Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
234. Bonchap



“Akhhh mommy!” terdengar suara teriakan dan tangisan Ameer dari luar, bersamaan dengan itu tawa prince juga ikut terdengar.


“Abang kenapa?” tanya Queen heran pada putra ketiganya yang sedang nangis.


“Sebenarnya ada apa si prince?” tanya mommy Dona ikutan bingung melihat cucu dan putranya yang satu menangis dan sekarang sudah ada dalam pelukan Queen yang satu lagi tertawa sambil memegangi perutnya.


“A_” baru juga Prince mau menjawab Azmi datang dengan pistol mainan di tangannya, saat ini pria kecil itu menatap Ameer yang menangis dengan wajah datarnya, sebelah tangannya sedang menggaruk pampers yang dia kenakan.


“Abang embak oma” suara cadel Azmi membuat semua yang ada di ruang keluarga itu melongo.


“HAH!” pekik semuanya.


“Abang kok jahat sih” Cessa langsung berlari menuju keponakannya yang sedang memegang lengannya yang ternyata memerah, memang tidak luka tapi tembakan itu membuat Ameer menangis, “abang ameer maaf ya, abang sini” perinta cessa pada putranya yang saat ini hanya menggunakan singlet dan pampers itu, dengan perlahan kaki kecil itu berjalan mendekati Cessa.


“abisnya abang amel bilang embak aja embak aja abang ndak akut, jadi abang embak mi” jawab Azmi dengan sangat lancar.


“Astaghfirullah abang” cessa tidak tau lagi dengan putra keduanya itu, Azmi memang yang paling lincah diantara semua cucu keluarga bagaskara.


“Mana yang sakit sayang biar papi yang obati” Rafa sudah datang dengan kotak p3k ditangannya, tadi saat dia melihat putra keduanya datang dengan senjata mainan yang dibelikan oleh prince dia sudah tau apa yang terjadi jadi pria itu lebih dulu berjalan mengambil kotak pengobatan.


“Abang azmi gak boleh gitu sayang, abang harus minta maaf, gak boleh tembak tembak gitu, kalau abang ameer luka gimana?” nasehat cessa.


Azmi menunduk sambil cemberut. “maap abang amel”


“Udah abang gak apa jangan nangis lagi” bujuk mommy Queen dia sebenarnya mau tertawa melihat tingkah bocah bocah itu tapi apalah daya kalau dia tertawa ameer akan semakin menangis.


“Awww mami sakit!” teriak prince yang baru saja dicubit oleh mami dona.


“ponakan sedang sakit malah ketawa, ini gara-gara hadiah dari kamu abang azmi bawa bawa pistol kemana mana” omel mami dona.


“bukan abang yang kasih mi, tu si bocah yang minta belikan pas lagi jalan jalan ke pasar tradisional tadi” kekeh Prince.


“Abang sini pistolnya papi sita” ujar Rafa sambil berjongkok melihat putranya.


“Abang ndak embak lagi pi, jangan di ambil pistol abang” bela Azmi.


“Gak boleh ini hukuman, nanti papi kasihkan tapi tidak sekarang, abang mengerti” ujar Rafa.


Azmi mengangguk pelan, “baiklah tapi papi janji ya kacih kana bang lagi kalau abang ndak nakal” ucap Azmi sedikit cadel.


“Baik papi janji” ucap Rafa.


...🌜❄❄❄❄🌛...


1 tahun kemudian,


Rafa dan cessa baru saja dari pemeriksaan Quinsya yang biasa dilakukan setip sebulan sekali, Quinsya saat ini sedang tertidur di dalam gendongan Rafa, gadis kecil itu memang sangat mudah tertidur jika sudah masuk dalam gendongan Rafa, padahal awalnya dia terus menangis karena badannya yang terus terasa sakit.


“Terima kasih bu dokter” ucap cessa sebelum menutup pintu ruang periksa.


“Hai cessa” suara sapaan seseorang membuat cessa sedikit terkejut.


“ahh halo” jawab cessa sedikit kaku, pasalnya yang menyapa adalah Revi musuh bebuyutannya.


“anakmu sakit?” tanya revi lagi.


Cessa memperhatikan suami Revi yang berdiri di sebelahnya, lalu pria kecil yang sedang tertidur dalam gendongan suami revi, sepertinya karena pria kecil itu Revi mulai berubah pikir cessa.


“ya kurang enak badan, siapa nama anakmu?” tanya cessa.


“Ferdinan Putra” jawab bagus suami Revi.


“nama yang bagus” Cessa melihat putrinya yang hampir terbangun dari tidur dia segera mengangguk begitu melihat kode dari Rafa, “kalau gitu aku permisi dulu” pamit cessa.


Cessa membalas senyuman yang Revi berikan, “baiklah kapan-kapan ya, kalau sekarang aku tidak bisa, karena aku takut putriku terbangun, dia sangat sulit tidur kalau sedang sakit”.


Revi mengangguk pelan, “iya tidak masalah” jawab revi.


Selepas pasangan Rafa dan cessa pergi Bagus tersenyum hangat pada Revi, “istriku sangat hebat, ayo sekarang kita masuk” ucap bagus.


Revi memang benar-benar berubah sejak hadirnya si kecil Ferdi dalam hidupnya, Revi yang kekurangan kasih sayang mendapatkan kasih sayang dari sang suami, walau awalnya mereka menikah karena kehadiran Ferdi, Revi benar benar jatuh cinta pada Bagus, apa lagi pria itu bagaikan teman dan ayah bagi revi yang kehilangan sosok seorang ayah. Bagus juga sudah mendengar semua kisah Revi yang hampir beberapa kali mencelakai teman sekolahnya dan berniat mendapatkan Rafa, Pria itu memaafkan semua kesalahan Revi lagi pula dia juga pernah berada di posisi Revi karena di tipu oleh ketiga istrinya, pria yang sangat menginginkan keturunan di manfaatkan oleh tiga orang istrinya yang mandul dan mengatakan dia mandul, sekarang pria itu bahagia dengan anak pertamanya Ferdi dan sebentar lagi menyusul anak keduanya yang dikabarkan perempuan.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...


Wedding Party,


Dafa dan Devi terlihat bahagia duduk di atas pelaminan mereka, begitu Dafa dan devi lulus kuliah, dafa langsung melamar Devi, dia takut Devi di persunting orang lain karena banyak pria yang naksir pada kekasihnya.


“Uncle, ada nampak azmi?” seorang anak kecil dengan setelan jas lengkap mendatangi devi dan Dafa yang duduk di atas panggung.


Dafa melongo menatap pria kecil dan tampan itu, “abang ameer kok nanya sama uncle?” ujar Dafa memelas, dia menatap istrinya yang menahan tawa.


“siapa tau uncle bisa liat, abang sedang main petak umpet, jadi azmi lagi sembunyi, kan uncle bisa bantu calikan” ujar Ameer putra ketiga dari king dan Queen.


Dafa menggeleng pelan, “gak uncle gak tau” jawab dafa.


Bukannya pergi ameer mengambil tangan dafa, “bantuin calikan ya uncle” bujuk Ameer dengan muka yang dibuat seimut mungkin.


“ni anak orang ganggu aja orang lagi di pelaminan, gak bapaknya, gak anaknya , gak pamannya semua suka banget ngerjain gue” batin Dafa menangis.


“Abang cari sendiri aja ya, uncle kan lagi jadi pengantin” tolak dafa halus.


“pengantin itu apa?” tanya Ameer polos.


“pengantin itu seperti daddy King, biar bisa jadi suami istri” jawab dafa lagi.


“suami istli itu apa?” tanya ameer lagi.


“Siapapun yang ada tolong anak bocah satu ini” gumam Dafa pelan, Dafa menatap istrinya yang sedang menahan tawanya, dia tidak heran jika Ameer, Azmi, Aryan, Darel dan Farel suka mengganggu dafa, memang sejak kecil kelima ponakannya itu suka mengganggu Dafa.


Dafa menoleh kiri dan kanan matanya melihat bocah nakal yang dicari Ameer sedang duduk di salah satu kursi tamu bersama Xelo, pria itu tidak bersembunyi malah sedang asik makan cemilan dibantu Xelo.


“abang itu Azmi!” tunjuk Dafa pada pria kecil yang tadi dia lihat.


Ameer menoleh dan melihat yang ditunjuk Dafa. “kan uncle bisa calikan, napa ndak dali tadi, huh ameel jadi ndak halus tanya tanyakan” gerutu Ameer yang berlalu pergi.


“Lah tu bocah emang nyebelin dari orok ternyata!” gerutu Dafa.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...


untuk yang menunggu 'my stupid girl' mohon bersabar ya author lagi buat sekaligus banyak biar semuanya baca secara enak.


untuk kali ini bonus chapter aja dulu ya


Bonus pict


abang Darel dan Farel saat kecil



ini abang Ameer, Aryan dan Azmi