Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
135. Pertandingan



Ellena terus menunduk malu karena dia berada diantara orang yang tidak dia kenali.


“Hai aku cessa” Cessa menyodorkan tangannya pada Ellena.


“Ellena, panggil saja Ellen” sambut Ellena.


“Ini kakak iparku, namanya Queen, dan ini abangku namanya king, dan si kembar ganteng ini keponakanku, darel dan Farel, serta ini tunanganku Rafa” Cessa mulai memperkenalkan orang-orang yang ada disekitarnya.


“Queen? King? Apakah kalian__”


“Bukan, tebakanmu salah, tapi jika kamu sudah menikah dengan abang Xelo baru kamu bisa kami beritahu siapa Queen dan King sebenarnya” potong cessa saat Ellena menebak bahwa king dan Queen sama dengan kedua youtuber terkenal itu.


“Ahh begitu maaf” kata Ellena dengan tersenyum canggung, dia adalah salah satu penggemar dari king dan Queen, jadi dia berharap ingin mengetahui sosok aslinya.


“pertandingan sudah mau mulai, kalian berdua juga cepat masuk sana, Ellen ikut bersama kami saja ya” ujar king yang sudah menyuruh Rafa dan cessa untuk cepat masuk karena kedua orang itu adalah pelatih sekaligus pemberi strategi pada semuanya.


Ellena hanya bisa mengangguk mengikuti king dan Queen serta kedua bocah kembar itu, gadis itu sebenarnya canggung karena tiba-tiba muncul dan bersikap seperti teman atau saudara, tapi yang herannya semua orang yang ada disana sama sekali tidak menganggapnya asing, malah Ellena tidak diberikan pertanyaan banyak tentang kenapa dia bisa bersama Xelo, dan kenapa bisa Xelo membawanya atau memperlakukannya seperti seorang istri.


.


“Ellen umur berapa?” tanya Queen disela menunggu pertandingan akan dimulai.


“Ahh baru masuk 17 satu bulan yang lalu” jawab Ellena canggung.


Queen tertawa pelan, “jangan takut gitu,aku Cuma mau tanya aja, siapa tau seumuran dengan mereka semua, cess aitu juga sudah 17 tahun tapi akhir tahun ini baru masuk 18 sedangkan nanti kita akan merayakan ulang tahun Rafa, tunangannya cessa, nanti kamu juga ikut ya, gak marahkanorang rumah kamu pulang telat?” Queen berusaha mengajak berbicara Ellena agar gadis itu tidak ketakutan dan malu.


“boro-boro marah, aku kabur dari rumah saja mereka tidak sadar” batin Ellena.


Ellena cepat-cepat menggelengkan kepalanya, “Gak kok kak, soalnya udah izin pulang malam tadi” bohong Ellena.


“Ohh syukur deh, tapi kalau gak di bolehkan kamu boleh kok pulang lebih dulu” ujar Queen lagi.


“mommy, daddy kapan uncle tandingnya?” tanya darel.


“Iya ya, mereka tanding urutan berapa?” Tanya Queen. Pada suaminya itu.


“katanya pakai system undian, jadi gak tau nomor berapanya” jawab king.


Sorak sorai mulai terdengar menandakan pertandingan akan dimulai, sepasang pembawa acara mulai berjalan keluar sambil tersenyum, keduanya lumayan terkenal sebagai pembawa acara game yang paling di idolakan.


“Para hadirin semuanya, bagaimana kabar kalian? Aku adalah pembawa acara dalam sesi pengundian hari ini namaku adalah Sandy” pembawa acara pria mulai memperkenalkan dirinya.


“halo semua, aku adalah Mayu” pembawa acara yang wanita juga mulai memperkenalkan diri mereka.


“seperti yang kalian tau ini adalah liga nasional yang sangat ditunggu-tunggu bagi para pecinta game, tidak usah berlama-lama lagi kita akan mengundi pertandingan pertama hingga pertandingan terakhir”.


“tidak ada kecurangan dalam sini, bisa saja tim hebat melawan tim hebat, atau tim hebat melawan tim lemah, semua ini tidak dapat kita presiksi”.


Kedua MC itu saling berbagi peran dalam berbicara dan membuka awal yang baik, Darel dan Farel berteriak dan bertepuk tangan riang tidak sabar melihat pertandingan dimulai.


“Baiklah kita akan memanggil masing-masing ketua dari setiap grup yang ada, dilahkan kalian maju kedepan”


Satu persatu ketua mulai maju, prince yang berjalan paling akhir dan mendapatkan banyak tepuk tangan serta pekikan terpesona, karena memang dia yang paling tampan saat itu.


Selagi menunggu semua ketua maju, mayu mulai membacakan peraturan dari liga champion itu dan informasi apa saja yang ada, dia juga memberitahu hadiah yang akan didapatkan oleh juara pertama hingga ketiga.


“uncle keren!” teriak darel dan farel saat giliran Prince yang mengambil undian, seperti biasa pria itu memang selalu terlihat cool saat tampil diluar atau didepan orang yang tidak terlalu mengenalnya.


“tim A” kata mc sandy.


Karena prince mendapatkan Tim A, yang artinya dia akan bertanding langsung hari ini.


...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...


Juli sejak dinyatakan sebagai pemain pertama, dia merasa sangat gugup, dia terus menerus menggenggam tangannya dengan kuat. Prince yang melihat tunangannya itu gugup langsung menggenggam tangan Juli dan mencium tangan itu dengan mesra, untung saja saat ini belum ada kamera yang menyorot mereka, karena memang Prince tidak mau tunangannya di bulli dia tidak mau kinerja Juli menjadi hancur ketika dibulli.


“tenang lakukan seperti biasa, jangan cemas oke?” kata Prince memberi semangat, Juli hanya mengangguk menanggapi ucapan prince.


“bang, cepat, sebelum kamera menyorot” tegur Rendi, karena dia tau Prince menyembunyikan status pertunangannya.


“Thanks” ucap prince lalu kembali tegak di posisi semula.


.


Suara gemuruh penonton tidak henti-hentinya terdengar dalam podium itu, darel dan farel juga tidak kalah ikutan berteriak, king malah tertawa gemas melihat kedua putra kembarnya terus meneriakkan nama uncle nya Bersatu dengan para penggemar Prince.


“baiklah semua, sekarang kita masuk ke pertandingan pembuka, mari kita sambut mereka untuk masuk” teriak MC Sandy.


“pertama kita persilahkan tim Black Diamond” tim lawan Prince mulai maju dan berbaris seperti yang di suruh oleh mc.


Mayu mulai memperkenalkan siapa saja pemain yang ada ternyata diantara pemain itu ada Sony, teman sekolah prince, dan yang lainnya, dia berada dalam tim musuh.


.


Juli terus bergumam taktik dan kelemhan yang terus lawan lakukan ketika bertanding, dia melakukan itu untuk menghilangkan kegugupannya, teman-temannya hanya bisa menggelengkan kepala, karena wajar dia satu-satunya cewek yang ikut dalam pertandingan, pasti kegugupannya akan terjadi dua kali lipat.


Prince menggenggam tangan juli sekali lagi, tapi tidak melihatnya, setelah meremas tangan kecil itu dnegan pelan memberikan semangat, dia baru melepaskannya lagi.


“Dann inilah tim lawan kita, kita panggilkan The Kings!”


Tim Prince mulai berjalan satu persatu diikuti suara mayu yang mulai memperkenalkan para pemain dalam tim itu.


.


Di ruang tunggu pemain, Rafa dan cessa menonton melalui televisi, mereka memang hanya sebagai pelatih dan perancang taktik.


Cessa tidak kalah gugup dengan juli yang terlihat dilayar televisi. Dan itu membuat Rafa tertawa pelan serta merangkulnya, “kenapa kamu yang gugup sayang?” tanya Rafa disertai tawanya.


“Aku gugup bagaimana jika mereka kalah, lalu juli hanya satu-satunya pemain cewek disana, aku takut dia menyalahkan dirinya” gumam cessa terlihat cemas.


Rafa mencubit dan mencium pipi istrinya itu, saat ini ruang tunggu pemain berbeda dari tempat awal, karena ruang tunggu ini lebih privasi jadi rafa dan cessa tidak akan dilihat oleh orang-orang jika berciuman.


“tenanglah, kamu yang melatih Juli, aku yakin juli bisa, ada prince juga yang membantunya” kekeh rafa.


“tapi tetap aja aku cemas, aku yang mendorong juli untuk ikut” ujar cessa.


“mereka pasti menang aku yakin dan mungkin hanya dalam beberapa menit pertandingan itu selesai” tebak rafa.


Kedua pasangan itu kembali fokus menonton karena para pemain sudah duduk dikursi mereka masing-masing.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...


bonus pict.