Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
65. Kehabisan obat



cessa membuka matanya yang terasa sangat berat, dilihatnya Rafa duduk disebelah kasurnya sambil sibuk dengan laptop kerja pria itu. Rafa bahkan tidak mengenakan pakaian atasnya dia hanya mengenakan celana boxer.


"Fa... " panggil cessa dengan suara serak.


Rafa langsung menolehkan kepalanya untuk melihat kearah cessa yang memanggilnya.


"hmmm? kenapa sayang?" seru Rafa sambil mengelus pipi istrinya itu.


"kapan kita ke villa tempat abang dan yang lainnya?" tanya cessa.


Rafa menutup layar laptopnya dan masuk kembali kedalam selimut untuk memeluk istrinya itu. "kenapa? kamu rindu dengan mereka?" ucap Rafa.


Cessa mengangguk cepat, berada di hotel hanya akan terus menjadikan dirinya santapan oleh Rafa terus menerus.


"kangen apa pengen kabur" kekeh Rafa pria itu sudah membuat cessa kegelian karena sejak tadi Rafa memberikan tanda kepemilikan di leher dan tengkuk cessa.


"pengen kabur dari kamu, bisa jadi ni yang di perut di gencet terus, gak pakai pengaman lagi" celoteh cessa dengan mulut yang di majuin.


'cup' Rafa kali ini mengecup bibir cessa dan tertawa kecil pria itu duduk sebentar untuk mengambil minum, masih dengan tawa khasnya sambil melihat istrinya itu semakin cemberut saat Rafa menciumnya.


"Cium-ciun terus gak bosan apa" keluh cessa.


Rafa semakin tertawa keras, hari ini pria itu merasa sangat senang, mungkin kalau ada gavin yang mengajaknya berantem Rafa tidak akan menggubris nya karena suasana hati pria itu sangat berbunga-bunga.


"Bukannya kamu duluan yang minta baby" ujar Rafa disela tawanya.


"gak ada cess minta cium" ucap cesaa yakin.


Tangan Rafa terarah mencubit bibir cessa yang di monyongin, "ini bibir di majuin biar minta cium kan" ledek Rafa.


"ihhh ini tandanya cessa sedang ngambek bukan minta cium" ucap cessa.


Rafa tidak menjawab lagi dia hanya tertawa sambil kembali memasuki selimut dan menjalankan tangannya untuk melancarkan aksinya.


"kan! kan! mulai lagi!" gerutu cessa.


"enggak kok cuma pegang, masih sakit gak" kekeh Rafa.


"ihh alasan, udah cepat ke bila yukk katanya mau ngelatih anak-anak itu untuk pertandingan" ujar cessa sambil menahan tangan Rafa yang mulai memberikan elusan pada perutnya yang tidak memakai penutup apapun.


Rafa menghela nafas panjang, lalu dia melepaskan cessa dari pelukannya, "ya sudah sana cepat siap-siap, kalau lama aku makan lagi kamu" ujar Rafa dengan mengedipkan matanya pada cessa.


"Iya iya" jawab cessa cepat gadis itu berlari menuju kamar mandi dengan selimut yang menutupi badannya.


"Baby! kenapa lari menggunakan selimut!" teriak Rafa pada cessa yang sudah masuk ke dalam kamar mandi.


Kepala cessa keluar untuk melihat suaminya yang sedang berbaring di tempat tidur, "nanti ada yang bangun liat tubuh sexy cess, ujung-ujungnya disuruh tanggung jawab untuk kembali menidurkan, gak mau itu terjadi ya weeekk" cessa menjulurkan lidahnya lalu kembali masuk kedalam kamar mandi.


Rafa tertawa sampai terjungkal mendengar penuturan istrinya itu karena memang benar apa yang dikatakan istri cantiknya itu Rafa berniat meminta tanggung jawab jika adik kecilnya bangun.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...


"Si Rafa nyebelin banget sih, buat tandanya banyak banget!" omel cessa pada tampilan dirinya di cermin. Gadis itu sibuk mengoleskan bb cream untuk menutupi bekas kissmark yang telah dibuat oleh Rafa.


Rafa yang baru saja berganti baju tersenyum mendengar celotehan istrinya, dia perlahan mendekatti cessa dan memeluk gadis itu dari belakang.


“Kenapa ngomel-ngomel aja sih” ucap Rafa tangannya sudah bertengger di perut datar milik istrinya.


Cessa menatap Rafa dari cermin dengan sinis, “Liat ini, ini, ini, ini, banyak banyak banget gak bisa ditunjukkan semuanya” keluh cessa, hampir disekujur tubuhnya ada bekas kissmark rafa, pria itu semakin mengganas karena cessa sudah tidak menolak jika rafa ingin melakukannya.


Rafa tidak menjawab dia hanya menempelkan dagunya pada puncak kepala cessa dengan senyuman khas yang membuat siapa saja jika melihat senyuman beruang kutub ini bakalan luluh dan tidak akan marah.


“Suami aku kok ganteng banget ya” kesal cessa menatap rafa dari cerminnya, yang ditatap malah semakin tersenyum manis.


“Udah bucin yak amu sama aku” kekeh Rafa.


“jangan senyum-senyum! Ulah kamu ini” gerutu cessa dia menolak mengakui sudah ikutan bucin pada suami tampannya itu.


“Sayang, besok aja y akita baliknya” bujuk Rafa.


Cessa menggeleng cepat, “Gak ada harus sekarang! Di sini semakin lama malah membuat aku cepat hamil” ucap cessa spontan.


“kan aku keluarinnya di luar, jadi gak apa sayang” ucap Rafa.


Cessa mencubit lengan Rafa yang ada di perutnya. “gak ada ya! Gak boleh celup celup lagi kalau gak pakai pengaman! Gak mau aku tu homeschooling, 5 tahun homeschooling masak harus seperti itu lagi” kesal cessa.


“emang kamu gak nagih ya, enak kan?” kekeh Rafa.


Rasanya cessa pengen nagis lihat kelakuan suaminya itu, “Rafa kok berubah banget sih mana yang katanya beruang kutub! Ini yang dihadapan gue bukan beruang kutub tapi harimau pengen kawin” isak cessa.


Rafa tertawa mendengar perumpamaan yang istrinya buat.


“kalau sama kamu itu beda sayang, maunya pengen bawa ketempat tidur aja terus” ucap rafa, pria itu menyempatkan diri mengecup pipi istrinya.


“Rafa!! “ pekik cessa saat rafa Kembali memberikan ciuman pada dirinya. “ya allah kok gini amat ya suami aku” rengek cessa.


“Harusnya bersyukur punya suami tampan dan sexy aduhai seperti aku” ujar raha.


Cessa melongo mendengar ucapan suaminya itu, jika prince dan dafa yang mendengarnya cessa yakin mereka mereasa otak Rafa konslet.


“Fa, obat kamu udah habis ya?” ucap cessa spontan.


“Kan obat aku kamu” goda Rafa.


“rafa!!!” lagi-lagi cessa berteriak, dia mempercepat gerakannya memasang bb cream pada tempat-tempat yang bisa dia jangkau, dan terlihat. “Ayo cepat keluar dari sini! Lama-lama disini kamu kerasukan hantu mesum di sini” Cessa menarik tangan suaminya itu untuk segera menuju pintu keluar.


“gak main dulu, sekali aja” goda Rafa.


“Gak mau! Beli pengaman dulu baru boleh celup celup” tegas Cessa.


“yakin mau beli? Nanti gak enak loh pas masuknya, gimana kalau sakit” ucap rafa.


“Aku udah bolong juga! Udah gak sessakit pertama kali celup celup” ucap cessa tanpa filter.


Rafa terkekeh istrinya sudah mulai tidak malu mengucapkan kata-kata vulgar didepannya.


🎼


Cessa mengangkat teleponnya yang berdering ternyata itu adalah taxi yang mereka pesan, cessa langsung tersenyum senang dan menunjukkan teleponnya pada rafa, “taxi kita sudah menunggu di bawah, tidak ada lagi waktu untuk celup celup” ujar cessa, dengan susah payah dia mendorong tubuh suaminya itu untuk segera turun ke bawah.


.


“Pak ke supermarket dulu ya” ucap Rafa pada sang supir ketika mereka berdua sudah masuk ke dalam taxi.


“mau ngapain?” tanya cessa yang lupa dengan ucapannya sendiri.


“Belanja lah, untuk beli bahan celup celup” ucap Rafa spontan.


Cessa langsung melotot dan mencubit gemas perut sixpack suaminya. Emang kelakuan suaminya tidak bisa cessa kontrol, apa lagi setelah rafa merasakan indahnya celup celup dia makin ketagihan untuk celup celup.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...


bonus pict


rafa



ini dia istri cantik rafa