
“Aku setuju fa, yang paling penting itu jauhkan dulu papa dan mama dari jangkauan gavin” Rafa sedikit merenung mendengarkan ucapan Xelo padanya. “kalau kamu terlalu lama mengambil keputusan, takutnya papa dan mama akan dalam bahaya ditangan orang gila itu fa” tambah Xelo lagi.
Rafa kembali memijat keningnya, “bagaimana jika dengan uang yang banyak dia bakal bisa membuat keluargaku dalam bahaya” ucap rafa lemah. Sekarang otaknya terus memikirkan tentang keuarga besar yang dia miliki, takunya dengan kekayaan mendadak yang Gavin terima, dia akan semakin berkuasa.
“Apa yang kau takutkan fa, biarkan saja dia menerima semuanya beberapa menit, setelah itu kita tarik semua uang investasi kita di perusahaan papa Ali, kita memang hanya memiliki 30 persen saham di perusahaan papa ali, tapi 30 persen lainnya hanya ikutan saja untuk masuk kedalam perusahaan papa ali karena perusahaan kita, kalau kita menarik semua saham kita aku yakin 30 persen lainnya akan ikutan menarik, perusahaan papa ali akan bangkrut mendadak hanya dengan 40 saham yang mereka miliki” ungkap Xelo.
Rafa mengulum senyumnya, ternyata benar kata istrinya tidak perlu memikirkan masalahnya sendiri, istri dan sahabatnya sudah memberikan solusi pada dirinya.
“Kalau gitu kita ke tempat papa dulu baru ke perusahaan” putus rafa.
“Oke, siap boss” seru Xelo bersemangat, dia langsung memutar setir menuju rumah papa ali dan mama Reta.
“makasih bang, makasih sayang sudah bantu memberikan ide” ucap rafa lembut.
‘Cup’ Cessa mencium pipi Rafa, “sama sama sayangku, jangan hadapi masalahmu sendirian, aku dan semuanya ada untuk kamu” bisik cessa menenangkan hati Rafa.
...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...
“Assalamualaikum” salam Rafa dan yang lainnya di depan pintu rumahnya.
“Waalaikum salam, wah tuan muda Rafa, mari masuk tuan” sambut asisten rumah tangga.
“papa dan mama ada bi?” tanya rafa.
“ada tuan, kebetulan papa tuan pulang cepat hari ini, mari masuk tuan, biar saya panggilkan” jawab asisten rumah tangga itu.
Rafa, cessa dan Xelo duduk di ruang tamu menunggu kedatangan kedua orang tuanya. Sementara Ellena menunggu di mobil karena merasa dia tidak bisa ikut campur dalam masalah Rafa.
“Fa, kenapa datang gak bilang-bilang?” mama Reta tersenyum melihat putra satu satunya itu akhirnya menunjukkan diri di rumahnya.
“Ada masalah mendesak ma, duduk dulu ada yang mau bicarakan” ucap Rafa sopan.
Papa Ali dan mama Reta duduk di depan Rafa dengan wajah penasaran, “apa kamu tau abangmu baru keluar dari penjara?” tanya papa Ali.
Rafa menganggukkan kepalanya pelan.
“bukan papa yang melepaskan dia, tapi nenek kamu yang melepaskannya” ujar papa ali cepat, dia takut putra bungsunya itu akan merasa sedih lagi karena Gavin mendapatkan perhatian dan simpati darinya.
Rafa mengulum senyumnya, “Rafa tau pa, justru rafa kesini mau meminta sesuatu dari papa” ujar Rafa lembut.
Papa ali menatap wajah putranya yang serius, dia juga menatap bingung pada Xelo yang duduk di sebelah putranya.
"sebenarnya ada masalah apa fa? kenapa tuan Arxelo ada di sini? tanya papa ali kebingungan.
" Atasan?" papa ali terlihat terkejut mendengar pernyataan Xelo.
"itu nanti saja Rafa jelaskan pa, sekarang yang paling penting dulu kita bahas" potong Rafa. "Papa tau alasan Rafa memasukkan Gavin ke dalam penjara kan?" lanjut Rafa.
Papa ali menganggukkan kepalanya dengan pelan, tentu saja dia tau alasan kenapa putra bungsunya memasukkan gavin ke penjara.
“Rafa tau gavin akan semakin membenci Rafa karena papa berniat untuk memberikan harta papa pada anak Rafa, jadi pa rafa minta berikan saja semua harta yang papa miliki saat ini pada gavin, semuanya termasuk rumah ini pada gavin” ungkap Rafa.
“Kenapa kamu meminta itu fa?” tanya papa ali masih terlihat tenang.
“Rafa minta maaf telah hadir di dunia ini dan membuat gavin menjadi membenci papa dan mama, kembalikan saja semua hak yang menjadi milik gavin, Rafa ingin kalian berdua menjalani masa tua kalian di villa yang sudah rafa miliki” rafa mengeluarkan sebuah kunci rumah dan 2 buah kartu atm di depan papa ali. “ini villa yang rafa beli sendiri dari uang hasil kerja keras rafa, dan ini atm untuk kalian berdua menikmati masa tua kalian, papa tidak perlu berpikir bagaimana cara mendapatkan uang lebih banyak, nikmati saja uang Rafa, nikmati masa tua kalian, kalian terlalu sering sibuk sendiri-sendiri, jadi maukah papa dan mama mengabulkan permintaan Rafa?” lirih rafa.
“Papa akan terima rumahnya tapi papa tidak bisa terima uang kamu nak, papa masih memiliki tabungan untuk hidup bersama mamamu” jawab papa ali.
“ambil saja pa, anggap saja ini sogokan dari suami cessa, selama ini dia bekerja keras untuk menunjukkan pada papa dan mama bahwa dia bisa berhasil, dengan papa menerima itu berarti papa mengakui kemampuan suami cessa, sogokan yang cessa maksud, agar papa menyetujui permintaan Rafa, tolong buat perjanjian pada gavin untuk tidak menghancurkan keluarga cessa lagi, dan semua harta papa dan mama akan menjadi milik Gavin” Cessa ikutan berbicara membantu Rafa untuk membujuk papa ali dan mama Reta.
“Baiklah papa dan mama akan menerima ini sebagai sogokan seperti yang cessa katakan, apa Gavin mencoba mencelakai kamu lagi fa?” ujar papa ali.
Rafa menganggukkan kepalanya pelan, “Iya, dan itu tadi pagi” jawab Rafa singkat.
“maaf ya, papa dan mama tidak bisa mendidik abang kamu dengan benar, Besok kalian berdua datanglah ke sini pada jam segini juga, papa akan menelpon Gavin untuk datang ke sini dan kita bicarakan semuanya secara bersama-sama” ujar papa ali.
Rafa hanya menganggukkan kepala menyetujui.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...
Setelah dari rumah papa Ali, Rafa dan yang lainnya pergi ke kantor untuk mencari masalah yang terjadi pada program pencari.
“Bagaimana? Apa kau tau apa masalahnya?” tanya Xelo.
Rafa tersenyum menyeringai saat dia sudah dihadapkan dengan program ciptaannya sendiri.
“mereka tidak keluar kemana-mana selama gavin keluar dari penjara, hanya mendekam di satu tempat dan tempat itu jauh dari internet serta jauh dari kamera cctv” ujar Rafa.
Rafa mengeluarkan peta, dan menunjukkan lokasi hutan yang tidak jauh dari lokasi penjara tempat gavin ditahan. Hutan yang cukup besar dan jarang dilewati manusia.
“Di sini, Gavin dan sahabatnya itu bersembunyi di sini, mereka pikir bisa mengelabui ku, sepertinya aku harus mengupgrade program ku hingga mampu mencapai satelit” ucap Rafa, tangan pria itu mulai bergerak lincah di atas keyboard, sementara Xelo segera menyingkir takut mengganggu rafa yang sedang berkonsentrasi dalam bekerja.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...