
"Akhirnya kalian datang juga!" gerutu prince, karena mereka sudah capek menunggu.
"Loh kok belum dibuka buka duren nya?" tanya cessa.
"Fa! kasih kode keras tu!" ledek Prince sambil mengedipkan matanya sebelah.
'Puk' dengan segala kekuatan nya Cessa memukul prince berkali-kali.
"Woii woii ampun cess, wooi sakit!" pekik prince yang masih menahan tawanya.
"Jangan ngomong yang macem-macem ya, gue belum mau begituan!" kesal cessa.
"Ohh udah ngerti toh arti belah duren?" kekeh Prince.
'puk puk puk'
"Lo emang abang yang paling resek" Cessa terus mengomel sambil memukul mukul badan prince.
"cess, lu kenapa sih? udah hentikan, sakit tu prince" July berusaha menghentikan Cessa yang masih memukuli abang kembarnya itu.
"Emang july yang cuma bisa ngertiin gue" prince berlindung di belakang tubuh july sambil memeluk erat gadis itu. dari belakang.
"Woii Prince kalau cari kesempatan itu liat-liat anaknya siap gak? noh jadi kayak patung gara-gara lo" ledek Dafa sambil menunjuk July yang memang seperti patung.
"Tanggung jawab prince anak orang sakit jantung lo buat" tambah Devi.
"Loh, Jul lo kenapa? woii July?" cessa melambaikan tangannya di depan muka july tapi gadis itu masih bengong kaki. "Wahh fix ini prince harus tanggung jawab".
" Tanggung jawab apaan gue aja belum ngapain-ngapain dia" panik prince.
"Jul, July lo gak apa kan?" cessa berusaha menggoyangkan badan July.
"Ahh apa? apa cess?" balas July yang sudah tersadar.
Cessa langsung memeluk July, "Ya ampun Jul, gara-gara prince lo jadi seperti ini, gue janji abang gue bakal tanggung jawab".
Ucapan Cessa membuat semua temannya tertawa minus prince yang kelabakan tanggung jawab apaan coba?
...🌜☀☀☀☀🌛...
" Jadi kenapa ni manggil kita-kita kesini Fa?" tanya Prince pada Dafa yang asik membantu istrinya membukakan buah duren.
"Bentar lagi ada pertandingan liga game kan? gue mau kalian ikut" ujar Rafa. "Pelan-pelan makannya" Rafa mengelap bibir cessa yang belepotan dengan tangannya, masih sempat-sempatnya dia perhatian pada istri padahal lagi ngomong serius sama Prince.
"Kita? siapa aja?" tanya prince lagi.
"lo, Dafa, July, Devi, Bang Xelo" ujar Prince.
"Gue gak bisa main game fa" Devi menunjuk tangannya agar Rafa bisa memperhatikan dia.
"Kenapa gak lo sama cessa?" Dafa kini memberikan ide.
"Gak bisa, gue gak mau fans gue tambah banyak"
"Pede banget lu, paling fans itu nanti jatuhnya ke gue" ujar Prince dengan bangganya.
"Gue gak tampil di publik aja udah banyak fans gue, apa lagi gue tampil, bisa jadi artis pendatang baru, bakal banyak agensi yang pengen kontrak gue" jelas Rafa dengan santainya.
"Kalau cessa gimana?" semuanya kini beralih menatap cessa yang masih fokus menyantap duriannya.
"Bisa bahaya tambah banyak yang suka sama dia" jawab Rafa.
"tapi gimana nanti kalau kami kalah?" tanya July kali ini.
"Gue bakal ajarin kalian semua, menang atau kalah itu urusan nanti, kebetulan gue dapat tiket untuk pertandingan itu, jadi gue mau kasih ke kalian aja" jelas Rafa lagi.
"Gue juga bisa bantu ajarin" ujar cessa yang sudah selesai makan.
"emang lo bisa cess?" tanya dafa bingung.
"lo salah satu fans nya loh" terang Prince.
"Lo kan salah satu subscriber adek gue, dia queen AR" Prince memberitahukan rahasia pemilik asli akun Queen Ar.
"Apa?! Queen AR yang youtuber game itu?" tanya Dafa sekali lagi.
"iya itu gue, tapi jangan bongkar-bongkar identifikas gue" ungkap cessa.
"kenapa cess?" tanya Devi kali ini.
"Gue gak mau aja banyak yang dekatin gue, gue pengen hidup normal tanpa gangguan" ujar cessa dengan santainya.
"Kalian suami istri sama aja konsepnya rahasiakan jati diri" ledek Dafa.
"Suami istri?" beo Devi dan July berbarengan.
"Dafa!" pekik Cessa kesal, karena Dafa baru saja membongkar rahasia Cessa dan Rafa.
"Cess, bisa beritahu kami tentang apa yang baru saja dikatakan Dafa?" tanya July dengan senyum sinisnya.
Cessa melirik Rafa yang masih diam tidak berniat membantu, "Beritahu saja, mereka kan teman-temanmu" Rafa memberikan izin agar cessa boleh bercerita.
Dan mulailah cessa mengatakan semua rahasianya, dari tidak sengaja ketahuan nonton film asek asek sampai mereka terpaksa di nikahkan, sebelum cessa masuk ke kelas barunya.
.
"Kok gue gak tau?" komentar Devi setelah cessa menyelesaikan ceritanya.
"emang sengaja gak ngundang" jawab Rafa santai. Devi adalah saudara sepupu Rafa dari pihak ibu, seharusnya sebagai keluarga Devi juga tau kan, tapi ternyata Rafa sudah memberitahu kepada ibunya untuk merahasiakan pernikahan nya dari Devi.
"Kok gitu, lo jahat banget Fa, kita kan saudara, emang beruang kutub ni anak" gerutu Devi kesal.
"udah-udah vi, yang penting sekarang kita udah tau kenapa ni anak membiarkan cessa boleh menyentuhnya, biasanya paling anti disentuh cewek" ucap July.
"bukan mukhrim" balas Rafa singkat lagi.
"Jadi kalau sama cessa udah mukhrim?" ledek Dafa.
Rafa menarik cessa hingga gadis itu terduduk dipangkuan Rafa. "Bahkan gue cium pun gue gak dosa" balas Rafa dengan senyum liciknya.
"Wuaaahhh kuaammprett memang ni anak! terlalu menyebalkan!" pekik Dafa.
"Rafa!! lepas!" pekik Cessa yang terkejut mendapat pelukan mendadak dari suami sah nya.
"Tadi mereka tanya udah mukhrim apa belum" ucap Rafa masih memangku Cessa.
"iya tapi gak perlu dilakukan, cukup dengan kata-kata, oke? jadi lepas " pinta Cessa dengan sedikit memberontak.
Rafa akhirnya melepaskan pelukannya, tapi sebelum dilepas pria itu mengecup singkat pipi Cessa dan tertawa ketika melihat wajah Cessa yang cemberut menatapnya.
"Gila, gue baru pertama kali liat Rafa yang seperti ini, dia salah makan obat?" ucap Dafa spontan.
"Sama gue juga, seumur-umur gue hidup gue baru pertama kali liat Rafa tertawa lepas seperti itu" tambah Devi.
"Kalian baru sekali kan, gue udah sering, sampai gie udah mulai terbiasa dengan sikap Rafa yang mendadak berubah kalau didepan Cessa" ucap prince sambil membanggakan dirinya.
"Udah kalian serius lagi, jangan takjub gitu liat anak alien ini!" bentak cessa. Gadis itu kesal karena menjadi bahan pertunjukkan.
"emang serius apa?" tanya mereka serempak.
"Katanya mau ikut lomba E-sport?" balas cessa.
"Gue gak ikut, gue emang bisa main, tapi gue gak bisa kalau main untuk pertandingan resmi" Devi langsung angkat tangan menolak permintaan Rafa.
"Ya udah kalau gak mau gue gak bisa maksa, nanti biar gue minta bang Xelo yang carikan pengganti lo, kalau kalian mau kan?" tanya Rafa pada tiga temannya yang masih belum memberikan jawaban.
"Gue sih oke-oke aja, asal komisinya gue dapat" kekeh Prince di angguki dengan kedua teman yang lain.
"masalah itu kecil, gue bisa selesaikan" balas Rafa.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...