Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
57. Kena Jewer



Begitu memasuki pesta yang diadakan di pinggir pantai, cessa langsung menjadi pusat perhatian para tamu pria, karena tampilannya yang berbeda serta wajah cantiknya yang sangat memukau.


Rafa yang berada jauh dari cessa langsung mendengus kesal melihat pandangan para pria itu.


“heran banget! Gak liat apa si cessa pakai jas cowok dan kenapa gak sadar berarti cessa ada yang punya!” gumam Rafa sendiri. Saat pria itu hendak melangkah mendekati cessa tangannya segera ditahan oleh Prince dan juga dafa.


“Wow wow sabar bro” tahan prince, “mereka hanya melihat belum ada yang mencoba mendekati, jadi biarkan saja dulu, kasian adik gue di kurung terus, dia pasti butuh quality time bersama teman perempuannya” lanjut prince.


“tauk nih yang bucin banget sama Cessa, emang lo udah ngakui perasaan lo sama cessa?” tanya Dafa penasaran.


“Mau tau aja” jawab Rafa sedikit ketus.


Dafa geleng-geleng kepala mendapat jawaban ketus dari Rafa, “aduhh, ini partama kalinya gue lihat beruang kutub berubah jadi beruang madu, sumpah cessa super keren bisa meluluhkan hati beruang kutub” ledek Dafa.


Rafa sama sekali tidak menjawab, dia hanya fokus menatap Cessa dari jarak jauh.


...🌜🌦🌦🌦🌦🌛...


Di tempat gavin dan teman-temannya.


“wuiihh gila bro gue kira lo bakal tunangan sama Intan, Taunya tunangan sama anak baru gede umur 17 tahun lagi, apa rahasianya bro” ledek teman-teman Gavin pada gavin.


“Punya wajah tampan dan kaya” jawab Gavin singkat, mata pria itu sejak tadi sibuk melirik kira dan kanan mencari sosok gadis cantik yang dia tunggu-tunggu.


“Tampan dan kaya, gue juga anak konglomerat, tapi yang gue gak bisa dapat yang umur 17 tahun, lumayan bro masih segel” kekeh teman gavin yang Bernama Aldi.


“Lo dari tadi cariin siapa sih? Gue liat lo gak fokus sama kita-kita” ucap teman gavin yang Bernama Bima.


“Adik ipar gue” jawab Gavin singkat, mata pria itu langsung berhenti ke arah tiga orang gadis remaja yang asik tertawa bersama, gadis-gadis itu sibuk memilih makanan di tempat pengambilan makanan.


Melihat kepala dan pandangan gavin tidak lagi berpindah-pindah, teman-teman gavin langsung mengikuti arah pandang pria itu, “wuuaahhhh gila cantik banget” ucap Aldi secara spontan.


“Tu cewek atau jelmaan angel?” tambah Bima.


“Mata kalian gue gak salah lihat bidadari turun ke bumi kan?” ucap teman gavin yang satunya lagi Bernama Chiko.


“Gak ada yang salah lihat, Namanya Princessa, dia adik ipar gue” ucap gavin dengan santainya.


Ketiga pria itu langsung menatap gavin dengan serius, “Gila lo punya adik ipar secantik itu, kenapa lo harus tunangan sama gadis itu? Kenapa gak lo rebut aja dia dari adik lo” ucap Bima kesal.


“Namanya cocok banget sama wajahnya, seperti princess dari negeri dongeng” puji Aldi.


“kalau gue jadi lo, udah gue rebut itu adik ipar” komentar Chiko.


Gavin mendengus, “kalian pikir gue gak mencobanya, berbagai car ague lakuin, tapi dia tidak mau menatap gue, kalau gak percaya coba aja dekatin dia” tantang gavin kepada ketiga temannya.


“benaran ni ya, bakalan gue belikan kalian mobil satu persatu jika gue berhasil dapat tu cewek cantik” ujar Bima merasa tertantang.


“Gue bakal kasih kalian uang 500 juta kalau berhasil dapatkan gadis itu” ujar Aldi.


“Gue kasih kalian koleksi pacar gue, kalau gue berhasil dapatkan dia” ucap Chiko.


Ketiganya lalu berjalan mendekati cessa dan kedua temannya.


“hai, boleh kenalan?” Bima lebih dulu menyapa cessa.


Cessa melirik ketiga pria itu lalu Kembali menatap makanannya. “Gak beli mas, saya sudah punya semuanya” jawab ketus Cessa.


“saya gak jualan cantik, saya Cuma mau kenalan” ujar Bima lagi.


Aldi menepuk bahu Bima karena pria itu tidak berhasil menggoda cessa.


“pelit banget sih Cuma mau kenalan aja loh masak gak boleh?” kali ini Aldi yang angkat bicara.


“Gak boleh, laki saya itu pecemburu” jawab cessa dia masih sibuk dengan makanannya.


Chiko tersenyum, sambil menepuk bahu kedua temannya, dia kini mulai maju, “sayang loh cantik-cantik jutek banget, Cuma kenalan gak lebih, aku teraktir makan di kapal pesiar gimana?” goda chiko.


Cessa menatap pria itu dengan mata memicing sinis, “kan saya sudah bilang saya punya semuanya, gak tertarik dengan apapun itu, jadi sebaiknya kalian bertiga pergi atau__” ucapan cessa terpotong.


“Kamu kenal mereka sayang?” Rafa tiba-tiba muncul dan merangkul pinggang Cessa.


“nah telat kalian bertiga, udah datang beruang kutubnya” ucap cessa.


Rafa menatap ketiga teman gavin dengan wajah horrornya. “abang Bima, aldi dan Chiko, kenapa kalian berusaha menggoda tunanganku? Kalian sudah taukan dia sudah punya tunangan” ucap Rafa ketus.


Rafa mengenal tiga orang itu, mereka adalah sahabat dekat gavin, memang mereka tidak pernah mengganggu Rafa, tapi setahu Rafa mereka adalah playboy, dari mereka bertigalah gavin belajar cara mendekati Wanita dan ketagihan **** bebas.


“Kami Cuma mau kenalan aja kok Fa, gak lebih” ucap Aldi.


“ini tunanganku, Namanya princessa, udah kenalkan, jadi jangan ganggu lagi” Ujar Rafa masih dengan nada horornya.


“Oke, baiklah” ketiganya langsung berbalik badan, sebenarnya tidga orang itu takut dengan Rafa, mereka pernah berniat mengerjai Rafa, dengan cara mengeroyok pria itu, tapi hasilnya bukan Rafa yang babak belur melainkan mereka yang babak belur akibat rafa ternyata pandai bela diri.


Rafa semakin mengeratkan rangkulannya dengan cessa, sambil terus menatap ketiga orang pria itu dengan wajah horror. “Suka digodain seperti itu?” ucap Rafa dapa cessa.


Cessa menghela nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan. “tanya July dan Devi, bagaimana cara aku menolak mereka, sudah ditolak berkali-kali tetap saja menyerocos minta kenalan, jadi jangan cemburu gitu” balas cessa.


July dan Devi mengangguk cepat dengan ucapan Cessa.


“Mama sama papa panggil kita, boleh aku pinjam cessanya bentarkan” izin Rafa pada kedua temannya.


“Oke fa” jawab July dan devi serentak.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...


“Ya ampun cess, kenapa kamu pakai jas milik rafa” komentar mama reta begitu rafa dan cessa sampai di depan kedua orang tuanya rafa.


“gak apa ma, cessa kedinginan” jawab cessa asal, dia gak tau alasan apa yang harus dia gunakan untuk menjawab pertanyaan Mama reta.


“Jangan bohong sama mama, pasti rafa yang suruh kan, lepas aja sekarang, gak cocok kamu pakainya sayang, apa lagi jas itu kebesaran di badan kamu” ucap mama reta.


Cessa cepat-cepat menggelengkan kepalanya, “gak bisa ma, lebih bahaya kalau cessa buka” ucap cessa.


“emang kenapa sayang?” tanya mama reta, dia lagsung berusaha membuka jas yang dikenakan cessa.


“Ya ampun! Rafa!” gerutu mama reta begitu dia melihat bekas merah di punggung cessa, begitu dia memaksa cessa membuka jas itu, tapi begitu tau alasannya mama reta Kembali memasangkan jas itu pada cessa. “kamu ini nakal banget sih” mama reta langsung menjewer telinga Rafa dengan keras.


“ampun ma, sakit, banyak yang lihat loh ma” ucap Rafa cepat.


“mama sengaja memberikan baju seperti itu pada cessa, malah kamu buat ulah” gerutu mama reta kesal.


...🌜☀☀☀☀🌛...


Makasih masih mau mengikuti novel author, dukungan kalian sangat berarti Terima kasih banyak ya 😄