
Revi, Cessa dan Rafa menunggu kelas hingga kosong, Revi tadi hendak berbicara dengan Rafa, entah apa yang ingin gadis itu katakan, dia sepertinya ingin meminta sesuatu dengan Rafa.
"Cess! fa! kami duluan ya, ke tempat yang kalian kirim!" seru Dafa, tadi Rafa mengirimkan alamat basecamp yang sudah dia buat untuk dafa, prince dan juli latihan, Anak-anak yang lain juga sudah di sana.
Cessa dan Rafa hanya mengangguk serentak.
"jadi mau ngomong apa?" bukan Rafa yang bertanya melainkan cessa, menunggu Rafa buka mulut bertanya pada revi tidak akan pernah terjadi, pria itu tahan lomba diam berjam-jam dengan orang lain kecuali cessa.
"Aku minta maaf telah berniat menjebak mu, tapi waktu itu aku di tipu oleh Gavin, dia mengatakan kalau kamu hanya bertunangan belum menikah, jadi aku terpancing" ucap Revi.
“kalaupun kamu tau aku dan rafa sudah menikah, apa kamu tidak akan melakukan hal itu?” tanya cessa.
Revi sempat terdiam beberapa detik lalu mengangguk pelan, “iya aku tidak akan melakukannya” ucap revi tapi tidak menatap mata cessa maupun mata rafa, dari cara dia menjawab dan keterdiamannya selama beberapa detik saja rafa sudah tau revi ragu dan tetap akan melakukan hal yang dia rencanakan kemarin.
“lalu kenapa kamu minta kami kesini?” cessa mengesampingkan jawaban revi yang ambigu, dia lebih penasaran kenapa Revi minta bicara berdua saja dengan rafa, padahal sekarang revi sudah tau cessa adalah istri rafa, dan otomatis jawaban revi yang tadi berlawanan dengan ucapan yang keluar dari mulutnya.
“Aku mau minta bantuan sama rafa agar gavin menceraikanku” ucap revi.
“Caranya?” tanya rafa singkat.
Awalnya revi ingin membujuk rafa dengan menggoda pria itu, tapi karena ada cessa dia jadi tidak tau bagaimana cara menggoda rafa agar mengatakan bahwa Revi dan rafa saling mencintai, khayalan gadis ini memang luar biasa.
“ka-kamu kan pintar fa, bisa kan bantu aku, aku minta bantuanmu karena hanya kamu yang bisa membantuku” ucap Revi akhirnya, tidak ada cara lagi, dia harus membujuk rafa membantunya, dia tidak bisa berlama-lama menjadi istri Gavin, dalam sebulan dia akan dikembalikan ke gavin oleh orang tuanya, karena saat ini Revi masih tinggal terpisah dengan gavin.
“kenapa kamu ingin berpisah? Mau jadi janda belum tua masih 18 tahun tapi udah jadi janda” ujar cessa spontan.
“Aku begini karena kamu! Aku tidak mau menikah dengan gavin, tapi aku harus menikah karena kesalahpahaman yang kamu buat!” revi masih menganggap dia menjadi seperti itu karena cessa karena musuhnya hanyalah cessa. “jika aku menikah dengan orang yang aku cintai aku mau menyerahkan tubuhku padanya tapi, aku menikah terpaksa tanpa planning! Dan gavin terus memaksaku memberikan dia hak nya! Aku jijik padanya!” umpat revi, tampak kebencian terpancar dari raut wajah wanita itu.
“pertama, bukan Cessa yang menjebakmu, tapi aku” ungkap Rafa, “Kedua, kamu adalah istri sah gavin, tentu dia berhak meminta hak nya sebagai suami, dan yang terakhir, pertahankan pernikahanmu walau itu karena keterpaksaan, alla sudah memberikan jodoh kita masing-masing, mungkin saja memang kamu ditakdirkan untuk berjodoh dengan Gavin, tidak ada yang tau masa depan bukan?” sambung Rafa.
Revi terdiam mendengar ucapan rafa, dia tidak tau harus meminta bantuan siapa lagi, dia tidak mau menyerahkan tubuhnya pada gavin, “kalau gitu biarkan aku tidur denganmu! Setelah itu aku akan memberikan tubuhku pada gavin, aku tidak mau memberikan keperawananku pada gavin, aku ingin orang yang aku cintai yang mendapatkannya” ungkap Revi.
‘PLAK’ itu adalah suara tamparan yang diberikan cessa pada Revi, “awalnya aku kasihan padamu, dan aku ingin membantu agar kamu lepas dari gavin, tapi ternyata aku salah, perempuan sepertimu tidak pantas di kasihani! Pantaskah kau meminta suami orang lain untuk menidurimu! Hanya karena kau mencintainya?! Kau terlihat lebih rendah dari Dina!” maki Cessa dengan mata memerah marah.
“kenapa?! Pria akan senang diberikan keperawanan bukan?! Aku bertanya pada rafa bukan kamu! Rafa pasti senang mendapatkan keperawanan seseorang!” revi memegangi pipinya yang ditampar cessa, tidak ada ketakutan dalam suara wanita itu.
‘PLAK’ sekali lagi pipi revi ditampar, tapi pelakunya bukan cessa melainkan Rafa, “Aku bukan hewan yang akan bersedia melakukan hal itu pada siapapun, aku hanya mau melakukan pad istriku! Urus-urusanmu sendiri jangan meminta bantuanku” ucap rafa dingin dia merangkul istrinya dan pergi meninggalkan Revi yang menangis mendapatkan tamparan dari Rafa.
“Sialan! Lihat saja aku akan balas dendam padamu cessa! Kau baru hadir tapi langsung merebut rafa dariku! Akan aku buat kau tidak sanggup untuk hidup di dunia ini!” Umpat revi setelah rafa dan cessa tidak terlihat lagi.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
“cess, jangan di dengarkan ucapan wanita gila itu ya” ucap rafa pada cessa yang masih terdiam sejak masuk kedalam mobil.
Rafa menghentikan mobilnya ke pinggir jalan menarik cessa agar masuk ke dalam pelukannya. “Tidak akan, kalaupun aku terjebak dengan obat perangsang aku akan bertahan dan tidak akan menyerang siapapun, kecuali kamu, ingat aku manusia yang mempunyai akal dan pikiran, aku tidak akan melakukan **** dengan orang lain walaupun aku sangat menyukai hal itu, aku hanya menyukainya jika denganmu tidak dengan yang lain” ucap rafa sambil menangkup wajah imut istrinya. “kamu mengerti?” tanya rafa lagi.
Cessa mengangguk pelan dan tersenyum, “baiklah aku percaya, sekarang lepaskan aku, kita di jalan ini fa” ucap cessa.
‘cup’ Rafa ******* bibir cessa sebelum melepaskan gadis itu untuk kembali ke tempat duduknya.
“Kesempatan, payah punya suami kuat banget nafsunya” gerutu cessa.
“tapi sukakan?” kekeh rafa, dia sudah kembali menjalankan mobilnya.
“Suka sih” jawab cessa diiringi tawanya dan rafa.
.
sepuluh menit waktu yang ditempuh cessa dan rafa menuju basecamp yang di siapkan rafa, pria itu memang sengaja mencari basecamp yang dekat dengan sekolah jadi jika teman-temannya terlambat bangun tidak terlalu perlu buru-buru menuju sekolah.
“ini tempatnya?” tanya cessa pada rafa yang berdiri disampingnya.
“Iya, gimana? Bagus?” ujar rafa.
“bagus banget dan besar, bagaimana caranya kamu mendapatkan gedung ini?” tanya cessa. Memang basecamp itu lebih mirip gedung besar dengan halaman luas dan ada pos satpam.
“itu urusanku, sekarang kita ke dalam untuk menunjukkan pada semuanya kegunaan basecamp ini” ajak rafa sambil menggandeng tangan istrinya.
.
“Ini dia pasutri baru datang, ngomong apaan aja kalian?” tanya Dafa.
“rahasia” jawab cessa cepat.
“kalian udah saling kenalankan?” tanya rafa pada teman-temannya, karena ada tiga orang baru yang ada.
“mereka mah adiknya bang xelo jadi kami pasti kenal” ujar prince. Memang benar ketiga orang baru itu adalah adik bang xelo di panti asuhan, rafa memilih mereka karena mereka lumayan bisa bermain game.
“jul, gak papa kan jadi cewek sendiri disini?” tanya Rafa pada juli.
Juli mengangguk pelan, “ada prince kok, jadi aku dilindungi prince kalau ada yang macam-macam” kekeh juli.
“baiklah sekarang aku akan mengatakan tujuan aku membuat basecamp ini” ucap rafa.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...