
"Sayang cepetan dong!" rengek cessa pada Rafa. Cessa saat ini sedang mengidam pergi ke supermarket terbesar yang ada di kotanya.
"Sabar sayangku, bahaya loh kalau mengemudi cepat-cepat" ucap Rafa dengan lembut, sebelah tangannya dia gunakan untuk mengelus perut Cessa yang sudah mulai buncit.
"Yang~ aku gendutan ya?" lirih cessa yang melihat dirinya di cermin yang ada di mobil.
“Gak gendutan, Cuma makin berisi aja, aku suka kok makin sexy” goda Rafa, dia memang selalu bisa membuat istrinya senang dengan semua pujian yang dia berikan.
“Oke bunda, kita sudah sampai, ayo kita turun” ucap Rafa begitu sudah memarkirkan mobilnya, semenjak cessa hamil Rafa tidak pernah lagi menggunakan motor, takut akan terjadi bahaya, dia lebih sering naik mobil untuk pergi kemanapun.
Cessa terdiam menatap luar dan wajah wanita itu tiba-tiba berubah murung.
“loh tadi katanya mau cepat kesini? Kok sekarang sedih gitu?” tanya rafa lembut sambil mengusap punggung tangan cessa.
“Yang~ nanti kalau ketemu teman sekolah kita gimana? Mereka akan menyebarkan gosip yang gak benar yang” lirih cessa, mungkin karena mood ibu hamil Cessa mudah sedih dan juga mudah senang, memang ini pertama kalinya cessa dan rafa keluar dari rumah selain ke rumah sakit dan basecamp, jalan-jalan sore pun biasa cessa lakukan di pekarangan rumah dan basecamp, jadi ini adalah perdana cessa menginjakkan kaki diluar setelah hamil.
“Emang kenapa kalau mereka menyebarkan gosip yang gak benar? Kamu malu punya anak dariku princess?” tanya Rafa sambil memegang kedua pipi cessa agar menatap dirinya.
“Bukan itu, mereka akan menjelek-jelekkan kita mengatakan hamil diluar nikah, padahal itu gak benar” lirih cessa.
“Emang kenapa biarin mereka mau bicara apa, atau kita umumkan saja pernikahan kita pada mereka semua, kamu mau seperti itu?” bujuk Rafa agar istrinya itu tidak merasa rendah karena telah hamil.
Cessa diam tidak menjawab apapun atas ucapan rafa dia hanya menampilkan wajah sedih pada Rafa.
“baiklah” Rafa melepaskan tangannya dan mengambil ponsel untuk mengirimkan pesan pada Xelo.
“kamu marah yang?” kata cessa sambil memegang lengan rafa.
Rafa menggelengkan kepala dan menunjukkan senyumnya, “aku tidak akan pernah marah, liat ini” rafa menunjukkan ponsel yang tadi dia ambil.
‘bang, sebarkan Video sekarang’ pesan yang Rafa kirimkan pada xelo.
‘ke semua orang di sekolahmu?’ balas xelo.
‘Iya ke semua orang’ balas Rafa.
‘Baiklah, video akan aku spam ke semua orang di sekolah mu’ ucap Xelo.
Mata cessa melotot membaca pesan Xelo dan Rafa, “Video apa?” tanya cessa.
“Video pesta akad nikah kita dan bukti surat nikah kita yang menyebutkan tanggal pernikahan kita, juga semua bukti jika kamu hamil bukan sebelum pernikahan”.
Mendengar ucapan rafa, cessa semakin terkejut dan melototkan matanya, padahal mereka berjanji akan menyebar itu semua setelah kelulusan sekolah.
“kenapa di sebar sekarang yang?”
“tentu saja karena istri aku sedih dan merasa seperti orang yang bersalah” Rafa mengelus pipi istrinya dengan lembut, “yang~ kita sudah menikah, dan aku sudah mampu untuk memenuhi kebutuhan kamu dan anak-anak kita, jangan malu atau takut untuk keluar, kamu tidak salah karena hamil anak aku, mereka saja yang gak tau, kehamilan itu bukan sesuatu yang perlu kamu takutkan atau malu karena hal itu, banggalah karena kamu bisa menjadi seorang wanita yang utuh karena bisa hamil dan melahirkan anak dari suamimu, banyak orang yang tidak bisa mempunyai anak selama bertahun-tahun dan stress karena hal itu, jadi kamu harus bangga dengan anak-anak kita” ucap rafa.
Cessa akhirnya tersenyum dan mengangguk, “makasih sayang” ucap cessa tulus.
“kalau gitu kita pergi lagi? Bukankah kamu tadi mengidam?” ujar rafa.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...
Cessa terlihat berlarian seperti anak kecil mengambil barang apapun yang dia inginkan, sementara rafa mengikuti dirinya dari belakang dengan troli yang dia dorong.
“Yang~ jangan terlalu cepat! Jalan aja” tegur rafa pada cessa yang sedang berlari menuju counter tempat buah-buahan.
“Iya-iya, yang cepetan sini” teriak cessa.
Rafa hanya mengulum senyum melihat ibu hamil itu, tadi murung, dan sekarang suasana hatinya bisa langsung berubah 180 derajat seperti tidak pernah ada kejadian itu.
“Aku mau yang ini ya yang” tunjuk cessa pada buah kiwi berry didekatnya.
“kamu gak ada alergi kan?” tanya rafa sebelum mengambil buah kiwi yang diinginkan cessa.
Cessa menggelengkan kepalanya, “mau yang banyak yang” pinta cessa saat rafa hanya mengambil satu kotak dan meletakkan itu pada troli belanjaannya.
“Yang aku juga mau daging sapi dan ayam serta seafood” rengek cessa lagi.
Rafa melirik ke arah counter penjual daging dan seafood di sana terlihat ramai karena sedang ada diskon untuk semua daging dan seafood. “Kita beli tempat lain aja ya” ujar Rafa.
“gak mau, mau nya sekarang” tolak cessa.
Rafa tersenyum dan mengelus perut istrinya itu, “ini kalian yang minta ya, baiklah akan ayah ambilkan” Rafa menatap istrinya dengan pandangan sayang, “kamu disini aja yang, jangan kemana-mana, di sana ramai, mengerti?” lanjut Rafa.
Cessa mengangguk cepat, “mengerti” ucapnya riang.
Cessa kembali melihat buah-buah yang ada di sekelilingnya mencari buah yang ingin dia beli lagi, wanita itu berjalan hendak mengambil buah Tin yang terlihat sangat menggiurkan, bahkan liur cessa hampir menetes melihat buah itu, tapi niat cessa berakhir saat dia meraih bersamaan dengan tangan seorang wanita juga mengambil buah itu.
“Ini milikku” ketus wanita itu.
“Tapi aku juga mau” ucap cessa tidak mau kalah.
“Aku mau ini!” pekik wanita itu lagi.
Cessa melotot menatap wanita itu tidak mau kalah, “ya sudah, ambil saja untukmu” ucap cessa, dia akhirnya melepaskan tangannya dari buah itu, dan melirik lebih dalam untuk mencari kotak buah yang lainnya, sayang Cuma hanya ada satu buah.
“memang seharusnya seperti itu, kenapa kamu tidak seperti itu juga pada rafa? Seharusnya kamu melepaskan rafa karena dia milikku sejak awal” ujar wanita itu dengan mata melotot.
Cessa yang tadi sedih karena tidak ada lagi buah yang dia inginkan langsung emosi, “Revi! Mau sampai kapan kamu mempermasalahkan tentang aku yang menikah dengan rafa, sejak awal rafa bukan barang ataupun rafa tidak berpacaran dengan siapapun! Aku tidak salah menikah dengannya!” bentak cessa, wanita yang berdebat dengan cessa memang Revi, dia terlihat gendut dan perut wanita itu juga terlihat buncit. “dan juga kamu harusnya bersyukur dengan keadaanmu sekarang, sebentar lagi kamu akan punya anak, harusnya kamu tidak melihat kebelakang lagi, pandang suami dan anakmu” sindir cessa.
“sayang, kok lama?” suara pria dewasa terdengar, dan pria itu menghampiri Revi, dia cukup gagah untuk pria berumur, pria itu terlihat seperti seumuran dengan papi harry atau lebih muda sedikit dari papi harry. “kenalanmu?” tanya pria dewasa itu.
“hanya kenalan saja” ketus Revi kesal.
“halo om, saya cessa dulu pernah satu kelas dengan revi” cessa tersenyum manis sambil memperkenalkan dirinya.
“Ohh hallo, saya Bagus, suami revi, sudah berapa bulan kandungan kamu” tanya pria itu pada cessa. Bagus memang pria yang ramah dan baik hanya saja dia 18 tahun lebih tua dari revi, dia memang memiliki dua istri dan dia hanya sekedar iseng menyewa jasa daddy revi karena keinginannya untuk punya anak, sudah bertahun-tahun kedua istrinya tidak ada yang bisa memberikan dia anak, saat diperiksa katanya bagus mandul, tapi ternyata itu semua adalah ulah kedua istrinya yang memalsukan surat kesehatannya, karena kenyataan sesungguhnya yang mandul adalah kedua istri bagus, saat tau revi hamil awalnya bagus marah karena merasa ditipu, dan diam-diam dia melakukan cek tanpa sepengetahuan kedua istrinya, setelah dia tau barulah dia memeriksa revi dan ternyata anak dalam kandungan revi memang anaknya, langsung saja dia menikahi revi dan menceraikan kedua istrinya.
...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...