Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
42. Liburan



“Ma, tempatnya bagus banget Ya” puji Revi saat melihat Villa keluarga Rafa, padahal sebenarnya dua villa itu bukan milik keluarga rafa seluruhnya hanya satu yang menjadi milik keluarga Rafa satu lagi milik keluarga Devi.


“Iya sayang, syukurlah kalau kamu suka” ucap mama Reta.


“Iya ma, makasih ya udah izinkan Revi ikut” ucap revi dengan nada suara yang dibuat selembut mungkin.


Sementara Cessa, July dan Devi tampak kesal melihat Revi yang juga ikut, mereka sangat malas 1 kamar dengan Revi, apalagi akan di pisah antara anak muda dan orang tua.


“kalian anak-anak muda akan memakai villa di sana” papa ali menunjuk pada vila yang lebih dekat dengan Pantai. “dan kami para orang tua akan memakai villa disebalah sana, dan ingat jangan mempermalukan keluarga walau kalian tinggal satu rumah” lanjut papa Ali lagi.


“mengerti pa” jawab gavin dan yang lainnya.


.


“Gue mau kamar sendiri ya, kalian pasti tidak mau bareng gue kan?” celetuk Revi pada ke Cessa, Devi dan July.


“Ya tidak masalah” jawab cessa, July dan Devi serentak, mereka juga tidak mau satu kamar dengan orang seperti Revi.


Diam-diam Revi tersenyum senang karena dia berhasil mendapatkan kamar sendiri, dan dia akan lebih mudah untuk melanjutkan rencananya.


“Bagus sekali rencanaku semakin mulus terjadi, Cessa nikmatilah waktu kebersamaanmu dengan Rafa karena ini adalah hari terakhir kalian bersama sebab sebentar lagi Rafa akan menjadi milik gue seutuhnya” batin Revi tersenyum senang sambil memandang cessa yang tampak asik berbicara bersama teman-temannya.


Gavin dan Revi diam-diam saling memberikan kode. “Gue mau pergi bentar, nanti gue balik bakal bawa banyak makanan dan minuman kalian mau apa?” tanya Gavin, pria itu berpura-pura bersikap baik pada teman-teman Cessa dan Rafa.


“Ohh terserah bang, yang penting enak” jawab Dafa, sementara Prince dan Rafa hanya diam menanggapi ucapan Gavin.


“Oke” Balas Gavin, pria itu langsung berlalu pergi, meninggalkan calon tunangannya sendirian bersama musuh-musuhnya.


“Fa” panggil Revi dengan lembut.


Rafa hanya menanggapi panggilan itu dengan pandangan sinis, dia lebih mendekat kearah cessa dan merangkul pinggal Cessa.


“Apa fa?” tanya cessa yang tiba-tiba mendapatkan sentuhan dari Rafa.


Rafa menggeleng pelan, lalu menatap Kembali Revi dengan sinis.


“Fa, kamu gak suka ya aku ikut ke sini, maaf ya” lirih gadis itu.


“Kalau tau rafa gak suka, masih aja ikut, ganggu orang yang lagi pacaran aja” sindir cessa, sekarang gadis itu mengerti arti dari Gerakan tangan rafa yang secara tiba-tiba menyentuh pinggangnya.


“Gue di paksa ikut dengan mertua gue!” seru Revi gak terima di sindir oleh Cessa.


“Ya udah selamat bersenang-senang sendiri, gue gak mau lo ikut dalam rombongan gue” cessa melambaikan tangannya pada Revi, dia semakin merangkul lengan Rafa untuk segera pergi ke pantai bersama teman-temannya.


Melihat itu revi semakin mengepalkan tangannya kuat-kuat, “awas lo cessa! Liat aja sebentar lagi Rafa akan jadi milik gue salama-lamanya dan lo tidak akan bisa memisahkan kami berdua” Geram Revi setelah cessa dan yang lain tidak ada di sana.


...🌜☀☀☀☀🌛...


Cessa tampak asik bermain di pasir dengan kedua temannya, gadis itu tidak berhenti tertawa bersama July dan Devi, Rafa sendiri hanya duduk melihat kearah cessa yang sedang bermain.


“Bro, gak ikut kita surfing?” tanya prince yang baru saja selesai dari bermain air pantai bersama Dafa.


“gak, di sini aja” jawab Rafa singkat.


“istri lo gak bakal hilang, sampai perlu di lihat seperti itu” kekeh Prince.


Rafa menolehkan kepalanya memandang Prince dengan alis berkerut, “emang tidak hilang, tapi tidak liat mata yang terus saja melihat kearah dia, kalau tidak diawasi mereka akan berusaha mendekatinya” jawab rafa.


“hahahha gila lo bro, segitunya takut adek gue di ambil orang, tenang bro, cessa gak bakal lari dari lo” balas Prince dengan tawa khas nya, ketika pria itu tertawa maka matanya akan hilang seperti tertidur.


“Gue protective denga napa yang sudah menjadi milik gue” keras Rafa.


“Waaauu santai bro, jangan naik darah dulu, gue Cuma bilang kenyataannya, cewek gak terlalu suka di kekang” ucap dafa sambil mengangkat kedua tangannya tanda menyerah.


“Gue gak bakal ngekang dia, liat aja, dia bisa bermain sepuasnya dengan teman-temannya, gue Cuma ngawasi dia, siapa tau ada lalat yang hinggap ke cessa milik gue” ujar Rafa dengan lantang.


“Wuuiiihhh udah ngakuin ni cessa milik lo, udah jatuh cinta lo sama cessa?” goda prince.


Rafa terdiam beberapa saat, lalu semua kenangan cessa bersamanya muncul satu persatu, kenangan itu mampu membuat senyuman manis di bibir Rafa, “rahasia” ucap pria itu.


“Yaahh gak asik lo Fa!” gumam Dafa kecewa, “tapi ya gue penasaran sama tu anak” dafa melanjutkan ucapannya sambil menunjuk Revi yang asik menatap pantai sendirian, sesekali gadis itu memandang ke arah Rafa.


“kenapa?” tanya prince penasaran.


“Apa tujuan dia ikut liburan kesini, sementara ya, di aitu masih calon tunangan bang Gavin,dia juga bukan teman-teman dari istri lo, jadi bisa di bilang dia orang asing yang ikut dalam acara ini, jika kita bilang gavin yang mengajaknya karena cinta dengannya mungkin bisa masuk akal, tapi gavin saja sekarang menghilang meninggalkan calon tunangannya bermain sendiri kasian banget gue liatnya” ucap Dafa panjang lebar.


Rafa hanya mengedikkan bahu acuh, dia tau rencana Revi datang bukanlah untuk healing atau untuk berlibur bersama kekasihnya, tetapi untuk melaksanakan rencananya bersama Gavin.


“Iya juga ya, kasian banget liatnya” angguk Prince setuju dengan ucapan dafa.


“mungkinkah dia merencanakan sesuatu untuk menyakiti Cessa lagi?” ucap dafa tiba-tiba.


Sekali lagi Rafa hanya mengedikkan bahu acuh, dia sama sekali tidak mau membahas tentang Revi karena dia ingin fokus membuat tawa pada istrinya dan berjaga-jaga jika gavin dan Revi menjalankan Rencananya.


“fa, lo gak khawatir dia nyakitin adik gue lagikan?” tanya Prince.


Rafa menggeleng pelan, “gak bakal gue biarkan dia menyakiti Cessa untuk kedua kalinya, lo tenang aja” ucap Rafa menengkan Prince.


“Oke, gue pegang kata-kata lo” balas Prince, walau terlihat seperti anjing dan kucing, prince sangat menyangi cessa, dia bertengkar memang begitulah cara dia menyampaikan kasih sayangnya pada cessa.


“Fa, gue lapar” Cessa datang mendekat kearah Rafa.


“Ayo, kita pergi sekalian cari daging dan seafood untuk bakar-bakar malam ini” ajak Rafa.


“wuuiihh asik tu, gue ikut” celetuk dafa, kalau soal makanan saja pria itu cepat bertindak.


‘plak’ Dafa mendapatkan pukulan dari Devi dengan kuat, “gangguinorang pacarana aja, biar saja mereka pergi kencan berdua, jangan ganggu-ganggu” ucap Devi.


“Aiisss iya-iya maaf” keluh Dafa sambil memegang kepalanya yang tadi di pukul Devi.


“Jadi kalian gak mau ikut?” tanya Cessa.


“gak ikut, kalian aja, gue mau kencan bareng July” kekeh Prince, dia segera menarik tangan July untuk pergi dari hadapan pasangan suami istri itu.


Devi menatap kesal kearah Dafa yang masih memegangi kepalanya, “yuk temani gue cari minum gue haus” ucap devi pada Dafa, karena sekarang hanya mereka berdua yang menjadi nyamuk.


“oke” jawab Dafa cepat dengan kekehan pelan. “selamat bersenang-senang cessa” ucap Dafa sebelum benar-benar pergi.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...


bonus pict :