
“happy Birthday to you~”
“happy Birthday to you~”
“happy Birthday Happy Birthday~”
“happy Birthday to Rafa~”
Ketika pintu itu terbuka orang-orang yang masuk langsung menyanyikan lagu ulang tahun untuk Rafa.
“Suprice” pekik dafa, Prince dan orang-orang yang ada di dalam ruangan.
“Ahh” Rafa bernafas lega begitu mendengar ucapan mereka semua.
“Jadi ini kejutan? Tadi kamu Cuma bercandakan prince?” tanya Rafa.
“Hahahha” prince tertawa sambil memegangi perutnya, “sorry bro, gue di suruh marah-marah buat bikin kejutan padamu bro” sambung prince di sela tawanya.
“Gue spot jantung langsung tau! Gue pikir hubungan gue sama abang ipar bakalan hancur tadi” keluh Rafa, dia memegangi jantungnya yang memang berdetak sedikit lebih cepat tapi tetap tidak bisa menandingi detak jantungnya saat sedang bersama cessa.
“make a wish dulu dong” cessa mendekat sambil menyodorkan kue dengan hiasan angka 18 tahun itu pada Rafa.
Rafa memejamkan matanya sebentar lalu mematikan lilin itu dengan mengibaskan tangannya.
“Uncle! Selamat ulang tahun!” Darel dan Farel yang ada disitu juga mengucapkan selamat ulang tahun pada Rafa, membuat pria itu tersenyum bahagian sambil mencium pipi gembul kedua keponakannya.
“terima kasih keponakan ganteng uncle” balas Rafa.
“Siapa nih yang dapat kue pertamanya?” goda Dafa.
“Siapa lagi kalau bukan gebetan tercinta” sindir prince dengan tawa jenakanya, dia merangkul juli yang sudah berada disebelahnya.
“Rafa memotong kuenya kecil agar bisa langsung di makan, dan langsung menyuapkan kue itu pada istrinya.
Dengan wajah memerah cessa membuka mulut untuk menerima kue yang diberikan Rafa.
“cium!”
“Cium”
“Cium”
Para pria langsung bersorak serempak, sedangkan Rafa langsung memberikan kode pada King dan Queen untuk menutup mata darel dan Farel setelah king dan Queen melakukannya, Rafa baru menarik cessa dan mencium bibir istrinya itu.
‘prok prok prok’ mereka semua bersorak dan bertepuk tangan, para wanita pada menutup sedikit matanya tapi tetap mengintip adegan mesra itu.
“Sumpah gila, mereka hidupnya seperti di luar negri” batin Ellena yang memang hanya orang luar.
“jangan berpikiran aneh dulu, nanti aku jelasin alasan kenapa mereka tidak dilarang untuk berciuman” bisik Xelo pada Ellena, dia tau gadis itu tampak sedikit tidak suka melihat adegan itu, karena saat ini Rafa dan cessa masih mengenakan pakaian sekolah, apa lagi tadi cessa mengenalkan rafa sebagai tunangan.
“Mom! Kok mata darel ditutup?”
“Iya ! dad kok mata Farel ditutup” teriak farel dan Darel karena mata mereka ditutup oleh orang tua mereka.
“anak kecil gak boleh tau” kekeh Queen.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
Ellena terus menatap Xelo yang sedang menyetir mobilnya, acara persta kejutan itu telah selesai, dan saat ini ellena pulang bersama Xelo.
“kenapa?” tanya Xelo santai.
“Tadi katanya mau bilang” desak ellena.
“bilang apa? Ahhh yang tadi” awalnya Xelo sempat lupa tapi dia dengan cepatmeralat ucapanya.
“iya yang tadi” desak ellena sekali lagi.
“Mereka berdua itu sebenarnya pasangan suami istri” ungkap Xelo.
“APA!?” seru Ellena tidak percaya, “tapi mereka masih sekolahkan?” tambah gadis itu lagi.
Xelo mengangguk, “seperti kamu yang melamarku di umur yang masih belia, dan minta langsung dinikahkan saat masih sekolah, seperti itu mereka berdua menikah”.
“bukan, mereka menikah karena perjodohan orang tua” potong Xelo langsung, dia tau Ellena akan berkata apa. “jadi rumahmu dijalan apa?”
“Apa? Aku gak mau pulang! Kalau aku pulang aku akan 2 bulan setelah itu aku akan menikah dengan pak tua itu” tolak Ellena begitu Xelo hendak membawanya pulang.
“jadi ceritanya kamu kabur?” tanya Xelo.
Ellena menganggukkan kelapanya cepat, “bisakah aku tinggal di rumah om?” ujar ellena dengan mata berbinar.
“Tidak bisa kita belum menikah” jawab Xelo dengan santai.
“tapi aku takut jika aku pulang maka aku tidak akan bisa keluar lagi dari sana” lirih Ellena.
“pulanglah dulu, bawa baju dan buku buku sekolah yang penting, kalau baju rumahan tidak perlu di bawa, besok aku akan menjemputmu dari sekolah dengan begitu kamu bisa kabur lagikan” ujar Xelo.
“enak kalau bilang, tapi prakteknya itu susah! Kalau aku gak bisa kabur gimana?” seru Ellena.
“gampang nanti aku yang bawa kamu kabur dari rumahmu” jawab Xelo.
Ellena melongo mendengar ucapan Xelo, dia merasa telah salah dalam mencari patner hidup, pria didepannya ternyata berbeda dari bayangannya.
“kau sudah menerika syaratku, jadi mulai sekarang kau tidak bisalari dariku” Xelo menghentikan mobilnya tepat didepan rumah Ellena.
“Ba-bagaimana kamu bisa tau?” seru Ellena tidak percaya.
“itu mudah bagiku” jawab Xelo dengan mengedipkan matanya.
“jangan-jangan om menjebakku ya?!” tuduh ellena.
“pertama, kamu yang menciumku, kedua kamu yang melamarku dan yang ketiga kamu yang memaksaku dan menyetujui syaratnya, jadi bersiaplah untuk tidak bisa lari dariku” jelas xelo.
Ellena cepat-cepat keluar dari mobil xelo dan membanting pintu mobilitu dengan keras, dia berlari menuju rumahnya dan sedikit melirik kearah mobil Xelo yang sudah menghilang, “apa aku telah di jebak?” batinnya.
...🌜🌨🌨🌨🌨🌛...
Cessa kembali menyemprotkan wewangian pada tubuhnya, gadis itu tertawa melihat pantulan dirinya di depan cermin, sangat sexy. Cessa saat ini sedang mengenakan lingerie sexy, ini adalah kejutan kedua yang akan cessa berikan pada suaminya itu.
Tangan cessa memegangi dadanya yang saat ini bergemuruh cepat, dia yang merencanakan itu semua tapi dia yang gugup.
‘ceklek’ Rafa membuka pintu kamar nya dan langsung menutup dan mengunci pintu itu dengan cepat saat melihat istrinya sedang berdiri mengenakan lingerie sexy dihadapannya.
“Ap aini sayang?” tanya rafa yang mulai melangkah maju.
“Kado kedua kamu, gimana? Suka?” cessa mengedipkan matanya pada Rafa yang mulai berjalan mendekat kearahnya, dia menghias dirinya denan susah payah, dia memasang pita di rambut dan kebetulan lingerie itu juga menggunakan ikatan untuk memasangnya, jadi jika rafa ingin membuka baju cessa bisa seperti sedang membuka kado.
‘Cup’ Rafa yang sudah berada dihadapan cessa mencium pelipis gadis itu dengan seduktif, “jadi ini kadoku” tanya Rafa dengan sedikit sensual.
“hmm” jawab cessa, dia sudah mulai terbawa suasana, mata gadis itu sudah terpejam menikmati ciuman beruntun yang diberikan Rafa padanya.
“Apa aku boleh mengoyak bungkusnya” tanya rafa lagi, dia sudah menarik tali yang melekat pada bahu kiri cessa, tinggal menarik tali sebelah kanan, maka lingeris sexy itu akan terjatuh.
“hmmm” cessa hanya berdeham dan mengangguk.
Dengan sangat mudah Rafa menggendong cessa dan membawa gadis itu ketempat tidur. Dia langsung menarik tali sebelah kanan dan langsungmelemparkan iingerie itu dengan sangat jauh.
“baiklah karena inihadiahku, aku akan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin, bolehkan sampai pagi aku bermain dengan hadiahku? Sayang?” Rafa sudah menuruni leher cessa dan memberikan hisapan pada buah melon kesukaannya.
“Cessa tidak menjawab lagi dia hanya menggigit bibir nya menikmati perlakuan manis yang rafa berikan padanya.
“Yang! Langsung masukkan aja anaconda nya” lirih cessa.
Rafa tersenyum jahil, “bentar sayang, aku masih mau menikmati santapan pembukaku, kita akan melakukan ini sampai pagi jadi siap-siap saja tidak bisa bangun besok pagi” ujar Rafa seduktig.
Rafa mulai melancarkan aksinya dalam memberikan kenikmatan pada tubuh istrinya itu. Dan suara-suara kenikmatan mulai terdengar dari dalam kamar pengantin itu.
...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...
bonus pict :