
“Biarkan aja Pi, prince sudah besar dia bisa menentukan pilihannya, toh yang menyesal adalah dirinya sendiri, lagian memang benar yang Rafa bilang, ngapain jauh-jauh buat menuntut ilmu, kalau ujung-ujungnya hanya untuk mmembuat perusahaannya yang sekarang makin besar,sekarang saja besarnya perusahaan rafa sudah mengalahkan papi dan om Ali, bagaimana jika lebih besar dari sekarang, cessa akan terlupakan mungkin” king akhirnya ikut bicara.
“King lulusan disini juga?” tanya daddy juli.
King menggeleng, “gak om, king lulusan dari Oxford university, susah om hidup jauh dari orang tua,banyak gak enaknya lulus dari sana, bahkan om liat sekarang, king jadi di dahuli sama adik-adik king karena terlalu fokus dengan kerjaan”.
“itu pasti kamunya pilih-pilih cewek ni, makanya belum ketemu jodohnya” ucap mommy Juli.
King hanya terkekeh pelan.
Disebelah mommy juli sebenarnya ada saudara sepupu juli yang tinggal disana, dia berasal dari kata lain dan berkuliah disana, jadi menumpang hidup dengan tantenya, gadis itu sejak tadi mengkode tante nya untuk menjodohkan dirinya dengan King.
“kalau Alin kuliah dimana?” mami dona bertanya lembut pada Alin, saudara sepupu juli.
“Ahh, dekat sini aja tan” jawab alin malu-malu.
“Tuh king ada cewek cantik kenapa di anggurin” ledek papi harri. Alin yang di puji papi harri langsung merona merah dan bersorak riang sudah dapat lampu hijau dari kedua orang tua king.
“maaf masih fokus kerja” jawab singkat king, pria itu hanya memakan sedikit makanannya.
“gak enak ya makanannya kak? Kok Cuma diliatin gitu, maaf ya alin gak terlalu bisa masak” ujar alin lesu.
“enak kok, tante suka kok masakannya, maaf ya, putra sulung tante ini memang payah banget makannya, dia hanya bisa menghabiskan makanan yang saya masak dan cessa masak” terang mami dona. Memang benar kenyataannya King sangat jarang menghabiskan makanan yang dibuat dari tangan orang lain, walau seenak apapun makanannya pria itu tetap tidak bisa menghabiskan makanannya. Mengingat tentang makanan pikiran king kembali pada janda yang berhasil membuatnya makan dengan habis, dari situ king mulai penasaran dengan janda itu, karena selain ibunya hanya makanan buatan cessa yang bisa dia habiskan, lalu ada orang baru lagi itu membuatking penasaran siapakah wanita yang berhasil membuat dirinya menghabiskan makanan itu.
“benarkah? Jadi gimana saat dia kuliah diluar negeri?” tanya mommy juli keheranan.
“saya sering buat makanan yang dibekukan untuknya, kemarin saat pulang dari luar negeri dia sangat kurus jeng, karena sulit makan itu, untung aja sekarang sudah mulai berisi kembali dan jadi tampan” ucap mami dona.
“tapi sayang belum laku” ledek papi harri, “yang ini payah banget diobralnya” lanjut papi harri lagi.
“emangnya tipe kakak king itu yang seperti apa?” alin kembali bertanya pada king.
“janda anak dua” ucap spontan king, sejak tadi dia tidak terlalu konsen mendengarkan pembicaraan mengenai dirinya, karena dia sudah bosan selalu diledek oleh keluarganya, dan tanpa sengaja mulutnya menjawab tanpa dia sadari.
“Apa?!” pekik mami dona dan papi harri bersamaan.
Sementara cessa dan rafa menahan tawa mereka agar tidak keluar.
“hah?! Apa pi ? mi?” king balik bertanya pada kedua orang tuanya.
“tadi abang bilang apa?” tanya mami dona.
King menatap keselilingnya bingung, “emang king bilang apa?” ucapnya.
“janda anak dua bang” prince mengulngi ucapan yang keluar dari mulut abangnya.
Mata king langsung molotot sempurna pada prince, dia tidak sadar telah mengucapkan kata-kata terlarang itu. “emang abang bilang gitu?” king berusaha mengelabui keluarganya, walau dia yakin tidak bisa.
“kok bisa abang ngomong seperti itu abang ada hubungan dengan janda anak dua?” ser umami dona.
“Hah! Abang ucap ngasal aja mi, jangan dipikirkan abang Cuma bercanda, habis papi ngejekin abang terus, jadi abang bilang asal aja” kekeh king.
“aku kira emang benar loh kak” alin mengelus dadanya karena terkejut dengan ucapan king tadi. “kak boleh minta nomor ponsel kakak?” tambah gadis itu.
King hendak menolak, tapi tidak mungkinkan, gadis yang meminta nomornya sebentar lagi akan menadi kerabatnya, jadi mau gimana lagi mau tidak mau king harus memberikan nomonya, di pikirannya nanti nomor alin akan dia blok sehingga alin tidak dapat menghubunginya.
“tadi mami bilang apa?” tanya king,dia masih belum yakin denga napa yang dia dengar.
“gak ada” jawab mami dona santai.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
Begitu sampai di rumah papi harri meminta rafa, prince dan king untuk datang ke dalam ruang kerjanya, dia merasa harus berbicara dengan ketiga anak laki-lakinya itu.
“kenapa pi?” tanya prince yang sudah duduk di hadapan papi harri.
“Apa memang benar abang sama Rafa gak amu lanjut kuliah?” tanya papi harri.
Rafa tersenyuim mendengar ucapan mertuanya itu, dia sudah pernah mengatakan pada papa dan mamanya dulu tertang keinginannya yang tidak mau kuliah di luar negeri, dan terkesan seperti tidak ingin melanjutkan kuliah, padahal dia akan lanjut, kedua orang tua rafa sama sekali tidak membantah atau memarahi mereka hanya diam dan tidak mengatakan bujukan apapun agar rafa menyadari kesalahannya, tapi mertuanya, malah bertanya padanya.
Papi harri yang menganggap Rafa adalah putranya tidak ingin rafa mengambil jalan yang salah. Makanya dia sengaja mengajak rafa juga, bukankah sekarang rafa juga putranya.
“bukan tidak mau kuliah pi, tapi tidak mau kuliah di luar negeri atau kota lain, mau kuliah yang dekat sini aja, rafa tidak mau cess jauh dari papi dan mami” jawab Rafa sopan.
“lalu kamu prince?” papi harri kini menatap prince.
“sama, prince mau ambil kampus yang dekat dengan rumah dan basecamp” jawab prince santai.
Papi harri menghela nafas panjang, “syukurlah, tapi kalian jangan tidak kuliah ya, memang tujuan akhirnya adalah tentang pekerjaan, tapi Pendidikan tetap penting, kalian nanti yang akan memberi contoh pada anak-anak kalian, iya jika anak kalian sepintar kalian, jika tidak? Dia akan menganggap sekolah tidak sepenting yang kalian pikirkan” nasehat papi harri.
“dan kamu king” papi harri menatap putra sulungnya itu, “siapa janda yang kamu taksir?” tanya papi.
“hah?! Papi apa-apaan sih, kan udah king bilang king Cuma bercanda” protes king cepat.
“ucapan yang keluar secara spontan itu biasanya kebenaran king, katakana saja siapa? Papi bukan mau menolak janda itu, tapi papi akan membantu kamu mendapatkannya, udah besar seperti ini masih juga sulit mendekati wanita” ledek papi harri.
“papi bolehkan? Dia sudah punya anak dua orang loh pi?” ucap king cepat.
“ternyata ada kan?” kekeh papi harri.
Prince tertawa keras, “masuk jebakan batman!” kekeh prince, dia puas melihat muka abangnya yang sudah semerah tomat.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
bonus pict
King Arfandra Bagaskara, bang kesayangan keluarga Bagaskara, cool diluar tapi hangat dengan orang terdekatnya
janda dua anak, masih rahasia namanya.
Alin saudara sepupu Juli