
King memandangi istrinya yang sekarang lebih sering melamun sejak bertemu dengan maura, king jadi sedih melihat istrinya yang seperti itu.
“my Queen, come here” King menepuk paha nya menyuruh Queen mendekat ke arahnya. “Queen~” sekali lagi king memanggil istrinya itu dengan lembut.
Queen menoleh dan berjalan mendekati King, dia duduk di paha king sambil menatap king.
King mengelus rambut Queen dengan lembut dan mengelus pipi istrinya itu.
“Sedang mikirin apa sih?” tanya king dengan lembut.
Queen hanya menggelengkan kepalanya pelan, “gak ada apa-apa” jawab gadis itu.
King masih tidak puas dengan jawaban istrinya, pria itu memegang dagu istrinya agar menatap matanya, “katakan aku bukan cenayang yang bisa membaca pikiranmu, aku suamimu sayang, jangan sembunyikan apa yang kamu pikirkan” ujar king.
Queen menatap mata suaminya itu, dia akhirnya mengangguk pelan, “aku memikirkan ucapan maura, bagaimana jika dia mendapatkan kontak mami dan dia mengetahui jika si kembar ada bersamaku, maura akan mengambil si kembar dariku” Queen mulai terisak kecil.
Melihat ketakutan istrinya King langsung memeluk Maura dengan erat dan mengelus punggung istrinya itu dengan lembut. “denga rya sayang, aku akan melakukan apapun untuk mempertahankan putra-putra kita, kamu tidak percaya padaku?” tanya king.
Queen diam sejenak lalu menunduk kan kepalanya melepas pelukan king, “bukan itu, aku takut si kembar tau aku bukan ibu kandung mereka, dan jika itu terjadi aku takut mereka akan meminta mengembalikan mereka pada orang tua kandungnya” lirih Queen.
King kembali mengangkat dagu Queen agar mata jernih itu menatap matanya, “jangan memikirkan hal yang belum tentu terjadi, sekarang tugas kita hanya satu, memberikan seluruh cinta dan kasih sayang kita pada Darel dan Farel agar mereka tidak merasa dianggap anak angkat, dan jika suatu hari mereka tau kita harus menunjukkan bahwa kita sangat menyayangi mereka hingga mereka takut berpisah dari kita” ujar king.
Queen mengangguk pelan, “mas harus janji darel dan farel gak akan diambil dariku”ujar queen, dia masih ketakutan pada hal yang sama berkali-kali.
“janji, tapi senyum dulu dong, masak dari tadi cemberut terus, kan jadi sedih suami nya ini” pinta king pada Queen, dia sedikit mencubit gemas pipi istrinya.
Queen tersenyum lebar pada king seperti permintaan pria itu.
“Masih kurang” ujar king.
Dan kembali Queen tersenyum lebar, tapikali ini tangannya merangkul leher King. “udah?” tanyanya
“hmmm masih kurang ini” king menunjuk bibirnya, untuk dikecup oleh istri cantiknya itu.
“Ahh~ mas cari kesempatan dalam kesempitan ini” kekeh Queen.
“Ayolah, sejak tadi aku Cuma dapat cemberutan aja, ayo dong sayang” pinta King lagi.
‘cup cup cup’ tiga kali Queen mencium bibir suaminya itu. “Udah puas kan” goda Queen dengan senyum lebarnya.
“oka kali ini puas deh”.
“Pakai deh?”
“ya udah iya” kekeh king.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
Gavin dan Revi duduk dihadapan kedua orang tuanya dengan kepala menunduk.
“ini kelakuanmu pada adikmu gavin!” bentak papa ali marah.
“Rafa salah?! Papa juga akan melakukan hal yang sama jika punya saudara sepertimu! Bagaimana jika Rafa tidak memasang alat itu?! Kau akan memperk*s* istrinya GAVIN! Apa itu yang pernah papa ajarkan?! Kau punya istri sendiri! Masih menginginkan punya adikmu?! Mau seberapa serakahnya dirimu gavin!” bentak papa ali.
“Semua itu harus nya menjadi milik gavin pa! cess aitu juga harus menjadi milik gavin bukan milik Rafa!” Gavin masih tidak mau mengalah.
‘prok prok prok’ papa ali bertepuk tangan sangking kesal dan marah dengan sikap putra sulungnya itu, “Milikmu?! Sejak awal yang memiliki ide menikahkan cessa dengan putra papa itu adalah maminya cessa dan mama reta bukan mama kamu! Anak mama reta adalah Rafa, jelas cessa akan dijodohkan dengan Rafa! Dan kamu hanya bisa menghamburkan uang papa, membuat perusahaan papa hancur, apa yang kamu bisa? Kamu hanya bisa meminta dari papa?! Kamu sudah bukan anak kecil lagi yang selalu cemburu dengan adikmu!” bentak papa ali.
Gavin akhirnya terdiam mendengar ucapan papanya, “tapi_” ucapan Gavin terhenti.
“Masih tapi! Sekarang papa tau kamu tidak bisa di biarkan begini terus, sekarang angkat barang-barang kamu dari rumah ini! Dan pergi dari rumah ini, tingga sana di apartemen pribadi yang kamu miliki” ucap papa ali dengan tegas.
“GAK MAU PA!” tolak gavin dengan cepat.
Papa ali menggeleng, “Cukup gavin, jika kamu masih mau warisan papa, maka keluar dari rumah ini, buktikan pada papa kamu bisa berhasil tanpa uang dari papa” ujar papa ali.
“Pa~ gavin adalah putra papa, pemilik warisan papa satu-satunya, kalau gavin tidak ada siapa yang akan mewarisi perusahaan papa?” ujar gavin lirih.
“Putra papa bukan hanya kamu, papa masih hidup dan papa bisa mengganti pemilik warisan papa menjadi milik rafa, adik kamu yang tumbuh tanpa kasih sayang kami berdua mampu menghidupi istrinya dan menghidupi dirinya sendiri bahkan dia mampu memberikan papa dan mama hadiah, kamu yang selalu kami manja dan berikan kasih sayang melimpah malah menjadi anak manja, kamu tidak malu kalah dari adikmu?” sindir papa Ali.
“Pa, gavin minta maaf, jangan keluarkan gavin dari rumah ini” gavin mendekat pada papanya bersujud dihadapan kedua orang tuanya.
Kembali papa ali menggeleng kan kepalanya, “Sudah berkali-kali papa memberikanmu peringatan, cukup gavin! Papa tidakbia mentolerir rencana busuk kamu untuk membuat adik ipar kamu trauma! Untung saja niat kamu gagal! Papa bersyukur adikmu sangat pintar dan baik hingga allah memberikan dia dan keluarganya perlindungan dari orang-orang seperti kamu dan istrimu, papa malu punya anak seperti kalian” sindir papa ali lagi.
“dan kamu Revi, mulai hari ini mama tidak akan menganggapmu menantu di keluarga ini lagi, sekalipun kamu cerai dari Gavin, mama tidak akan pernah merestui pernikahanmu dengan Rafa apapun yang terjadi” mama reta menatap revi dengan dingin.
“Sekarang kemas pakaian kalian berdua, papa tidak mau melihat kalian lagi” usir papa ali.
“Pa, gavin punya istri yang harus gavin nafkahi, papa tega mengusir gavin dan istri gavin” gavin berusaha mencari simpati pada papanya itu, namun sayang kesalahan gavin sudah terlalu fatal hingga membuat papa dan mama gavin tidak mempunyai rasa kasihan lagi pada dirinya.
“Pergi keluar dari rumah ini, dan carilah pekerjaan sendiri, buktikan kamu bisa berhasil tanpa bantuan papa dan mama, tunjukkan jika kamu bisa berubah, baru papa akan memikirkan tentang surat warisan papa kembali padamu” ujar papa ali. “dan kamu, revi, jika kamu tidak mau hidup susah dengan suamimu, maka pulanglah kerumah orang tuamu, rumah ini tidak mau menerima menantu licik sepertimu, papa dan mama akan menganggapkalian berdua sudah mati, ujar papa ali.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
Terima kasih buat yang masih mengikuti cerita ini, dan authot berterima kasih pada setiap komen yang diberikan tapi jika kalian tidak menyukai karya ini tolong hargai jerih payah author ya, komentar kalian bisa membuat author drop dan tidak bersemangat menulis tapi juga bisa membuat author semangat
buat aku @Yl Ek Terima kasih atas saran nya yang menghancurkan semangat author, tolong hargai jerih payah setiap author dalam semua novel yang ada, membuat karya itu tidak mudah, tapi menjatuhkannya sangat mudah, tolong jika tidak suka simpan saja sendiri dalam hati.
Terima kasih banyak atas masukannya.
dan buat semua nya maaf jika karya author terlalu menjijikkan buat kalian.
bonus pict king dan Queen