
Cessa berjalan mengikuti tarikan dari Rafa yang terus menuntunnya menuju luar.
“kita mau kemana?” tanya Cessa saat mereka berdua telah sampai di parkiran motor mereka.
“kamu suka banget sih tebar pesona di depan gavin?” bukannya menjawab Rafa malah bertanya balik pada cessa.
“Astagfirullah, apaan sih Fa, cemburunya gak tau tempat” kesal Cessa. “Gimana caranya aku goda Gavin, liat aja males banget, apa lagi godain, mata aku tu duah tertutup sama seseorang” lanjut cessa.
Rafa semakin menekuk mukanya sebal, “Siapa?” ketus pria itu.
“Noh liat kaca spion, kenalan tuh sama King AR” cessa menunjuk kaca spion yang menampilkan wajah Rafa saat ini.
Wajah Rafa yang tadinya di tekuk berubah menjadi lembut, pria itu kini mengulum senyumnya.
“kalau mau senyum jangan ditahan-tahan, nanti bisa jadi penyakit loh” goda Cessa.
‘Cup’ Rafa mengecup singkat bibir Cessa.
“Pandai ya sekarang menggodaku” bisik Rafa.
Cessa terus berusaha mendorong tubuh Rafa yang masih menukungnya dan berada dalam jarak dekat, tapi apalah daya tenaga cessa masih belum mampu mendorong tubuh suaminya itu.
“cari kesempatan aja terus, jadi mau kemana nih? Udah capek-capek dapat izin keluar malam-malam, eh langsung pulang, gak enak banget” gerutu Cessa.
Rafa Kembali tersenyum mendengar celotehan istrinya itu, “mau kemana? Kita jalan sekarang” ajak Rafa, rasa marah dan cemburunya langsung menghilang begitu Cessa menggodanya.
Cessa langsung balas tersenyum senang ketika Rafa mengajaknya jalan-jalan, “Kencan keliling kota, baru setelah itu kita ke perusahaanmu”.
“Ngapain?” tanya Rafa bingung.
“Itu Cess, mau pinjam tempat syuting disana, Cess harus upload video, karena video simpanan cessa habis” ungkap gadis itu.
“Video?” cukup lama Rafa berpikir lalu mengangguk mengerti, “bagaimana kalau Live di youtube?” tawar Rafa.
“Live youtube?” beo Cessa.
“Iya, umumkan kalau kita berdua adalah pasangan sesungguhnya didunia nyata” ungkap Rafa.
“Apa gak ah, jangan dulu,ntar Fans cessa pada lari, kolaborasi aja dulu, nanti lama-lama kalau ada fans yang minta kita Berpacaran baru deh pacarana” ucap Cessa dengan ide brilian nya.
“baiklah, cepat naik” perintah Rafa.
Cessa dengan cepat menaiki motor sport itu, seperti biasa gadis itu langsung memeluk Rafa tanpa diminta lagi, karena rafa akan mengancam dosa jika dia membantah dan menolak perintah suaminya.
...🌜💫💫💫💫🌛...
“Loh Fa, tumben kesini, ada apa?” tanya Xelo saat melihat Rafa memasuki ruangannya.
“masih banyak kerjaan bang?” bukannya menjawab Rafa malah bertanya balik.
“Hmm, masih bisa di handel, mau gunain tempat ini ya?” ujar Xelo, “dia istri kamu?” tanya Xelo lagi menunjuk cessa yang berdiri dibelakang Rafa.
“oh iya hampir aja lupa, bang kenalin ini istri Rafa, Namanya Cessa, dan cess, ini abang angkat aku, Namanya Xelo, dia yang selama ini menggantikan posisiku selama aku tidak ada disini” rafa mulai memperkenalkan istri kecilnya dengan Abang angkatnya itu.
“Hai bang, kalau masih sibuk lanjut aja kerjanyabang, cessa bisa nunggu kok” ucap cessa.
“Hmm sebaiknya aku pergi deh, gak enak liat pemandangan orang pacarana, lagian kerjaannya bisa dibawa keluar kok, aku ngerjain di apartemen aku aja” jawab Xelo dengan lembut.
“maaf ya bang Cessa nyusahin” lirih gadis itu.
“ehemmmm bang” peringat Rafa.
Xelo hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Rafa, “Gak apa cess, gak nyusahin kok abang pergi dulu, Assalamualaikum”.
“Waalaikum salam” jawab Cessa dan Rafa serentak.
“ya buat video lah” jawab Cessa cepat.
“video apa?” tanya Rafa, dia sudah mulai membuka kancing bajunya satu persatu”
“tu-tunggu dulu, kamu mau ngapain?” Pekik cessa, jantungnya sudah dag dig dug melihat aksi suaminya yang mulai membuka kancing kemejanya satu persatu.
“Di otak kamu sedang mikirin apa?” tanya balik Rafa.
“Gak ada? Otak aku bersih gak ada mikirin film blue satu pu__” ucapan cessa terpotong gadis itu langsung menutup mulutnya dengan menggunakan kedua tangannya.
Rafa tertawa keras, karena otak istrinya berhasil tercemar dengan hal-hal mesum, itu suatu kemajuan bukan?
“Rafa! Berhenti tertawa! Cepat pakai Kembali kemejakamu itu!” teriak cessa, muka gadis itu sudah bersemu merah.
“yakin gak mau ? dari pada nonton film Blue di sekolah mending praktek langsung” goda Rafa.
Cessa menutup mukanya dengan kedua tangan, “Siapa yang nonton! Bukan aku!” pekik cessa dia Kembali teringat pertemuan pertamanya dengan Rafa, di dalam klub film yang sedang menayangkan adegan dewasa.
Rafa tertawa keras, “Cess udah buka lagi mata kamu” kekeh rafa.
“gak mau! Pakai dulu Kembali kemejanya” tolak cessa.
“yakin ni gak mau praktek langsung, aku bersedia jadi pemeran utamanya”.
“Rafa mesum!!!” teriak Cessa dengan kesal.
“Hahha udah cess, aku udah ganti baju” seru rafa masih dengan tawanya.
“benaran udah?” tanya cessa sekali lagi, dia tidak mau di tipu oleh Rafa.
“benaran, kalau bohong aku cium kamu” ucap rafa.
“enak di kamu gak enak di aku” dengus cessa, gadis itu sudah membuka matanya Kembali. “ngapain ganti baju?” tanya cessa yang melihat Rafa sudah mengenakan jas hitam dan kemeja putih serta topeng di wajahnya.
“pakaian kita yang tadi sudah dilihat oleh beberapa orang, bisa bahaya jika ada yang mengetahui identitas kita” ucap rafa.
“Terus aku gimana?” tunjuk cessa pada dirinya sendiri.
Rafa tersenyum sambil menarik tangan cessa menuju ruang gantinya, ketika cessa sampai, gadis itu cukup terkejut ada beberapa pakaian Wanita disana, “kenapa ada banyak pakaian Wanita? Kamu gak kelainankan? atau ada Wanita lain yang masuk kesini?” selidik cessa.
Rafa menghela nafas Panjang, “Ini semuanya baru, setelah kita menikah, aku menyuruh bang Xelo untuk memasukkan beberapa pakaian Wanita kesini, aku berharap kamu akan sering menemaniku lembur bekerja disini” ungkap Rafa.
Cessa sedikit menyipitkan matanya, “Benarkah? Gak bohongkan?” tanya gadis itu lagi masih tidak percaya pada Rafa. “lalu kenapa ukurannya pas dengan aku semua?”
Rafa tidak menjawab, dia memeluk Cessa dengan pelan, “Hanya dengan memelukmu aku tau ukuranmu, termasuk ukuran dada” Rafatertawa di akhir kalimatnya sementara cessa langsung menyilangkan kedua tangannya pada dadadnya.
“Mesum!” seru Cessa.
“mesum- mesum gini hanya sama kamu loh” ujar Rafa penuh percaya diri.
“Ihhh rafa genit banget, kerjanya godain terus, udah sana pergi keluar! Cess mau ganti baju” cessa berusaha mendorong tubuh Rafa agar segera keluar dari ruang ganti itu.
“Sini biar aku bantuin” tawar Rafa.
“Gak perlu bisa sendiri, sehat walafiat ini, gak perlu bantuan” gerutu cessa.
Rafa akhirnya keluar juga dengan tawa yang keras. Baginya kehidupannya bersama Cessa sekarang lebih berwarna dan tidak sepi lagi, dia sedikit menyesal karena sering menolak Prince yang ingin menjodohkannya dengan Cessa. Kalau tau akan semenyenangkan itu, rafa pasti memaksa prince untuk mengenalkan Cessa padanya lebih cepat.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
bonus pict