Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
205. Anak pembantu



“Hmmmm” cessa menatap semua keluarga yang ada di sana yang sekarang sedang berganti gantian memuji cessa, mereka bukannya miskin dan tidak punya uang, hanya saja siapa yang tidak mau hadiah? Dan kompetisi itu selalu menyenangkan.


“Abang prince jangan jahat-jahat sama princess ya” gumam cessa.


Prince tegak dan berlutut dihadapan cessa dengan sebelah kaki yang ditekuk, “Ohh princess, prince tidak akan pernah jahat sama princess” ucap prince sambil menengadahkan tangan berharap card itu jatuh pada tangannya.


“Yess!” teriak Prince senang sambil berjoget girang.


“tapi cessa ikut ya” ucapan singkat cessa membuat gerakan prince terhenti.


“ikut?” tanya prince.


“iya, permintaan baby” sudahlah jika cessa mengatakan bayi, ngidam dan hal sebagiannya, Rafa akan langsung waspada.


“yang, abang itu bulan madunya ke luar negri, kamu sedang hamil jad_”


“gak boleh ya? Hiks hiks” si ibu hamil mulai merengek.


Rafa ingin mengatakan tidak boleh, sebab kandungan cessa sudah memasuki 7 bulan bisa bahaya jika melahirkan di pesawat. Mata Rafa menatap papi harry meminta bantuan.


“Oh iya kalian sudah pada libur kan? Gimana gita semua jalan ke villa?” seru papi harry.


“Villa?” si ibu hamil mulai tertarik.


“Iya papi baru beli villa baru, karena papi beli kebun milik bunda Ellena” ujar papi harry.


Mata Ellena langsung beralih menatap papi harry. “kebun bunda? Kita akan ke sana?” mata ellena kini yang berbinar.


“Cess, itu pergi ke villa jadi cessa ke sana abang bulan madu ya” tunjuk Prince.


Cessa menggelengkan kepala, “abang ikut” rengek cessa.


“Prince~” suara peringatan itu mampu membuat prince tersenyum Terpaksa.


“Baiklah, demi princess kita” ucap prince dengan senyum terpaksa.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...


Seperti permintaan si ibu Hamil disinilah Prince sekarang. Mengenai malam pertama sampai sekarang prince belum mendapatkannya, entah kenapa Juli terus menundanya mungkin karena ucapan-ucapan cessa, atau karena hal lainnya entahlah hanya juli yang mengetahuinya.


Prince terus cemberut keluar dari mobilnya.


“Kenapa tu anak, gagal honey moon ngambek?” tanya papi harry pada istrinya.


“Udah sayang jangan di godain terus” kata mami dona, dia gak habis pikir dengan suaminya yang terus menggoda Prince.


.


“Abang Prince!” suara panggilan itu menyadarkan prince yang sedang melamun.


“Nita?” panggil prince pada wanita yang memanggilnya.


“Iya ini aku, ternyata abang masih ingat” gadis Bernama nit aitu tersenyum cerah pada prince.


“kenapa kamu bisa ada disini?” tanya prince, Juli yang sedikit terganggu melihat kedekatan Nita dan prince langsung merangkul lengan Prince.


“Aku bekerja disini, ini kampungku kak, ayah dan ibu bekerja lagi disini karena bisa sekalian jaga kebun milik kakek dan nenek” jawab Nita.


“ahhh, jadi kebun keluargamu disini? Kebetulan sekali ya” ujar prince.


“Iya saat tau keluarga abang membeli villa di sini tuan harry langsung mengajak ayah dan ibu kembali bekerja menjaga villa di sini” terang Nita, gadis itu menatap tidak suka pada juli yang sedang merangkul prince.


“Siapa beb?” Juli akhirnya mengeluarkan suara juga.


Mata nita sedikit melotot tapi kembali seperti semua mungkin karena terkejut.


“Oh iya, ini anak supir dan asisten rumah tangga aku dulu waktu kecil, mereka berhenti bekerja karena mau mengurus kebun orang tuanya, nit aini istri aku” prince mulai memperkenalkan istri dan teman kecilnya.


“istri? Abang menikah?” bukannya baru selesai sekolah?” tanya beruntuk nita.


Juli tau tatapan Nita itu adalah tatapan ke kaguman, dia tau Nita menyukai suaminya, entah prince tau atau memang tidak tau, karena dia berbicara seperti biasa.


“Prince! Bantuin!” teriak Rafa yang baru saja keluar dari dalam mobil.


Mata Nita kembali melotot melihat pria tampan yang keluar dari dalam mobil.


“bantuin apasih, adik ipar nyusahin aja” omel Prince yang sudah berbalik kebelakang sementara itu juli masih memperhatikan Nita.


“Dia suami Princessa” gumam Juli dengan senyuman palsu.


“Princess? Dia sudah kembali dari jepang?” pekik Nita tidak percaya.


Nita memang mengenal cessa, tapi tidak akrab dengan gadis itu karena cessa mengalami sedikit insiden dan harus berobat di luar negri.


Mata Nita mencari cari sosok cessa, dan terpaku saat melihat seorang ibu hamil cantik baru keluar dengan di papah pria tampan.


“hai princess” sapa Nita.


Pandangan cessa yang tadinya melihat bawah, terangkat keatas untuk melihat siapa yang memanggilnya.


Mata ibu hamil itu langsung memberi alarm di kepalanya saat melihat sosok nita yang ada didepannya.


“siapa?” ketus cessa.


“Dia nita dek anaknya ibu siti” suara Prince mengingatkan cessa.


Cessa menatap Nita yang sedang menatap kagum suaminya, membuat ibu hamil itu semakin waspada.


“Iya ini aku nita” kata nita dengan lembut.


“yang aku mau cepat sampai kamar” mengabaikan Nita, cessa langsung menarik suaminya untuk segera pergi agar tidak emosi disana.


“baik sayang” jawab rafa lembut. Semakin terkagum kagumlah Nita melihat rafa, seorang suami yang sangat perhatian pada istrinya.


“andai aku di posisi itu” batin Nita.


Cessa menghentikan langkahnya menatap juli, “jangan cemburu kakak ipar, dia bukan selera abang!” sindir cessa, dia memang tidak menyukai nita, pasalnya Nita tidak membantunya saat cessa sedang di bulli, gadis itu tau cessa di bulli tapi tidak memberi bantuan dan berpura-pura tidak tau, makanya cessa membenci gadis itu.


Nita melihat kebelakang dimana terlihat punggung cessa saja. “apa yang dimaksud itu aku?” gumam Nita pelan.


“bagus lah kalau sadar” sindir juli yang sekarang berbalik membantu suaminya menurunkan koper dari dalam mobil.


“Bia raku bantu juga abang!” teriak Nita, dia tidak mau percaya kalau yang disindir adalah dirinya.


.


Xelo keluar dari mobil dan membuka pintu sampingnya, kembali Nita yang sedang membantu prince terdiam.


“kamu suka sama semua orang ganteng ya” bisikan Juli menyadarkan Nita yang sedang terbengong melihat Xelo.


“Apaan sih aku Cuma memperhatikan saja, banyak orang baru” elak Nita.


“Dek bangun” suara lembut Xelo membangunkan Ellena istrinya yang sedang tertidur.


Nita yang masih memperhatikan penasaran siapa yang dibangunkan pria tampan itu.


“mas, kita udah sampai?” tanya ellena pelan.


“Udah Ellen, sini cepat bantuin” panggil juli dengan lembut.


“ellen?” beo Nita. “ELLENA!” pekik Nita tidak percaya saat melihat wajah yang tadi tertutupi punggung Xelo.


“NITA!” panggil ellena juga saat matanya mencari siapa yang meneriakkan nama nya.


“Bisa aku manfaatkan, ap aitu abang Ellena? Tapi kapan dia punya abang? Tidak peduli apapun itu aku harus mendekati salah satu pria yang ada disini” batin ellena.


“kalian saling kenal?” prince yang kebetulan ada disitu, bertanya karena penasaran.


“Dia teman kecil ellena bang prince, soalnya kami satu kampung” jawab Ellena.


“wahhh dunia ternyata kecil ya, baby ayo kita masuk duluan” ajak Prince pada istrinya.


...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...


bonus pict


Nita