Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
179. Hukuman



Besoknya Rafa memang mengumpulkan semua keluarganya di ruang keluarga lebih tepatnya di rumah keluarga bagaskara.


Papa dan Mama Rafa juga ada di sana.


"Kenapa kamu mengumpulkan semua orang Rafa?" tanya papi harry heran.


Rafa bukannya menjawab dia langsung duduk di lantai dingin itu, bersimpuh di hadapan papi Harry.


"Rafa mau mengakui kesalahan Rafa pi" ucap Rafa tegas.


"Kesalahan?" papi harry sedikit mengernyitkan keningnya bingung, sedangkan king yang sudah bisa menebak apa itu hanya mendengus melihat Rafa uang bersujud.


"Iya pi, Rafa membuat kesalahan besar dan Rafa siap menerima hukuman apapun dari papi tapi jangan pernah pisahkan Rafa dari cessa pi.


" Apa maksud kamu Rafa! kamu berselingkuh dari Putri papi!" pekik Papi harry yang salah paham dengan ucapan Rafa.


"Pi! cessa gak tau apa masalahnya tapi suami cessa gak mungkin selingkuh" cessa ikutan duduk bersimpuh di lantai.


"Bukan itu pi" ucap Rafa, lalu dia melihat istrinya yang duduk di sebelahnya, "yang~ sana duduk dekat kak Queen, lantai ini dingin, biar aku saja yang menerima hukuman ini" ucap Rafa lembut pada istrinya itu.


"tapi__" cessa hendak membantah tapi gelengan kepala Rafa membuatnya mengalah, dia akhirnya tegak dan duduk di sebelah kakak ipar nya.


"Lalu apa salahmu nak?" papi harry mulai lembut karena tebakannya ternyata salah.


Rafa sekali lagi menundukkan Kepala, "Rafa menghamili Cessa pi" ungkap Rafa.


"Hamil?" ucap serentak mama reta dan mami dona.


"iya mi, ma, Cessa sedang hamil, dan Rafa minta maaf, tapi Rafa tidak menyesal telah diberikan anugrah itu lebih cepat" ungkap Rafa sekali lagi.


"Apaan! gak pi bohong itu! Cessa gak hamil pi!" bantah cessa cepat.


"Jadi mana yang benar Fa?" tanya papi masih dengan nada datar.


"Cessa hamil pi" ucap Rafa sekali lagi.


"Gak pi! bohong itu! cessa aja gak ada muntah-muntah!" bantah cessa sekali lagi, "kami memang ada bahas tentang anak, tapi cessa belum di beri amanah itu pi" tambah cessa.


"Aku yang muntah-muntah nya sayang" ucap Rafa sambil menatap mata cessa.


"a_a__" Cessa hendak membuka mulutnya untuk membantah, tapi kenangan Rafa yang selama ini muntah-muntah di pagi hari membuat cessa terdiam, "Enggak pi, cessa belum hamil, cessa masih nafsu makan kok" bantah cessa tapi dengan suara pelan, gadis itu mulai ragu.


"Aku yang muntah-muntah sayang, aku yang tidak nafsu makan, dan aku juga mengidam" ucap Rafa sekali lagi.


"Tapi siklus menstruasi ku berjalan baik kok" ucap cessa.


"Kamu udah telat seminggu sayang, aku hapal jadwal menstruasi kamu yang~" Ucap Rafa lagi.


Cessa kembali membuka mulut lalu menutup persis seperti pantat ayam, dia memang pelupa dengan siklus menstruasi dirinya sendiri.


"Bik! Bik inah!" panggil mami dona pada asisten rumah tangga nya itu.


"iya nyonya" bibi inah datang dengan tergopoh gopoh.


"tolong belikan test pack, cepat ya bik" mami dona memberikan uang pada bibi inah, dan asisten rumah tangga itu segera berlari untuk memenuhi permintaan tuan rumahnya.


"Jadi kamu siap menerima hukuman apapun Rafa?" tanya papi harri.


Rafa mengangguk "siap pi" jawab Rafa tegas.


"Sekarang memang belum pasti cessa hamil atau bukan, tapi kamu masih bersedia menerima hukuman dari papi?" tanya papi harry lagi.


Rafa kembali mengangguk, "Rafa siap pi, hukuman apapun akan Rafa Terima tapi jangan pernah pisahkan Rafa dari istri Rafa pi" balas Rafa tegas.


"Kalau gitu, push up 100 kali sekarang juga" perintah papi harry.


"Kenapa? gak mau kamu?" tanya papi harry dengan suara dingin.


"Mau pi" Rafa segera melakukan push up 100 kali seperti permintaan papi harry.


Setelah selesai Rafa kembali menatap papi harry dengan keringat yang mulai keluar bercucuran karena di minta olahraga tiba-tiba.


"King! ambil buah semangka dalam kulkas sana, prince cari lakban besar sana!" perintah papi harry.


"Untuk apa pi?" tanya king bingung namun kakinya tetap melangkah mengambilkan buah menyegarkan itu.


.


"ini pi" king membawa buah semangka itu dihadapan papi harry begitu juga dengan prince.


"Tempelkan di perut Rafa sekarang" perintah papi harry.


Rafa bingung kenapa papi harry menghukum nya seperti sedang main-main, tapi dia tetap tegak dam membiarkan kedua kakak iparnya menempelkan buah semangka itu di perutnya seperti orang hamil.


Berat semangka itu hanya 2 kilo tapi Rafa mulai merasa berat di perutnya karena tadi dia baru saja melakukan push up.


"Berat rafa?" tanya papi harry.


"Iya pi" jawab Rafa pelan.


"Itu adalah berat yang nanti akan ditanggung istrimu bahkan lebih dari itu" ujar papi harry. "Sekarang ikuti papi" perintah nya lagi.


Rafa segera mengikuti papi harry yang berjalan menuju taman samping rumahnya, bukan hanya papi harry semua orang yang ada di sana juga ikut karena penasaran dengan hukuman apa yang di berikan papi harry untuk Rafa. mereka semua hanya diam menjadi penonton saja, karena merasa seru dengan hukuman papi harry.


"Sekarang kelilingi taman ini di setiap sudutnya, sebanyak 100 kali kamu boleh lari, berjalan atau pun merangkak" ucap papi harry. Rafa masih bingung dengan permintaan papi harry tapi dia tetap melaksanakan permintaan papi harry.


Pria itu mulai berlari satu putaran mulai terasa sakit pada punggungnya padahal masih satu putaran, masih ada putaran lainnya yang menunggu, sambil berlari Rafa terus memikirkan apa maksud papi harry yang menyuruhnya berlari menggunakan buah semangka di perut.


Rafa menghentikan langkahnya di depan papi harry saat putaran kedua, pria itu terlihat sangat kelelahan.


"Tidak sanggup rafa?" tanya papi harry.


"Sanggup pi" jawab Rafa, sebenarnya badan pria itu mulai terasa sakit tapi Rafa tetap menyanggupi permintaan papinya, tapi kali ini pria itu berjalan tidak berlari lagi.


"papi mau apa sih pi, kasih hukumannya seperti orang sedang mengerjai gini" celetuk prince pada papi nya.


"liat saja nanti, baru satu putaran saja dia gak sanggup, papi mau lihat apa Rafa sanggup menerima hukuman dari papi" ujar papi harry.


Cessa tampak cemas melihat suaminya yang sudah bercucuran keringat mengelilingi taman itu, dia mau memohon papinya untuk keringanan hukuman tapi papi harry sekarang tampak sangat mengerikan, dia tidak seperti main-main.


"Sebenarnya apa yang papi inginkan sih, kok menghukum suami cessa seperti itu" batin cessa, dia tidak berani mengutarakan ucapannya, hanya mampu memendam di dalam hati nya.


Putaran ke lima Rafa mulai terlihat kelelahan dan kesakitan di punggungnya, mungkin jika tidak ada acara push up Rafa bisa menyelesaikan itu dengan cepat, tapi karena tadi badannya sudah capek akibat push up, dia mulai merasakan sakit, lelah dan kecapekan di seluruh badannya, kakinya bahkan bergetar untuk melangkah.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...


Hayoo sebenarnya apa ya mau papi harry ada yang bisa menebaknya??


🤔🤔🤔🤔


bonus pict :


Papi harry dan mami dona



jangan lupa like, vote, hadiah dan bintang 5 nya ya


makasih sudah membaca novel ini.. 😘😘😘