Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
216. Separuh Jiwaku



Rafa memperhatikan dokter yang sedang memeriksa keadaan Cessa, Ya gadis itu baru saja melewati masa komanya.


🪐Flasback ON🪐


“Sayang, aku mohon bangun ya, jangan pernah pergi dariku” lirih Rafa sambil menggenggam tangan istrinya dan sesekali mencium tangan itu. “anak-anak kita membutuhkan maminya” sambung pria itu lagi.


Dua orang suster datang membawa kedua bayi lelaki Rafa.


“Tuan rafa, apakah mau mencoba metode bayi untuk membangunkan istri anda?” tawar suster itu.


Rafa melihat kedua putranya yang berada di masing-masing tangan suster. Pria itu masih belum menggendong salah satu dari keduanya.


“seperti apa?” Tanya rafa.


“meletakkan kedua bayi anda di sisi kiri dan kanannya, dan jika bisa membuat bayi ini menyusu pada ibunya” ujar suster.


“tolong coba” jawab Rafa dia beranjak dari duduknya, membiarkan suster membuka pakaian atas istrinya sambil mendekatkan bibir bayi pertama pada puncak gunung ibunya. Seperti tau akan diberi susu bayi itu langsung menyedot sumber kehidupannya.


1 detik


2 detik


3 detik


Seperti keajaiban tiba-tiba saja bayi kedua menangis dan itu membuat pergerakan pada mata cessa, mata cessa yang terpejam perlahan terbuka tanganya juga bergerak .


“berhasil!” pekik Rafa, kedua suster itu cepat-cepat memakaikan baju cessa lagi dan memanggil dokter untuk datang ketempat cessa.


🪐Flasback OFF🪐


“Selamat nyonya, anda sudah melewati masa kritis, tapi anda masih belum boleh bergerak karena kondisi anda yang masih tidak stabil” ucap dokter yang menangani Cessa.


Rafa masih diam menatap cessa, pria itu masih mencoba untuk percaya bahwa istrinya baik-baik saja.


“Yang~ bisakah aku memelukmu?” saat mendengar suara lembut itu rafa menangis, sekarang baru dia yakin istrinya sudah bangun dan memanggil dirinya, pria itu langsung mendekat dan memeluk cessa secara perlahan takut akan membuat pergerakkan cessa membuatnya merasa sakit.


“jangan pernah pergi dariku” lirih Rafa pada telinga cessa, berkali-kali pria itu memberikan ciuman pada kening cessa.


“Apa kau ketakutan?” tanya cessa, suara gadis itu masih terdengar lemah, tapi dia mencoba tertawa pelan.


Rafa melepaskan pelukannya pada cessa, “bukan ketakutan lagi, tapi separuh jiwaku hilang, aku tidak tau apa yang akan aku lakukan jika kau benar-benar pergi dariku” jawab Rafa serius.


Cessa menyunggingkan senyumnya dan mengangkat perlahan tangannya yang tidak memakai selang infus. “aku tidak akan meninggalkan suami tampanku ini” ujar cessa, kini mata wanita itu melirik pada dua bayi yang sedang didalam gendongan suster. “dua? Yang bukankah aku melahirkan 3 orang bayi, kenapa dua?” tanya cessa, mata wanita itu mulai bergetar ketakutan.


“adik mereka masih tidak bisa keluar dari incubator, masih harus diawasi” jawab Rafa.


Cessa menatap mata suaminya mencari kebohongan atau ada sesuatu yang disembunyikan oleh Rafa.


“bayi ke tig akita sedikit tidak sehat, tapi dokter sedang mengusahakan kesehatannya” kata Rafa lagi, dia tau istrinya masih belum mau percaya dengan ucapannya tadi.


“Nyonya cessa apakah anda mau menyusukan bayi anda lagi?” tanya suster, suster itu berpikir cessa akan merasa sedikit tenang dengan adanya pengalihan pada bayinya.


“bisakah?” tanya cessa.


“tentu bisa” jawab si suster.


“Sus, apa mami bisa kesini?” tanya cessa.


Suster itu mengangguk, setelah memberikan bayinya pada cessa untuk disusui, Suster itu keluar dan datanglah 2 orang wanita memasuki ruang inap cessa.


“Hai sayang” pangil mami dona.


“Mami, kakak bisakah bantu cessa, cessa masih belum tau bagaimana cara menjadi ibu yang baik” ucap cessa.


Rafa memilih mundur dan membiarkan mertua dan kakak iparnya mendekat pada cessa membantu cessa memberikan air susu pada bayinya.


.


“bagaimana rasanya dek?” tanya Queen.


“rasa apa kak?” tanya balik cessa.


“saat mereka menyusu padamu?” ujar Queen.


Saat ini kedua putranya sedang menyedot sumber kehidupan mereka, terlihat sangat lahap, memang kalau anak cowok akan sedikit rakus ketika makan. “Geli dan rasanya luar biasa” kekeh cessa.


‘’Oeeekkk oeeekkkk” kedua bayi itu menangis bersamaan sambil melepaskan puncak gunung cessa. Membuat wanita itu menatap bingung pada mami dona.


“mi, ini kenapa?” tanya cessa panik dan mulai akan menangis seperti kedua putranya.


“Sepertinya air Susumu belum banyak keluar, dan mereka masih lapar” jawab mami dona.


“terus bagaimana ini mi” cessa sudah mulai terisak.


“Jangan nangis dek, nanti air susu kamu jadi makin susah keluar jika ibunya stress” Queen melirik pada suster yang ada di dekat mereka, “apa aku boleh memberikan asi ku pada kedua ponakanku?” tanya Queen.


“kamu yakin Queen? Bagaimana dengan Almeer dan Amira?” tanya mami dona.


Queen mengangguk pelan, “air susuku melimpah mi, lagian mereka saudara, jadi tidak apa kan aku memberikan air susu ku?” tanya Queen.


“aku akan memanggil dokter, ke sini” kata rafa mengintrupsi. Pria itu segera keluar dari ruangan itu untuk membawa dokter.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...


Dua jagoan cessa tampak asik meminum ASI yang sudah di sedot dari gunung kembar Queen dan sekarang dua jagoan itu sedang menyusu menggunakan botol susu.


Queen tadi sudah bertanya pada dokter dan ternyata dokter itu membolehkan, Queen di minta untuk menjalani tes Kesehatan sebelum mengeluarkan ASI miliknya untuk diberikan pada ketiga anak Rafa, anak ketiga rafa sudah selesai menjalani pengobatan dan bayi itu masih berada dalam kotak incubator, tapi dokter sudah memastikan bahwa bayi ketiga rafa sudah lewat dari masa kritisnya.


“kamu baik-baik saja kan dek?” tanya King pada cessa yang sedang berbaring sambil melihat kedua putranya yang sedang dibantu menyusu oleh papi harry dan mami dona.


“Sudah lebih baik bang, maaf membuat semuanya cemas” jawab cessa.


“kamu tau suamimu seperti orang gila tadi” kekeh prince dengan suara pelan, dia tidak mau bersuara kuat takut kedua bayi yang sedang menyusu itu terkejut.


Cessa hanya tersenyum membalas candaan Prince, pikirannya sedang berkelana tentang anak ketiganya, yang masih belum dia ketahui keadaannya.


“Yang bisakah putri kita dibawa kesini?” pintacessa dengan memelas.


Rafa mengangguk dia keluar dari dalam ruangan untuk memanggil dokter dan meminta bayi ketiganya untuk dibawa ke ruangan mereka. Ya, rafa memiliki 2 bayi tampan dan 1 bayi cantik, bagi rafa ketiga anaknya itu sudah cukup, dia tidak mau membuat cessa hamil lagi, pria itu terlalu takut akan terjadi masalah sepeti itu lagi. Dia sudah punya lengkap pria dan wanita.


Tidak lama dari Rafa pergi, pria itu kembali masuk tapi tidak membawa apapun, “apa tidak bisa yang?” lirih cessa.


Rafa tersenyum kearah istrinya. “Putri kita sedang dalam perjalanan menuju ke sini” jawab Rafa.


“ngomong-ngomong siapa nama mereka Fa?” celetuk Prince secara tiba-tiba.


“Hmmm…” rafa sengaja menggantung ucapannya agar seluruh keluarganya menjadi penasaran.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...