
“Ahhh lelahnya” ujar prince yang sudah membaringkan badannya di tempat tidur, selesai makan kedua orang itu memang langsung kembali ke hotel.
“lelah atau senang ketemu mantan?” sindir Juli yang sudah duduk di sebelah suaminya berbaring.
Prince menyunggingkan senyumnya lalu menarik tubuh Juli agar mendekat padanya. “Cemburu? Hah?” kata prince sambil menaik turunkan alis.
Juli lebih memilih memalingkan wajahnya karena kesal, “siapa yang cemburu, sana pergi sama riska, mantan terindahkan itu” ucap juli kesal.
‘CUP’ prince mencium bibir istrinya yang sedang manyun.
“iihh apaan sih cium-cium” protes Juli yang tidak mau berciuman dengan prince.
“lah tadi bibirnya di monyong monyongin, berarti tandanya minta cium dong” kekeh Prince. Dia tau isrinya sedang ngambek alias cemburu, tapi menggoda Juli yang sedang merajuk akan sangat menyenangkan.
Juli tidak menjawab, dia hanya memalingkan wajahnya tidak mau menatap prince.
Keusilan prince kembali muncul, tangan pria itu mulai masuk ke dalam baju Juli dan menyentuh gunung kembar milik Juli.
“prince!” Juli semakin kesal prince sudah mempermainkan dirinya.
“oohh belum terangsang ya” tangan prince kini turun pada rok yang juli kenakan, tangan itu menjelajah ke dalam serabi juli. Dan itu semakin membuat Juli melotot kesal.
Dengan pelan dan lembut tangan prince memberi usapan dan juga mencubit serabi Juli membuat wanita itu menegang dan meram melek, awalnya dia ingin menolak tapi rangsangan yang prince berikan membuat juli tidak dapat menolak lagi.
Prince tersenyum penuh kemenangan karena berhasil membuat istrinya meram melek menikmati sodokan yang dia berikan, bibir pria itu juga tidak diam, sebelah tangannya sudah menaikkan baju juli hingga gunung kembar itu keluar dari penutupnya dan prince menikmati makanan penutupnya dnegan cara mengemut kedua puncak gunung kesukaannya.
“Prince~ a- aku ma-sih ma-rah i-ni” ucap Juli terbata karena ulah sang suami.
“Nikmati saja sayang aku akan membuatmu tidak marah lagi” goda Prince.
Setelah itu yang terdengar hanya ******* dari suami istri itu yang sedang bergulat untuk mencapai kenikmatan.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌨🌛...
King manatap istrinya yang sedang memberikan asi pada Amira sementara Almeer sudah lebih dulu diberi dan sekarang bayi tampan itu sedang tidur di box bayinya.
“mas kenapa ngeliatin begitu?” tanya Queen heran.
“kapan aku boleh cicip yang?” ucapan King hampir saja membuat Queen tertawa keras pasalnya King berkata sambil menatap kedua gunungnya yang sedang di hisap oleh amira, king berkata sambil menggigit jari seperti anak kecil.
“ini milik Amira dan Almeer mas! Kamu yang lain aja ya” bujuk Queen.
“yang lain?” King langsung melihat pada bagian sensitif Queen yang berada di bawah, “yang bawah boleh untuk aku nikmatikan?” seru king bersemangat.
Queen menganggukkan kepala, “boleh tapi setelah mira tidur” jawab Queen.
King langsung berlonjak senang tapi tanpa suara pria itu mengatakan “YESS!” King berlari menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dan sekarang dia hanya mengenakan boxer saja.
“Ini belum tidur mas” kata Queen menunjuk Amira yang masih menyedot sumber makanannya.
.
Sepuluh menit kemudian Queen baru berhasil membuat Amira tertidur dengan nyenyak.
“Mas, mau tidur aja atau olahraga?” tanya Queen.
King yang hampir memejamkan mata langsung melek begitu mendengar suara Queen yang memanggilnya.
“Udah selesai yang?” ujar King mulai bersemangat.
“kalau capek tidur aja gimana?” tawar Queen.
“Ahhh~” desah Queen saat tombak King sudah masuk ke dalam goa, wanita itu cepat-cepat menggigit bibirnya agar tidak membangunkan kedua bayinya.
Namun sayang saat king ingin memberi tempo pada tombaknya, tangisan Almeer membuat king berhenti dan melepaskan tombak yang tertancap pada gua.
“Yang~”ringis King, tombaknya sudah berdiri tegak dan siap untuk di amankan, tapi tangisan Almeer membuat kegiatan mereka terhenti.
“sabar ya, bentar lagi ya sayang” Queen menahan tawanya melihat sang suami yang sudah telungkup dengan wajah memelas.
...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...
“Udah siap kerjanya yang?” tanya cessa pada sang suami yang baru saja selesai berbincang dengan xelo.
Rafa tersenyum dan mengusap perut cessa. “kenapa? Ngidam apa yang?” tanya rafa, pria itu selalu tau apa yang sedang cessa pikirkan.
“mau ngemut lolipop di kamar mandi” pinta cessa dengan wajah memelas.
“lolipop? Bentar ya aku carikan lolipop nya” rafa baru saja mau beranjak dari tempat tidur tapi tangannya ditahan oleh cessa.
“bukan lolipop itu yang, mau nya lolipop yang itu” Cessa menunjuk bagian celana rafa dengan mulutnya yang di monyongkan.
Rafa meneguk salivanya mendengar keinginan sang istri, semakin hari istrinya semakin suka main dengan lolipopnya, bukannya rafa tidak mau, dia takut saja istrinya kelelahan, karena hampir tiap hari sang istri meminta jatah, entah itu karena suasana villa yang adem atau karena keadaan cessa yang sedang hamil.
“yang ini?” rafa menunjuk paralon air nya.
“Iya” ujar cessa dengan mata yang berbinar dengan susah payah cessa berdiri dan menarik tangan suaminya menuju kamar mandi.
Bukan Rafa yang membuka celananya sendiri tapi cessa lah yang membukakan celana rafa dan ibu hamil itu duduk di closet duduk sambil membuka celana suaminya.
“belum bangun ya?” tanya cessa saat celana rafa sudah melorot seluruhnya.
“Coba pegang, langsung bangun itu sayang” kekeh rafa.
Cessa menjalankan ucapan Rafa dan mengelus paralon air rafa, hanya dalam satu usapan paralon air itu langsung menegang, membuat bibir cessa langsung melengkung sempurna.
“yee~ udah tegang” seru cessa kesenangan.
Dia mulai menjilat paralon air yang sudah menegang itu, sementara rafa meram melek menahan apa yang cessa lakukan padanya, biarkan sajalah apa yang ibu hamil itu lakukan padanya rafa hanya menikmati sesapan dan jilatan dari istrinya.
Hingga sampai paralon air itu menegang dan menumpahkan laharnya.
Cessa tertawa karena Rafa menyemprotkan lahar putihnya. Setelah itu dia kembali lagi membangunkan paralon air itu.
“yang~ lagi?” tanya rafa keheranan.
“belum cukup, nanti main suntik suntik ya” kekeh cessa.
“suntik? Suntik apaan sayang?” tanya rafa kebingungan, entah dari mana istrinya dapat kosa kata lolipop dan suntik.
“Itu disuntik di sini” cessa menunjuk paralon air Rafa dan goa miliknya.
“kamu kuat yang?” tanya rafa ragu, dia takut istrinya akan kelelahan bukannya dia gak kuat menghadapi keinginan ibu hamil tapi dia takut istrinya akan kelelahan menghadapi paralon airnya yang gak lama berhenti.
“Kuat dong, siapa yang ngajari, kan kamu” tantang cessa.
Rafa tersenyum senang mendapat tantangan dari istrinya, kalau begitu dia tidak akan menahan diri lagi untuk berolah raga dengan istrinya.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...