Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
197. Calon Pelakor?



Tidak terasa 2 bulanpun berlalu sejak Queen melahirkan, sekarang sudah memasuki masa ujian akhir bagi mereka yang merupakan murid sekolah. Termasuk cessa dan Rafa yang ikut ujian dengan datang ke ruangan khusus untuk mengambil ijazah mereka.


“yang gimana kalau aku gak lulus” lirih cessa. Dia sekarang sudah mengenakan kursi roda karena perutnya yang semakin besar dan gadis itu terlihat sangat kesusahan mau kemana saja.


“mau kamu lulus atau gak aku tetap akan menemanimu sayangku” ucap Rafa lembut, rafa mencium kening istrinya sebelum pergi keruangan lainnya untuk melakukan ujian juga. “aku pergi dulu ya” ujar Rafa lembut.


Cessa mengangguk pelan.


Cukup lama Rafa dan cessa menjalani ujian, dan kebetulan ujian itu juga dilakukan disekolah mereka, tentu saja banyak orang yang membicarakan cessa yang tampak hamil besar.


Tapi semua omongan mereka tidak dapat menjangkau Rafa dan cessa karena rafa membuat brikade perlindungan istrinya dari semua teman sekolah, tidak lupa pria itu juga mewanti-wanti istrinya untuk tidak mendengarkan apapun kata orang lain, karena mereka punya keluarga yang saling melindungi.


.


“Prince! Adikmu MBA ya!” ledek Sony, dia memang sering memancing emosi Prince tapi selalu gagal karena prince lebih memilih menutup telinganya dengan menggunakan earphone atau membaca buku.


Percuma untuk membela diri, karena tujuan Sony hanya ingin membuat prince emosi.


Juli menggelengkan kepala saat melihat orang orang menertawakan tunangannya, dia menggenggam tangan prince berharap dengan itu prince mendapatkan kekuatan darinya.


Juli maju ke depan kelas yang saat ini memang sedang jam istirahat, karena masih pagi jadi tidak banyak yang menuju kantin, kebanyakan juga pada di kelas untuk mengulang bacaan mereka.


“Perhatian semuanya” ucap juli agar mendapatkan tatapan dari teman-teman sekelasnya.


“kenapa jul? Mau klarifikasi tentang adik ipar kamu?” kekeh sony.


Juli tersenyum membalas ucapan Sony, “maaf ya hal seperti itu tidak perlu di klarifikasi jika memang calon adik iparku MBA dia pasti lahiran sekarang karena ini sudah 6 bulan lebih jadi ucapan kamu tidak perlu di jelaskan dan dirincikan, cukup tau kamu bodoh dan tidak mampu mengambil kesimpulan mau mengatakan apapun dan berteori dan memberikan fakta juga otak kamu tidak mampu untuk mencernanya” sindir juli.


“Sialan!” sony hendak tegak dan menghantamkan pukulan pada Juli, tapi sayang Prince langsung maju dan mengunci tangannya yang terangkat.


“Aku diam bukan berarti aku takut dna tidak berani padamu, aku hanya malas berurusan dengan orang bodoh sepertimu, jangan berani menempelkan kulitmu pada calon istriku” ancam Prince, dia masih mengunci Sony di meja. “lanjutkan baby” ucap Prince.


“jadi hari ini aku akan membagikan undangan pernikahanku dengan prince yang akan di adakan 1 bulan lagi, aku harap kalian bisa datang ke acara itu” ujar Juni yang mulai menjelaskan maksud kenapa dia berdiri didepan kelas itu.


“WOII SAKIT!” pekik Sony yang masih di kunci tangannya oleh Prince.


Prince melepaskan tangannya dari sony, “oh ya satu hal lagi, aku mengundang kalian semua kecuali kamu, sony!” ujar prince tegas.


“Huh, siapa juga yang mau datang, pesta kecil saja” sindir Sony.


“Ohh di sana akan banyak orang besar yang datang, mungkin bisa sebagai ruang tempat para pembisnis, dan juga pemilik AR corporation dna King Corporation datang, sayang sekali kamu tidak bisa mendekati pemilik perusahaan besar itu” ujar Prince lalu kembali ke tempat duduknya.


...🐨🐨🐨🐨🐨...


Cessa tertidur selagi rafa memberikan pijatan pada kakinya, gadis itu terlihat kelelahan dengan perut yang membesar tapi masih harus mengikuti ujian, melihat wajah lelah istrinya rafa sedikit sedih dan merasa bersalah, tapi semuanya sudah terjadi, jadi dia tidak bisa berbuat apapun, hanya bisa melakukan semampunya untuk semua keinginan istri kesayangan.


Rafa mengelus perut cessa dengan pelan, “jangan nakal di dalam perut ya sayang-sayang papi, jangan buat mami kesakitan” ucap rafa pelan. Lalu mendapatkan sedikit gerakan dari perut cessa dan itu membuat cessa sedikit meringis tapi tidak terbangun.


‘tok tok tok’


“Fa, ini mami” ucap mami dona lembut.


“kalian tidak makan? Ini mami bawakan makanan, tadi kami udah makan sore mam, jadi kekenyangan, mami tidak perlu repot-repot gini” ujar rafa sambil mengambil nampan dari tangan mami dona.


“bawa saja, siapa tau cessa atau kamu kelaparan tengah malam” ucap mami dona.


Rafa segera mengangguk, “terima kasih ya mam”.


...🦉🦉🦉🦉🦉...


King sedikit mengernyit bingung saat melihat ada wanita cantik yang sedang berbicara dengan anak kembarnya, saat ini king sendiri yang ingin menjemput si kembar dari sekolah, dan dia tidak tau siapa wanita yang sedang berbicara akrab dengan Si kembar.


“daddy!” teriak Farel saat matanya menangkap sosok King yang mulai mendekat.


Farel langsung masuk dalam gendongan King, sementara darel masih di dekat wanita asing itu.


“halo pak” sapa wanita itu.


“halo” jawab king singkat.


“Ohh maaf saya ibunya Daysy teman sekelas putra bapak” ujar wanita itu lagi.


“Ini tante yang buat kue nya enak itu dad” ujar darel. Dia memang pernah diberikan kue buatan wanita itu.


“ohh terima kasih sudah berbagi dengan putra saya, saya dengar dia menghabiskan kue anda maaf ya” ucap king.


“Tidak apa pak, saya malah senang ada yang suka dengan kue saya, ini kartu nama saya” wanita itu memberikan kartu namanya pada king dengan senyuman sopan.


“Apa anda buka toko bakery?” tanya king setelah membaca kartu nama itu.


“Benar, saya ibu tunggal, dengan itu saya bisa memenuhi kebutuhan anak-anak saya” ucap wanita itu, “saya boleh manggil mas king gak?” ujar wanita itu lagi.


King sedikit tersenyum canggung saat wanita itu mencoba mengganti nama panggilannya. “terserah anda saja, darel dan farel mau pulang sekarang?” ajak king.


Darel dan farel menggeleng pelan, “daddy lupa auntie titip beli kue” ujar Farel.


King menepuk keningnya, karena lupa, adiknya mengidam ingin dibelikan kue oleh king, entah ada-ada saja ngidam cessa setelah mendengar cerita si kembar cessa ingin minta dibelikan kue seperti yang di cerita si kembar.


“tante bilang dia bisa buatkan dad” ucap darel.


“Iya saya sudah mendengar ceritanya, kalau mas tidak keberatan saya bisa membuatkannya, lebih enak makan cookies yang masih panas” ucap wanita itu lagi.


King menggeleng pelan, “tidak apa, saya bisa ke toko anda untuk membelinya” tolak king, dia tau wanita didepannya ini sedang menyebarkan jarring disekitar king untuk menangkap dirinya.


“mas ma uke toko boleh aku ikut, itu lihat motor aku ban nya kempes” king melihat motor yang ditunjuk wanita itu, dan memang benar bannnya kempes, emang itu karena kempes alai atau dibuat-buat king masih tidak terlalu memikirkannya.


“Daddy ayo cepat nanti kalau lama auntie bisa marah” ujar farel.


King mendesah panjang, “baiklah ayo” ajak king.


... 🦁🦁🦁🦁🦁...