Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
206. Iri?



“len, tadi cowok yang bangunin kamu itu siapa?” tanya Nita.


“bangunin? Yang tinggi pakai kacamata?” Tebak Ellena.


Nita dengan cepat mengangguk, “iya yang itu” ucap Nita cepat.


“Lah itu suami gue Nit” jawab Ellena dengan tawanya, gadis itu sama sekali tidak sadar apa maksud dari pertanyaan Nita, jadi dia hanya menjawab dengan polosnya.


“Suami? Kamu sudah punya suami?” tanya nita tidak percaya.


Ellena menganggukkan kepala, “iya, Panjang ceritanya, yang pastinya itu suami aku, emang kenapa?” tanya Ellena tanpa merasa curiga sedikitpun.


Nita terdiam, lalu mencoba mencari tau lagi, “kamu disini sebagai pembantu?” tanya Nita mencoba menyelidiki.


“hahahahaha” tawa Ellena terdengar pelan, dia menganggap ucapan nit aitu adalah candaan, “apaan sih nit, aku kesini liburan sama keluarga angkat aku” ungkap ellena.


“keluarga? Keluarga bagaskara?” selidik nita lagi.


Ellena Kembali mengangguk, “iya, soalnya suami aku itu anak angkat papi harry, aku ke dapur dulu ya” ellena segera berlalu meninggalkan Nita yang terdiam.


“Kenapa Ellena bisa mendapatkan suami sesempurna itu, ini gara-gara ibu dan ayah yangberhenti bekerja di keluarga bagaskara, aku jadi tidak mempunyai kesempatan untuk mendekati cowok kota! Liat saja akan aku rebut salah satunya” batin Nita, kesal? Pastinya, nita kesal dengan nasib hidup Ellena yang berubah menjadi milyader, setahunya, setelah ibunya meninggal gadis itu di jadikan pembantu oleh orang tua angkatnya, tapi setelah beberapa tahun tidak bertemu, sekarang Ellena malah terlihat sangat Bahagia, barang-barang yang gadis itu kenakan terlihat mewah.


Bagaimana tidak mewah, Xelo benar-benar memanjakannya, membelikan barang-barang yang Ellena perlukan, hingga lemari pakaian Ellena penuh dengan pakaian bermerek, Xelo memegang prinsip sama seperti Rafa, dia akan terus memanjakan istrinya tidak peduli orang akan mengatakan istrinya matre karena dia mampu memberikan itu, orang yang mengatakan istrinya matre karena tidak mampu memberikan apa yang istrinya inginkan, Ellena sendiri bukan gadis yang menuntut, dia tidak suka meminta barang-barang dari Xelo, hanya xelo yang berinisiatif untuk membelikan ellena, jadi Xelo tidak pernah merasa istrinya itu matre.


...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...


“Nita! Kamu kenapa bengong saja! Cepat sini bantuin ibu masak!” pekik ibu nita pada putrinya yang sedang memandang keluarga bagaskara yang sedang berkumpul di taman, mereka semua sedang bermain bulu tangkis dan ada yang menonton saja.


“Bu, nita ikut main di sana ya, ada ellena di sana bu” Tangan Nita menunjuk pada Ellena yang sedang tertawa sambil memegang raketnya.


“Nita! Itu bukan tempat kita, sini bantuin ibu buat makanan kecil untuk tuan dan nyonya” amuk ibu Nita.


“tapi bu, Ellena ada di sana” tunjuk Nita sekali lagi.


“Statusnya sudah berbeda nita, sini cepat bantu ibu!” pekik ibu nita.


.


“Yaakkk pasangan Prince dan juli sekarang lebih unggul 10 vs 8” Teriak papi yang sekarang sedang menjadi juri dalam pertandingan badminton yang diadakan secara mendadak pagi itu untuk meperebutkan hadiah uang sebesar 5 juta. Jangan liat nominalnya itu hanya pertandingan yang diadakan secara mendadak dan iseng saja, hanya untuk main-main.


Juli dan Prince melakukan tos dan berjoget dengan keunggulan mereka saat ini, lawan mereka adalah pasangan Ellena dan Xelo.


“Bang xelo payah ahh! Udah cessa dukung masih juga kalah!” teriak cessa yang berada ditempat duduk sambil memakan buah tin yang baru saja di ambil tadi.


“Wajar sayang udah tua, gak kuat melawan yang masih muda” sindir Rafa.


“Rafa! Aku masih kepala dua!” pekik Xelo tidak terima.


“Makanya maju bang! Kalahkan abang prince dan juli! Biar cessa menang taruhan!” teriak cessa.


Semua mata kini menatap ibu hamil itu, yang sedang tertawa dengan polosnya.


“papi yang mulai” tunjuk cessa pada papi harry yang sudah tertawa keras.


“Biar seru!” kekeh papi harry.


“Siapa yang mendukung prince pi?” teriak Prince.


“Liat akan aku kalahkan pak tua itu!” kesal prince setelah tau tidak ada yang mendukungnya.


“Ellena maju!” teriak Devi mendukung ellena.


“Siap!” balas ellena.


.


“Nyonya ini makanannya” ibu nita datang dengan membawakan risoles, dan salad buah di meja keluarga itu.


“Oha iya bi, letakkan saja di meja” ucap mami dona, kepalanya Kembali menoleh melihat pertandingan.


Nita yang ikut mengantarkan juga melihat pertandingan itu, dia iri kenapa dia tidak boleh masuk ke dalam sana, dia kan sudah dianggap teman oleh orang-orang di sana.


“ada apa nit?” tanya cessa pada Nita yang masih berdiri di dekat meja.


“Ahh itu princess, aku boleh ikut main juga gak? Sepertinya seru” tanya Nita dengan sopan.


“emang ada pasangannya?” kata cessa sedikit menyindir.


“cessa, gak boleh gitu, nita mau ikutan main juga? Tapi ini pertandingan berpasangan, ajak pak Kardi saja jika mau ikut” ucap mami dona. Pak kardi adalah ayah dari nita, pasti bisa jadi pasangankan?


Nita menatap Rafa yang masih asik menonton pertandingan sambil sesekali menyuapi istrinya dengan buah-buahan.


“Suami gue gak bisa di pinjam Nit, alergi kalau dekat-dekat cewek yang gak halal” sindir Cessa, jangan tanya kenapa mulut cessa sangat ketus dan kejam, inilah sifat asli cessa jika ada lalat yang mencoba mendekati suaminya.


“kan Cuma bermain princess, ayah udah tua gak bisa aku ajak” Nita masih berbicara dengan sopan.


Mungkin dengan begitu dia berharap ada pria yang bersimpati padanya. Atau mami dona dan papi harry kasihan melihat dia yang dibulli oleh putri mereka yang bersikap kejam.


“ya udah gak usah main, yang pengen main kan kamu, kenapa harus pakai pinjam pasangan orang lain” ketus Cessa.


“Nita bantuin ibu nita aja ya di dalam, nanti mami kasih uang jajan, uang hadiah ini Cuma untuk main-main aja” ucap mami dona dengan lembut.


“I-iya mami” jawab Nita.


Mami dona sedikit mengerutkan kening saat Nita memanggilnya mami, tapi Wanita itu tetap dengan gaya anggunnya berpura-pura tidak mendengar apa yang dikatakan Nita.


“Nyebelin banget!” gerutu cessa dengan mulut manyun.


Rafa mencolek dagu cessa dengan lembut, “jangan ngambek dong, kan tujuan ke sini untuk senang-senang” ujar Rafa.


“awas kalau berani melirik anak itu” ancam cessa pada suaminya.


“gak akan sayang, mana mau aku ganti berlian dengan karung pasir” kekeh Rafa.


Kejam? Memang beginilah pasangan suami istri itu jika ada lalat yang mendekat jangan tanya mulut siapa yang lebih kejam, rafa diam bukan berarti dia tertarik karena dia memang tidak pernah mau berbicara dengan orang asing, sekali mulutnya berbicara makan akan keluar kata-kata pedas, mirip seperti revi yang mencoba mendekatinya.


“Jangan terlalu dipikirkan princess, papi yakin kok para pria disini setia sama pasangannya” papi akhirnya mengeluarkan suara, pria paruh baya itu diam bukan karena tidak tau tapi hanya menghargai anak pembantu yang sudah lama bekerja sama dengannya, papi tidak akan diam jika ada yang berusaha menggoyangkan rumah tangga anak-anaknya, tapi ini hanya sebuat lalat kecil jadi papi hanya menganggap angin lalu.


Lagian para pria keluarga Bagaskara itu semuanya sudah di takdirkan bucin pada istrinya, jadi tidak akan ada yang bisa menggoyang kan hubungan mereka.


Dari rafa yang sama sekali tidak melihat wanita manapun, prince memang player dulu tapi berhenti setelah mendapat yang sempurna baginya, king tidak akan melirik ke lain lagi, dia saja susah payah untuk mendapat hati istrinya bagaimana bisa dia membuang berlian untuk kerikil tidak berguna, sementara xelo juga termasuk pria yang setia, mau datang kerikil sexy juga gak akan berpengaruh, jangan tanya sudah berapa banyak rekan kerja sexy yang menggoda Xelo, dia bahkan di bilang gay karena tidak pernah punya nafsu pada wanita sexy yang datang padanya. Begitulah para pria Bagaskara setia pada satu wanita saja.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...