
Rafa sama sekali tidak terganggu dengan cessa yang ada di pangkuannya, pria itu justru senang dengan tingkah manja Cessa. Yang risih hanya dafa dan prince, tapi karena melihat Rafa santai saja mereka akhirnya membiarkan saja apa yang cessa lakukan.
Rafa sedikit menunduk ketika merasakan nafas teratur cessa, istrinya itu sudah tertidur pulas, mata lentik itu tertutup dan wajahnya terlihat seperti anak kecil jika sedang tertidur.
“Assalamualaikum” salam king yang baru saja datang.
“waalaikumsalam” jawab dafa, prince dan Rafa serentak.
King berjalan dan duduk di sebelah prince sambil menatap heran cessa, “apa yang terjadi pada cessa?” tanya king.
“jangan tanya bang, anak itu sudah sekitar 1 jam berada diposisi itu dengan suaminya” sindir prince.
“Dia tidur bang” ujar Rafa pelan.
“Dia gak sakit kan?” selidik King lagi.
Rafa menggelengkan kepalanya pelan, “tidak bang, dia sehat, Cuma lagi manja aja” jawab Rafa santai.
King sedikit mengernyitkan kening mendengar jawaban Rafa tapi beberapa saat kemudian dia menggelengkan kepalanya ‘tidak mungkin’ pikir king.
“makanan sudah siap” seru Queen. “loh cessa kenapa Fa?” sambung Queen saat melihat cessa yang sedang tertidur layaknya anak monyet yang bergantung pada induknya.
“jangan tanyakan kak, kakak udah orang ketiga yang bertanya tentang itu” gerutu prince yang kesal dengan kemesraan adik dan adik iparnya.
“Fa, cessa gak sakit kan?” ulang Queen, dia khawatir melihat adik iparnya yang seperti itu.
Rafa kembali menggelengkan kepalanya pelan, takut gerakannya akan mengejutkan cessa, “tidak kak, duluan aja, aku mau bangunkan cessa dulu” ujar rafa.
“ya udah nanti nyusul ya fa” kata Queen sambil menarik tangan suaminya untuk makan siang bersama.
Setelah tempat itu kosong dengan lembut Rafa mengelus pipi istrinya dan memberikan kecupan pada pipi cessa. “eunhgg” cessa perlahan membuka matanya dan mata lentik itu langsung menatap Rafa yang tersenyum ke arah dirinya.
“bangun sayang, kita makan siang dulu, nanti telat makan sakit” ucap Rafa dengan lembut.
“hmmm bentar” ujar Cessa sambil mengusap matanya, entah kenapa berada di pelukan rafa membuat dia sangat nyaman hingga bisa tertidur nyenyak.
“mau langsung ke meja makan, atau cuci muka dulu?” tanya rafa lagi sambil mengusap pipi istrinya dengan lembut.
“cuci muka” jawab cessa masih dengan suara seraknya karena baru bangun tidur.
“ya udah ayok tegak” ajak Rafa.
Cessa menggelengkan kepalanya, “maunya di gendong” lirih cessa.
Rafa mengulum senyumnya, dia memberikan kecupan singkat pada bibir Cessa, dan menggendong istrinya itu layaknya anak monyet.
“yang~” panggil cessa pelan.
“hmm apa?” balas Rafa dengan nada lembut.
“benarkan kamu gak risih sama aku yang seperti ini” lirih cessa.
“tidak akan pernah sayangku, kita sudah sampai” Rafa menurunkan cessa di depan wastafel. Gadis itu berbalik dan mencuci mukanya, membiarkan rafa menyiumi bahunya, cessa malah suka kecupan yang diberikan rafa pada dirinya dia sama sekali tidak risih dengan rafa yang sering memberikan dirinya kecupan mau di kening, pipi, mata, hidung, bibir, di manapun cessa sangat suka.
...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...
Rafa berjalan menuju meja makan bersama cessa, semua mata kini tertuju pada Rafa yang terus memperhatikan istrinya, dia merangkul cessa dan membukakan kursi untuk cessa duduki, malah kali ini Rafa yang melayani istrinya itu bukan cessa.
“Lo sakit fa?” celetuk Dafa keheranan.
“Sesekali manjain istri itu bagus, jangan istri terus yang melayani kita” balas Rafa.
“Soo sweet, kakak mah boro-boro dilayani” sindir Queen.
“Lihat Rafa dia gak diminta langsung lakuin, peka dong mas” sindir Queen.
“emang ya si kutu kupret satu ni, untung adik ipar, kalau gak udah gue tendang keluar negri” gerutu king.
Rafa hanya terkekeh pelan sambil menjulurkan lidahnya pada king.
“kamu gak makan fa?” tanya Queen, yang sedang asik menyuapkan makanan pada kedua anak kembarnya.
“kakak sendiri kok gak makan?” tanya balik Rafa.
“kalau kakak habis suapin si kembar baru makan” ujar Queen.
“kak, abang king itu kurang peka ya, harusnya dia yang suapin kakak..” rafa menjeda kalimatnya sambil menahan tawa, melihat king yang sudah melotot padanya.
“Tauk deh, abang ipar kamu itu kurang peka” celetuk Queen.
“ni anak kutu kupret emang cari masalah aja dari tadi! Sini yang biar mas suapin” King menyendokkan nasi dan mengarahkan pada Queen.
“gini dong, sesekalikan aku juga pengen di manja, untung ada adik ipar yang peka” gumam Queen.
“iya-iya maaf, aku kurang peka seperti adik ipar” keluh King, tapi melotot marah pada rafa.
Melihat itu cessa merangkul sebelah lengan suaminya.
“abang jangan liat-liat suami cessa dengan mata melotot! Justru abang harus terima kasih sama suami cessa, udah di ingatkan” teriak cessa tidak terima.
Prince geleng-geleng kepala lihat King yang menyuapkan makanan pada Queen dan cessa yang manja pada suaminya, “capek, tiap hari kalau kumpul makan pasti aja kalian buat drama mesra-mesra seperti ini” keluh Prince.
“Iri bilang boss” ujar King, Queen, Rafa dan cessa serentak, setelah itu mereka berempat tertawa bersama.
Sekitar 15 menit, mereka menikmati makan siang mereka bersama, satu persatu orang mulai meninggalkan meja makan, tapi tidak dengan king, Queen, cessa dan rafa.
Queen masih makan, karena tadi dia makan sedikit telah, sedangkan Rafa masih menunggu istri cantiknya makan, dia masih belum mengambil makanan untuk dirinya.
“fa, kok abang perhatikan kamu gak ada makan? Gak suka dengan masakan istri abang?” tegur king.
Rafa menggelengkan kepala, “bukan bang, aku hanya sedang tidak nafsu makan saja, aku udah kenyang melihat istriku makan banyak”.
Cessa yang hendak menyuapkan makanan ke dalam mulut langsung berhenti makan dan cemberut, “jadi aku gendut yang” lirihnya.
Rafa mencubit gemas pipi istrinya yang menggembung, “bukan gendut, maksud aku, aku tu suka liat kamu makan yang” kekeh Rafa.
King melihat interaksi adik dan adik iparnya, dia semakin curiga melihat mereka berdua, “fa!” panggil king.
Rafa menoleh dan berhenti menggoda istrinya, “ya bang?”
“apa ce__” Ucapan King terhenti.
“Besok Rafa bicarakan ya bang, jangan sekarang, besok saja pas ada papi dan papa” potong Rafa cepat, dia belum mau membicarakan hal ini di depan cessa.
King akhirnya mengangguk dan mengajak istrinya untuk menjauh dari sana, dia mengerti rafa ingin merahasiakan hal itu dulu, “fa siap-siap hukuman” ucap King sebelum pergi dari sana.
“beres bang” jawab Rafa.
“hukuman apa?” tanya cessa dengan polosnya, gadis itu tampak Kembali menyuap makanan kedalam mulutnya.
“hukuman sudah mencintai kamu” goda Rafa.
“iihhh nyebelin godain terus dari tadi” cessa mencubit perut rata rafa, sedangkan rafa hanya tertawa mendapat cubitan dari cessa.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...