Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
143. Pengen Juga



‘Tok tok tok’ mami dona mengetuk pintu kamar King dan Queen, “sayang ini mami” teriak mami dona dari luar pintu kamar.


“masuk mam! Pintunya tidak King kunci” teriak king dari dalam kamar.


Setelah mendengar suara dari dalam, mami dona baru mau membuka pintunya.


“Udah selesai makannya?” tanya mami dona.


“belum mi, ini Queen malah berhenti makan, katanya bikin mual” ujar King.


Senyum dibibir mami dona semakin mengembang begitu mendengar ucapan king. “kamu juga ada mual gak sayang?” kini Mami dona bertanya pada king.


“Mual? Muntah-muntah seperti Queen” ujar mami dona lagi.


“hmm, tadi pagi Cuma bentar aja, tapi gak separah Queen” jawab King.


“Yess!” seru bahagia mami dona membuat king dan Queen mengernyitkan kening mereka.


“mami senang king dan Queen sakit” kata King sedikit tidak suka melihat kebahagiaan mami dona.


Mami dona langsung menepuk kepalanya sendiri, “bukan karena itu mami senang, tapi ini” mami dona menyodorkan alat test pack pada Queen.


Hal itu membuat Queen sedikit melotot, “gak mungkin mi, Queen emang punya magh akut jadi gini kalau gak makan” Queen berusaha menolah karena pasalnya dia tidak mau membuat mami dona kecewa.


“Kamu udah halangan?” tanya mami dona lagi.


“Hari halangan Queen belum datang mi, masih 2 hari lagi, mi queen takut kalau tidak sesuai keinginan mami, nanti mami sedih” lirih Queen.


“coba aja sayang, kasian mami udah belikan, kalau hasilnya negatif ya tinggal buat lagi, apa susahnya, umur kita masih muda, masih bisa membuat anak yang banyak” bujuk king.


“ahh! Benar tu apa yang di bilang oleh king” tambah mami dona bersemangat, “mami tidak akan kecewa dengan hasil apapun, jika kamu salah makan obat, bakal bahaya lo jika di perut kamu ada bayinya, ibu hamil gak boleh makan sembarangan obat” lanjut mami dona.


Queen akhirnya menyetujui permintaan mami dona dan king untuk mengecek apakah dia hamil atau tidak, ada 3 alat test pack yang di beli oleh mami dona.


Queen berada cukup lama didalam kamar mandi, membuat king cemas, karena dia takut terjadi hal bahaya pada Queen.


‘Ceklek’ pintu kamar mandi terbuka, Queen keluar dengan membawa ke tiga alat test pack yang sudah dicobanya.


“gimana hasilnya sayang” King yang tidak sabar langsung mendekati Queen bersama mami dona.


Queen belum menunjukkan hasil test pack itu, wajah gadis itu sudah dipenuhi dengan air mata, membuat king jadi salah paham mengira hasilnya tidak sesuai harapan.


“udah gak papa, kita coba lagi lain kali” ujar king sambil memasukkan istrinya itu ke dalam pelukan king dan mengelus punggung Queen dengan lembut.


Mami dona juga ikutan mengelus puncak kepala Queen, “iya mami gak apa kok” ujar mami dona bohong.


“Mas liat dulu~” ujar Queen.


“Gak usah di lihat” King mengambil test pack itu hendak membuang ke dalam tong sampah, tapi tangannya terhenti ketika mata pria itu tidak sengaja melihat garis dua di test pack itu. "Sayang, kamu hamil?!" king melihat ketiga test pack yang ditangan king menyatakan positif.


"Itu benar queen?" Tanya mami dona masih belum mau percaya.


Ketika kepala Queen mengangguk Mami dona dan King bersorak Bahagia, mereka berdansa dan tertawa berdua membuat Queen tertawa lepas.


“Yeee~~ mami bakal jadi oma!” pekik mami dona Bahagia.


‘ceklek’ pintu kamar King kembali terbuka disana kepala papi harry muncul dari sela pintu, “ada kabar Bahagia yang belum sampai ke papi ni” ujar pria itu.


“papi akan jadi opa bentar lagi!” seru king.


Papi harri langsung membuka lebar-lebar pintu kamar king dengan lebar, “benarkah itu?” pekik papi.


“benar pi, kita akan jadi opa dan oma” pekik mami dona Bahagia.


King langsung berlari memeluk Queen dan menciumi wajah istrinya itu berkali-kali, “makasih sayang, aku mencintaimu” pekik king Bahagia.


“Kita tidak boleh hanya merayakan ini begini saja” ucap mami dona.


“maksud mami bukan itu king! Mami mau berbagi kebahagiaan ini dengan bersedekah dengan anak yatim piatu, tidak perlu diberitau tentang kehamilan Queen, hanya bersedekah berbagi kebahagiaan” ujar mami Dona.


Papi Harry mengangguk, “papi setuju, dengan begitu kita bisa dapat banyak doa untuk Kesehatan kandungan Queen”.


“Queen juga mau pi, queen mau masak dan makan bersama anak-anak yatim piatu” Queen kini menatap suaminya meminta izin.


“ohh ayolah, oke kita adakan itu setelah sidang besok selesai” Ucap king pasrah.


‘Cup’ gentian kini Queen yang memeluk king dan mencium pipi pria itu, “makasih mas” ujar Queen.


“sama sama sayangku” king balas memeluk istrinya.


“Yang kita kayak king dan Queen juga yuk” papi harri merentangkan kedua tangannya lebar-lebar meminta istrinya untuk masuk kedalam pelukan.


“huh maunya!” tolak mami dona, “queen sini ikut mommy yuk” mami dona menarik tangan Queen hingga pelukan Queen dan king terlepas.


“Yaanggg ini tangan papi pegal” teriak papi harri.


“sana minta peluk sama king, udah mau jadi opa manjanya harus dikurangi” balas mami dona.


‘puk puk’ King menepuk bahu papinya pelan.


“sabar pi, ckck” ledek king.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...


“itu masakan calon istri bang Xelo” celetuk Devi.


Xelo sedikit melotot tapi beberapa saat kemudian pria itu berusaha menormalkan wajahnya karena terkejut.


“Waahhh Ellen masakan mu tidak kalah enak dengan masakan istri Rafa” puji Dafa.


“hmmm… puji aja terus!” sindir Devi kesal.


Dafa langsung mencolek dagu kekasihnya, “jangan cemburu untuk sesuatu yang memang tidak bisa kamu kuasai, aku tetap menerima kamu apa adanya kok, tu liat juli prince cinta mati sama dia padahal dia sama seperti kamu gak bisa masak” kekeh Dafa.


“orang dimana-mana pacar itu membela dan memuji kekasihnya bukan malah menjatuhkan” gerutu Devi.


“yang memang memuji itu penting, tapi kita juga harus sadar diri sampai mana kemampuan kita, kalau mau di puji usaha dong belajar hal yang ingin dapat pujian, kalau menyuruh aku berbohong, oohh tidak bisa” kekeh Dafa diikuti tawa yang lainnya.


“Bang Xelo, cessa boleh izin gak, sama abang” ujar cessa tiba-tiba.


“Izin? Kamu harusnya izin ke suami kamu, bukan kea bang cessa” balas Xelo.


“masalahnya izinnya buat pakai jasa calon istri abang” kata cessa lantang.


Mata Xelo kini menatap Ellena lalu menatap Cessa, “jasa apa ?”


“begini bang, kan anak-anak disini selalu pesannya makanan dari luar, paling sering junk food, cessa jadi khawatir kalau mereka sakit karena makan-makanan gak sehat, jadi cessa izin buat ellena jadi koki disini, biar ellena yang tentuin mau masak apa, dia yang memperhatikan gizi semuanya, boleh kok beli tapi sesekali, dan liat gizinya, hanya sampai Ellena resmi jadi istri abang kok” jelas cessa.


Xelo menatap ellena, “kamu mau?” tanya xelo pada calon istrinya itu.


Ellena mengangguk pelan.


“yakin mau? Atau hanya karena merasa bersalah tinggal disini gratis?” tanya xelo sekali lagi.


“benaran mau, Ellen suka memasak, lagian itu adalah impian ellen menjadi penasehat gizi buat orang-orang, boleh om?” tanya ellen ragu.


Xelo menatap cessa dan tersenyum hangat pada istri rafa itu. “Dia bilang mau, ya aku hanya bisa mendukung impian calon istriku”.


“ciieeee udah berani bilang-bilang calon istri” goda Rendi.


Ellena menunduk malu karena mereka semua kini mulai membulli Xelo dan dirinya.


...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...