
Sebelumnya jangan ada yang marah jika Author membuat cessa hamil disaat dia masih sekolah ya, mohon izin nya dan jangan marah ya, ini hanya fiksi dan cerita novel, hanya hayalan, semoga semua nya suka, jangan lupa like, vote, hadiah dan bintang ⭐ lima nya ya 😄😄
Terima kasih
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
Cessa terbangun pagi-pagi sekali karena suara muntah-muntah Rafa dari kamar mandi, Mata cessa langsung terbuka sempurna begitu dia tidak merasakan keberadaan Rafa di sebelahnya.
“Yang~ kita ke rumah sakit aja ya, udah 2 minggu kamu seperti ini terus” ucap cessa sambil mengusap punggung rafa dengan lembut, sedangkan Rafa hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil terus muntah-muntah.
“Gak apa sayang, ini karena kecapekan aja” ujar rafa setelah berkumur kumur. Memang beberapa minggu ini Rafa sibuk dengan program baru yang dia buat, masalah gavin dan juga semalam mereka baru saja selesai ujian tengah semester. Sekarang memang mereka sedang menikmati waktu libur beberapa hari sebelum kembali lagi bersekolah.
“Ya udah jangan kerja dulu untuk hari ini” ujar cessa, wanita itu menepuk tempat tidur disebelahnya menyuruh rafa untuk telungkup agar dia bisa memberikan minyak angin dan memijat suaminya itu.
Rafa mengikuti permintaan istrinya dan diam menikmati pijatan Cessa. Sebenarnya Rafa sudah tau apa yang terjadi pada dirinya, dia sudah punya satu firasat yang bisa baik bisa juga tidak, tapi bagi rafa itu adalah firasat baik, namun dia tidak tau dengan istrinya dan juga keluarga cessa.
“Yang~” panggil Rafa lembut.
“Hmm?” cessa hanya berdeham menjawab pertanyaan Rafa.
“kalau kita di beri kesempatan untuk punya anak lebih cepat, apa kamu mau?” selidik Rafa, rafa merasa istrinya sedang hamil sekarang, tapi dia tidak mau membuat istrinya itu marah dan tidak mau menerima anak mereka.
“maksudnya apa?! Kamu mau angkat anak?!” seru cessa mulai emosi, wanita itu sudah menepuk punggung Rafa yang tidak mengenakan baju.
Rafa mengulum senyumnya, ‘Fix istrinya sedang hamil’ pikir Rafa, tapi yang jadi masalah bagaimana cara membujuk cessa yang tidak mau mempunyai anak dulu, Rafa pikir benihnya bulan lalu tidak akan jadi, tapi ternyata dia terlalu hebat untuk bisa membuat istrinya langsung hamil. Rafa sudah bisa menebak ada yang aneh dengan sakitnya, dia tidak pernah sakit seperti itu walaupun dia sangat kecapekan, dia juga melihat ada perubahan pada tubuh istri nya, melon kembar yang tiap malam dia pompa mulai membesar dan perut istrinya mulai terasa keras, dari semua tanda-tanda itu rafa dapat mengambil kesimpulan cessa hamil.
“Bukan gitu yang, maksudnya itu bagaimana jika kamu hamil, apa kamu siap, kita berandai andai saja dulu” ujar rafa dengan nada yang lembut. Jika pun cessa menolak Rafa akan memikirkan cara untuk membuat cessa mau menerima kehamilannya, kalau masalah papi harry dan mami dona rafa siap mendapat hukuman dari mereka serta hukuman dari kedua abang iparnya.
“Hmmm, harus kah kita membahas itu sekarang?” keluh cessa dia masih memberikan pijatan pada Rafa.
“Kalau tidak sekarang kapan lagi, bagaimana jika kamu hamil sekarang? Apa kamu mau menggugurkannya?” tanya rafa, pria itu meremas tangannya berharap jawaban itu tidak akan keluar dari mulut cessa.
“Gugur kan apaan! Enak aja! Anak itu anugrah kenapa harus di gugurkan! Tapi jika bisa kita harusnya menahan diri untuk tidak punya anak dulu” lirih cessa.
Rafa mengulum senyumnya dan berbalik badan menjadi telentang, tangan pria itu menarik tangan cessa hingga wanita itu menghimpit badan rafa dan dia masuk kedalam pelukan rafa.
‘Cup’ Rafa memberikan ciuman pada kening Cessa. “sepertinya istriku ini sudah siap untuk jadi ibu” goda Rafa, “apa kita buat saja sekarang?” tambahnya lagi.
‘plak’ cessa memberikan pukulan pada dada bidang suaminya itu, “jangan! Kan aku bilang kalau bisa jangan sekarang” lirih cessa.
“Yahh~ padahal aku pengen banget punya anak yang lucu-lucu seperti kamu” Rafa berpura-pura sedih agar cessa juga mengharapkan hal yang sama dengannya.
Rafa mengangguk dan kembali memberikan ciuman pada wajah istrinya, pembicaraan berat seperti itu jika dibicarakan dengan serius atau terlalu tegang akan membuat cessa menolak permintaan rafa, makanya Rafa membicarakan seperti pembahasan biasa antara suami istri yang diselingi ciuman lembut.
“Aku pengen banget punya anak, aku tau kita masih terlalu muda, tapi semua persiapan masa depan sudah siap, aku sudah bisa membeli rumah untuk keluarga kita, aku juga sudah punya pekerjaan dan tabungan masa depan buat keluargaku” Rafa mengelus pipi istrinya, “tujuanku menjadi pencipta dan membuat program adalah untuk istri dan anakku kelak, ciptaan itu tidak akan bisa diambil jika sudah punya hak patennya, dan uang akan terus mengalir pada kita walau aku hanya duduk diam saja karena mereka meminjam ciptaan kita, tentu akan ada banyak saingan ke depannya, tapi menjadi yang pertama akan tetap menjadi pilihan para konsumen, umur bukan berarti kita tidak bisa memiliki anak kan?” tambah Rafa.
“tapi~ bagaimana jika papi dan mami marah?” gumam cessa pelan.
“Aku yang akan menanggung kemarahan mereka” ucap rafa penuh kepastian.
“Tapi cessa gak mau cuti sekolah, masak teman-teman cessa lulus cessa masih belum lulus sekolah?” lirih cessa.
Rafa kembali mengelus pipi istrinya itu, “siapa bilang kamu cuti, kamu tetap sekolah, lebih tepatnya kita akan mengambil home schooling, aku sudah sangat kesal melihat banyak pria di sekolah memandangmu, kalau istri cantik ku ini di rumah kan tidak ada yang liat” goda Rafa, sebenarnya hanya alasan agar cessa mau menerima ke hamilan nya.
“Dasar mr.posesif” gerutu cessa.
Rafa tertawa pelan sambil mencubit gemas hidung istrinya, “Mr. Posesif with high libido?” kekeh Rafa, pria itu kembali memberikan ciuman pada cessa tapi kali ini lebih ganas dan membuat cessa mulai menginginkan rafa.
“Yang~ ini masih pagi, nanti mami sama papi cariin kita” tolak cessa dengan lembut.
“papi dan mami tau kita masih pasangan muda, wajar kalau hari libur di habiskan dengan mendekam di kamar” kekeh Rafa, tubuh pria itu sudah menghimpit tubuh cessa.
“nanti mami dan papi marah gimana?” cessa masih mencari alasan,tapi tubuhnya berkata lain dia semakin menekankan kepala rafa pada melon kembarnya, agar pria itu menyesap nya.
Rafa menghentikan aktifitasnya pada melon kembar cessa, “yakin mau menghentikan kegiatan ini?” tanya rafa dengan menaik turunkan alis nya.
Cessa menggelengkan kepalanya, “lanjutin yang~” desahnya.
“yang kali ini boleh ya, aku ingin punya anak yang” ucap rafa sebelum melanjutkan aksinya.
Cessa akhirnya menganggukkan kepalanya pelan, dan setelah itu Rafa baru benar-benar menjalankan aksinya pada cessa, pria itu tersenyum penuh kemenangan, hanya tinggal menunggu waktunya saja Rafa akan memberitahu pada semua keluarganya bahwa cessa hamil, dia akan menyiapkan dokumen untuk melakukan home schooling bersama cessa, dan setelah itu mencari daerah atau rumah kosong di dekat rumah keluarga bagaskara untuk menjadi rumah utama keluarganya.
Cessa sudah tidak bisa mundur lagi, entah kenapa beberapa hari ini dia malah suka dengan kegiatan ranjang mereka, bahkan cessa pernah terbangun tengah malam untuk meminta Rafa bermain gulat bersamanya. Ibu hamil kan memang seperti itu, hanya saja cessa belum sadar dia hamil hanya suami tampannya saja yang sadar, dan Rafa sudah mendapatkan surat izin untuk memiliki anak, jadi semarah apapun cessa rafa sudah mengantongi izin nya.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
bonus pict
Daddy Rafa