Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
154. Firasat



“dek pulang sendiri ke basecamp bisa? Atau minta antarin sama teman kamu dulu” ujar Xelo pada Ellena melalui telepon.


“kenapa mas?” tanya Ellena, dari nada suaranya gadis kecil itu mulai khawatir.


“Cessa dan Rafa kecelakaan, mas sedang mengurus di kepolisian, jadi kamu pulang sendiri ke basecamp ya” jeas Xelo.


“apa kecelakaan?! Jadi gimana mereka mas? Baik-baik saja kan?” terdengar suara pekikkan Ellena dari ponsel.


“hanya lecet dan terkilir, sekarang sudah di bawa kerumah sakit, tapi mas harus ngurus dan menyelidiki siapa dalang penyebab kecelakaan nya” jawab xelo.


“baiklah, Mas tenang aja Ellen bisa minta antar sama teman ellen, dia jago bawa motor kok” jawab Ellena.


“hati-hati bawa motornya, nanti mas telepon lagi, assalamualaikum” salam Xelo sebelum menutup teleponnya.


“Waalaikum salam” jawab Ellena, dia menatap ami yang penasaran dengan dirinya.


“Ada apa? Siapa yang kecelakaan? Calon suami mu, len?” tanya ami penasaran.


Ellena menggelengkan kepalanya, “adik angkatnya mas xelo, sekarang sedang di rumah sakit” jawab ellena, masih terdengar nada cemas dari suaranya.


Selama mengenal cessa, ellena tau gadis itu sangat baik, dan mudah di ajak berteman, dia jadi sedih mendengar sahabat barunya itu kecelakaan.


“ya udah mau pulan sekarang? Biar aku antarin sekalian mau cuci mata, hehehe” kekeh Ami.


Ellena hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu. “Apa gue pesan Grab aja ya, biar gak ada pelakor di antara sahabat gue” kekeh Ellena.


“Yaahhh Len! Lo jahat banget! Kan masih banyak yang jomblo, dicerita lo! Gak mungkin lah gue bakal tertarik sama milik orang” gerutu Ami pada Ellena.


“iya iya, awas ya kalau naksir sama yang udah ada yang punya” ancam Ellena.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...


Mami Dona tampak merasa cemas dan memegangi jantungnya yang terasa berdenyut bukan hanya mami dona, tapi prince juga terus merasa gelisah selama berlatih tanding.


“assalamualaikum” salam papi Harri, king dan juga Queen yang baru saja sampai di basecamp.


“waalaikum salam, mana cessa dan rafa pi?” tanya mami dona saat melihat hanya tiga orang yang sampai di basecamp.


“masih dijalan, tadi cessa sama Rafa bawa mobilnya lambat banget pengen berduaan mungkin, jadi papi dan king tinggalkan saja” jawab papi harri.


“Ihh papi kok tinggalin sih!” bentak mami dona, entah kenapa perasaan wanita tiga orang anak it uterus saja gelisah, pikirannya terus tertuju pada Cessa dan Rafa.


“Ya elah mam, biar lah keduanya menikmati waktu bermesraan berdua, mami gak tanya gimana hasil sidangnya?” tanya papi harri.


“nanti aja! Mami cemas ini!’ gerutu mami dona lagi.


“cemas kenapa mi?” kali ini king yang bertanya.


“Ini adik kamu kok gak angkat-angkat telepon dari mami, kebiasaan suka silent ponsel!” kata mami dona yang sudah mulai emosi.


“Sabar mi, kok mami marah-marah gini sih, nanti darah tinggi mami kambuh loh” king meragkul mami dona dan mengelus lengan mami dona dengan sayang.


“Coba telepon Rafa aja” usul papi Harri.


“rafa kan nyetir papi! Mana mungkin dia bisa jawab!” bentak mami dona.


Papi harri langsung diam dan garuk-garuk tengkuknya, “ yad eh papi salah terus” ujar papi harri pasrah.


“Pi, cessa mana pi?” kali ini Prince muncul tiba-tiba, dan seperti mami dona, saudara kembar cess aitu juga merasa tidak tenang dengan keadaan cessa.


“masih di jalan” jawab Papi harri sekali lagi.


“Ihhh kok gak diangkat!” gerutu mami dona pada ponsel nya, karena cessa masih tidak mengangkat teleponnya, memang benar ponsel gadis itu sedang dalam mode silent tapi saat melompat cessa lupa membawa ponselnya yang ketinggalan di dalam tas.


“tenang mi, king coba hubungi Rafa aja ya, pasti nanti rafa minta tolong cessa untuk angkat teleponnya” king akhirnya mengambil keputusan untuk membuat mami dona dan prince tenang.


“dijawab?!” tanya mami dona penasaran.


📲“waalaikum salam” bukan suara rafa ataupu cessa yang mengangkat telepon, king manatap mami nya yang tampak cemas.


“gak dijawab mi, hehehe tadi ternyata operator mi, king permisi dulu ya mi, sesak pipis” king segera menjauh dari mami dona dan prince.


.


📲“Xelo? Kenapa ponsel Rafa ada sama lo?” tanya king, pria itu mendadak cemas.


📲“Lo udah jauh dari mami dona dan papi harr ikan?” tanya Xelo.


📲“udah, emang ada apa?” jawab king cepat.


📲“Rafa dan cessa kecelakaan_”


📲“APA! TERUS GIMANA_” teriakan king terhenti.


📲“Jangan teriak, mereka berdua masih hidup dan baik-baik saja hanya sedikit lecet dan terkilir” potong Xelo cepat.


📲“bagaimana ceritanya mereka bisa kecelakaan?” king akhirnya mengecilkan volume suara dia.


📲“Sepertinya ada yang menyabotase mobil rafa, karena saat polisi memeriksa, rem mobil rafa sudah dipotong, untung saja rafa tidak membawa mobilnya dengan kencang, dia hanya membawa mobil dengan pelan” jelas Xelo.


📲“bagaimana caranya mereka selamat dari rem yang blong?” tanya king cemas.


📲“rafa dan cessa loncat dari mobil yang masih jalan, dan membiarkan mobilnya menabrak tumpukan karung pasir di daerah xxx” jelas xelo sekali lagi.


📲“Di rumah sakit mana rafa dan cessa sekarang?” kata king.


📲“Rumah sakit terdekat yang ada di daerah ini, jangan beritau om dan tante dulu, aku takut mereka berdua syok, bisa bahaya jika rang tua mendengar anaknya kecelakaan” ujar xelo pelan.


📲“iya, tapi disini mami dona dan prince sedang cemas mereka sepertinya mendapatkan firasat cessa akan kecelakaan” balas King.


📲“Ahhh” terdengar helaan nafas panjang dari Xelo.


📲“Ya sudah kalau memang mau memberi tau, kamu beri tau mereka, tapi secara perlahan, beri tau dulu cessa dan Rafa baik-baik saja, baru tentang kecelakaannya” usul xelo.


📲“baiklah, sekarang kamu dimana xel?” tanya king.


📲“aku sedang ada di kantor polisi mengurus kecelakaan Rafa, dan membuat laporan penyelidikan” jawab xelo.


📲“aku percayakan padamu, tolong tangani kasus ini sampai tuntas, pakai saja jasa Fajri, bilang aku yang akan membayarnya nanti” ujar king.


.


King kembali menuju ruang istirahan, tampak mami dona masih cemas, Queen istrinya berada didekat mami dona sambil mengelus lengan wanita itu dengan lembut.


“Mi, jangan cemas lagi ya, tapi king telepon rafa dan cessa baik-baik saja kok” ujar king dengan lembut.


“Kenapa telepon kamu diangkat sementara mami gak diangkat?!” kesal mami dona.


“hmmm” King menatap mata papi harri meminta bantuan, tapi pria itu masih belum sadar dengan tatapan king karena sibuk menatap istrinya.


“ada yang terjadi pada cessa dan Rafa, bang?” selidik Prince yang menangkap mata cemas dari tatapan King.


King mengambil nafas panjang, “ada, tapi sebelum abang beritau abang katakana cessa dan rafa baik-baik saja, hanya lecet dan terkilir”.


“lecet dan terkilir?!” tanya serentak prince dan mami dona.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...