Wanita aja” ucap juli.
Cessa menatap Rafa, dia ingin minta izin pada suaminya itu, “boleh fa?” ujar cessa.
Rafa mengangguk, “kalau udah gak sakit gak apa kok, boleh pergi sama teman-teman kamu, sayang” ucap rafa sambil mengelus puncak kepala cessa.
“benaran? Boleh?” tanya cessa sekali lagi.
Rafa mengangguk sekali lagi, “pakai uang dari aku, jalan sepuas kalian mau, beli apapun yang kalian inginkan aku tidak akan marah” ucap Rafa.
Cessa langsung memeluk dan mencium pipi dan bibir Rafa tanpa sadar di depan teman-temannya, “makasih fa” ucap cessa sambil terus menciumi wajah rafa.
“wuuiiihhh cewek kalau udah yang namanya ditraktir pasti senang, dan dapat yang enak tuh” ledek dafa.
Cessa langsung menghentikan ciumannya dia segera berlari menuju tangga untuk menganggti bajunya diikuti kedua teman lainnya.
“gara-gara lo berhenti kan jadinya” kesal Rafa.
Prince terkekeh, untuk rafa dan cessa sudah menikah, jadi sah-sah aja kalau mereka berciuman. “Udah nanti kan bisa cium setelah kejutannya” ucap prince.
“sstttuuuttttsss” rafa langsung menyuruh prince untuk tutup mulut melihat kearah tangga lalu menghembuskan nafas lega, dia memang ingin membuat kejutan untuk istrinya, makanya dia memberi kode pada sahabat cessa untuk membuat cessa pergi jalan keluar sampai nanti malam. “jangan bicara sekarang bahaya kalau dia dengar” tambah rafa dengan volume suara yang kecil.
“iya-iya maaf” ucap prince dan langsung mendepak tangan rafa dari mulutnya.
“untung lo abang ipar gue, kalau gak udah gue libas” kekeh rafa.
“emang mau buat kejutan yang bagaimana fa? Ada alat-alatnya?” tanya Dafa dengan volume kecil, masalahnya alat-alat untuk membuat kejutan masih membuat Dafa penasaran, apalagi masalah orang gila yang masih bersemayam disebelah juga belum rafa selesaikan.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...
Cessa, Devi dan Juli turun ke bawah secara bersama-sama kelantai dasar.
“Fa, kami pergi dulu ya” ucap cessa sambil menengadahkan sebelah tangannya meminta tangan rafa untuk diulurkan, setelah pria itu mengulurkan tangannya cessa langsung menggapai tangan rafa untuk mencium tangan suaminya itu.
“iya hati-hati” ucap Rafa sambil menarik tengkuk cessa untuk mencium bibir Wanita itu secara singkat.
“Hmmm mentang-mentang suami istri dikit-dikit cium bibir” sindir Dafa.
“Iri bilang boss” kekeh Cessa yang sudah berjalan menuju pintu keluar.
.
Saat baru saja melangkahkan kakinya keluar, cessa, juli dan Devi menghentikan Langkah kaki mereka saat melihat vila sebelahnya dimana Dina di geret oleh beberapa orang yang mengenakan pakaian dokter dan suster.
“APA-APAAN KALIAN! LEPASKAN AKU!” Teriak Dina tidak suka digeret oleh orang-orang itu.
Beberapa orang yanga ada disekitar sana langsung beramai-ramai melihat apa yang terjadi.
“LEPASKAN AKU! TOLONG! MEREKA ORANG JAHAT YANG MAU MENCULIKKU!” teriak dina.
Rafa, prince dan dafa ikutan keluar melihat apa yang terjadi dengan vila sebelah mereka.
“Sepertinya sudah mulai, penangkapan orang gila” gumam Rafa pelan.
Dina tidak sengaja menatap mata Rafa yang kebetulan juga menatapnya, “RAFA TOLONG AKU FA! MEREKA JAHAT SAMA AKU! AKU SUDAH JANJI GAK BILANG HUBUNGAN KITA KE ORANG ORANG TAPI KAMU MASIH SAJA JAHAT SAMA AKU FA!” teriak Dina pada Rafa.
“emang kamu ada hubungan apa sama dina fa?” tanya Dafa sambil menepuk bahu Rafa.
“Gila aja gue mau sama orang gila kayak dia, dah tau gila percaya aja sama omongan orang gila” balas ucapan Rafa pada Dafa.
Dafa terkekeh sambil menepuk bahu Rafa lagi, “hehehhe ya kali aja kamu memanfaatkan si gila Dina” kekeh pria itu.
“Maaf apa gadis itu teman kalian, dia sepertinya berteriak pada salah satu dari kalian” ucap salah satu penonton mendadak yang ada di sana.
“Dia itu gila, makanya di Tarik paksa seperti itu” ucap prince.
“Iya benar tu, dia barusan melarikan diri dari rumah sakit jiwa, makanya kami panggil pihak rumah sakit jiwa untuk membawa dia kembali menuju rumah sakit jiwa” Tambah Dafa sambil merangkul prince.
“Ya ampun cantik-cantik gila ternyata” ucap penonton yang melihat itu.
“kasian ya, kok bisa gila seperti itu” komentar salah satu orang yang menjadi penonton juga.
“Ini dia yang buat anak itu gila kak, karena ketampanannya banyak Wanita yang gila karena nya” Dafa merangkul Rafa dan menunjukkan wajah Rafa agar menghadap para Wanita yang menjadi penonton di sana.
“wahh jelas kakak itu jadi gila, itu yang buat orang jadi gila luar biasa tampan abis” komentar salah satu Wanita disana.
Cessa langsung merengut dan berbalik untuk menatap suaminya itu.
“MASUK KE DALAM SEKARANG!” ucap Cessa dengan mata memicing tajam.
“tapi, aku__” ucapan Rafa terhenti karena cessa memotongnya.
“Gak ada tapi-tapian! Mau tebar pesona kamu? Tu banyak banget cewek sexy yang sekarang bukannya menonton orang gila itu tapi menonton wajah kamu” sindir cessa. “cepat masuk” perintah cessa.
Rafa segera mengangguk dan masuk ke dalam vilanya.
“Yahh kok disuruh masuk sih kak, kita kan masih mau liat abang gantengnya” ucap salah satu penonton yang ada.
“Emang kalian pikir itu milik umum! Itu milik pribadi! Gak bakal boleh diliatin terus” ucap cessa dengan berkacak pinggang.
“yahh~ kakaknya pelit banget” ujar penonton yang kecewa.
“RAFA TOLONG!” teriakan Dina masih menggema saat dia hendak dimasukkan kedalam mobil rumah sakit jiwa.
“kasian banget ya kakak itu gila karena abang ganteng tadi, tapi wajar sih aku juga bisa jadi gila kalau liat abang itu lama-lama, gila karena ketampanannya, ganteng banget!” teriak histeris penonton dadakan itu.
Cessa segera berjalan menghindari para penonton itu dan segera menyetop taxi untuk mereka bertiga untuk jalan-jalan.
.
“Suami gue gak bakal di godain sama cewek-cewek ganjen itukan?” gumam cessa saat sudah berjalan menuju pusat perbelanjaan yang ingin dituju.
“tenang cess, rafa orangnya tidak akan pernah melirik cewek lain kok, gue sebagai saudara sepupunya bakal menjamin itu” ucap Devi sambil menepuk bahu cessa agar gadis itu tenang.
“gak tenang gue, apa lagi tadi ada cewek yang cantik banget, ditambah sexy lagi, dia Cuma mengenakan bikini aja” gerutu cessa.
“Udah jangan dipikirin, mending kamu kirim pesan sama suami kamu biar dia gak bukain, pintu buat cewek-cewek nakal itu, ancam aja bilang kamu pasang cctv diasana” ujar juli.
“CCTV? Rafa pasti tau kalau gue pasang cctv, dia ahli sama yang begituan” ujar cessa.
“Prince kan cctv berjalan kamu, dia bakal mengawasi adik iparnya, jadi kamu tenang aja” ucap Juli.
“Iya benar juga” ucap Cessa membenarkan, gadis itu segera meraih ponselnya untuk megirim pesan pada Rafa dan prince.
📨 To Prince.
'Awasi adik ipar kamu! Jangan mengundang Wanita-wanita sexy tadi ke vila, awas kalau aku cium ada parfume cewek aku libas kamu bang!'
Ancan cessa pada saudara kembarnya itu.
📨 To My husband
'Awas ngelirik cewek sexy diluar sana, auto gak dapat jatah selama sebulan'
Ancam cessa pada suami tercintanya.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...