
“Kamu tidak suka di paksa, tapi pernikahan kita adalah paksaan, kenapa kamu tetap mau melakukan itu? Apa karena kedua orang tuamu yang memaksa?”
Rafa tersenyum sebelum menjawab ucapan Cessa.
“Kenapa penasaran ya?” goda Rafa.
“Ihhh Rafa, gue serius ini!” sungut Cessa kesal. Suaminya itu memang selalu suka mengodanya.
Rafa mengambil kedua tangan Cessa dan menggenggam tangan itu, “Lo mampu buat getaran di hati gue saat pertama kali kita bertemu, gue gak tau itu cinta apa bukan, tapi sekarang dan selamanya gue akan mencintai lo, karena allah sudah menitipkan lo ke gue”.
‘Blusssh’ Muka cessa langsung merah padam mendengar ucapan gamblang dari Rafa, gadis itu menunduk malu tidak berani menatap wajah rafa.
Rafa tersenyum melihat tingkah cessa, sebelah tangannya dia gunakan untuk mengangkat dagu cessa yang sedang menunduk, “Gitu aja malu gimana nanti pas belah duren” ledek Rafa.
‘Plak’ Cessa dengan cepat melayangkan pukulan pada lengan Rafa.
“Ihhh Rafa resek!” Omel Cessa, Rafa yang di pukul hanya tertawa puas karena sekali lagi mampu membuat istrinya itu bersungut kesal.
“Misi mas dan mbak, ini jagung bakarnya” ucap penjual jagung bakar.
“ohh makasih pak, ini, kembaliannya tidak usah, anggap aja uang kompensasi bikin bapaknya jadi senyum senyum gitu” kekeh Rafa, dia memberikan selembar uang seratus ribu pada penjual itu.
“Hehhe terima kasih banyak mas, kalian berdua pasangan serasi loh, semoga cepat diberi momongan ya” doa penjual itu yang memang sejak tadi senyum-senyum melihat keromantisan pasangan muda itu.
Rafa memberi kode pada cessa yang sedang melahap jagung bakarnya.
“Apaan sih fa, gak ngerti cessa” seru Cessa, gadis itu menatap Rafa sinis.
“Itu dikasih doa, biar cepat dikabulkan oleh allah jadi laksanakan sekarang aja” gurau Rafa.
“Ihhh jangan ngadi ngadi! Ogah gue gak mau!” Sungut Cessa lagi.
Rafa semakin tertawa keras melihat muka cessa yang merengut tapi berona merah.
“Istri gue lucu banget sih” Rafa mencubit pelan pipi Cessa yang sedang menggembung karena sedang makan.
“emang gue badut” gerutu cessa.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...
“Andre, kok Dina nya jadi seperti ini?” tanya ibu Dina saat membukakan pintu rumahnya.
Andre menunduk lesu, “maaf tan, tadi Dina liat kekasihnya selingkuh, jadi Dina seperti ini”. Ucap andre penuh penyesalan.
“Rafa? Dia sudah punya kekasih baru?” pekik ibu dina tidak percaya.
“Iya tan, sudah beberapa minggu ini jadiannya” jawab Andre, yang memang mengira hubungan Rafa dan cessa adalah hubungan sepasang kekasih.
“O-ooh ya udah gak papa, kamu hati-hati pulangnya ya” ujar ibu dina.
“Iya tan Andre permisi, assalamualaikum” Pamit Andre.
“Waalaikum salam” sambut ibu Dina.
.
Selepas Andre pergi ibu Dina langsung menuju kamar dina, disana tampak foto-foto Rafa terpasang menjadi wallpaper dinding kamar Dina, bukan hanya itu ada beberapa foto rafa yang di edit hingga tampak seperti bermesraan dengan Dina.
“Din, jangan sedih ya, mungkin dia sedang menguji seberapa besar cinta kamu ke dia” ucap Ibu Dina lembut.
“Iya, dia pasti sedang menguji cinta Dina kan bu? Dia masih cinta sama dina kan bu?” ucap Dina berkali kali.
Ibu Dina memeluk anak gadis kesayangannya itu, “Iya, dia pasti sedang menguji cinta kamu, jangan buat dia sedih dengan melakukan hal yang dilarang allah ya sayang” ucap ibu tiri Dina dengan lembut.
Walau dia hanya seorang ibu tiri, Dina sudah dia anggap seperti putrinya sendiri sebab, dia membesarkan Dina sejak dina berumur 1 tahun, ibu tiri dina juga sampai sekarang belum juga diberi keturunan, entah karena apa.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
Revi tersenyum cerah menatap tampilan dirinya didepan cermin kamarnya.
“Lo emang gak bisa gue takhlukkan Rafa, tapi orang tua lo bisa gue dapatkan, lo gak akan bisa menolak perintah orang tua lo” Revi bergumam sendiri.
‘Ceklek’ pintu kamar revi terbuka, tampak maminya yang tersenyum cerah.
“Aduh anak gadis mami cantik banget, nanti pasti calon suami kamu jatuh cinta pada pandangan pertama, kalau lihat anak gadis mami ini” ujar mami Revi.
“Mami jangan goda Revi dong, revi jadi malu” ucap revi.
Revi langsung tegak dari kursi riasnya, “Ayo mam, jangan buat calon mertua revi menunggu lama” kekeh Revi, dia langsung menggandeng tangan maminya itu dengan terburu-buru.
“Udah gak sabar aja anak cantik mami ini” ledek mami revi.
“Jangan diledekin terus, nanti revi nya jadi malu” ucap revi dengan sedikit malu-malu.
.
Mobil keluarga Revi telah sampai di depan Restoran yang memang di pesan khusus untuk acara makan malam keluarga itu.
Revi memasuki ruangan VIP yang sudah disiapkan sambil terus tersenyum, dia sangat bahagia Rafa sebentar lagi akan jadi miliknya.
“Selamat datang pak Surya” sambut Papa Ali saat keluarga revi masuk.
“terima kasih mau menerima undangan saya pak ali” sambut papa revi.
Revi melirik kursi disebelah wanita paruh baya itu yang kosong, wajah gadis itu sedikit lesu, tapi dia berusaha tersenyum sambil menyalami kedua orang tua Rafa.
“Ya ampun cantiknya” puji mama Reta.
“makasih tante” balas revi dengan senyuman manisnya.
“Mana anak kalian?” tanya mami revi.
“Ohh dia sedang ke kamar kecil, sebentar lagi pasti datang” jawab mami Reta.
Senyum Revi yang tadinya terpaksa kini berubah senyum sesungguhnya ternyata dia sedang ke kamar kecil.
‘ceklek’
“Assalamualaikum, maaf Gavin telat pa” Gavin masuk dan duduk disebelah mama Reta.
“Ini dia anak sulung kami, ayo perkenalkan diri kamu nak” perintah papa Ali.
Gavin menundukkan kepalanya pelan, “Halo om, tante, saya Gavin, putra sulung dari papa ali”.
“Gantengnya, pantas Revi pengen banget dijodohkan dengan anak kamu” ujar papa Surya.
Malas membantah ucapan papanya, Revi lebih memilih bertanya dengan mama Reta.
“tan, Rafa nya mana ya?” tanya Revi dengan sopan.
“Loh kamu kenal sama rafa?” tanya balik mama Reta tidak percaya.
Gavin yang memang sangat sebal setiap ada orang yang mencari rafa langsung mendengus kesal.
“Iya tan, aku teman sekolah Rafa di sekolah, dan sebenarnya aku minta papi untuk menjodohkanku dengan Rafa” ucap revi langsung tanpa filter.
“rafa lagi rafa lagi” batin Gavin geram.
“ya ampun revi, jangan ngomong langsung seperti itu” peringat mami revi.
“hahahha gak apa jeng, nak Revi suka sama putra tante si Rafa ya?” tanya mama reta lembut.
“Iya tante” jawab Revi cepat.
“Wahh sepertinya putri saya sangat menyukai putra kalian yang satu lagi” kekeh papi Surya.
“Inikan perjodohan untuk kerjasama perusahaan om, semua harta warisan papa ali akan jatuh ketangan saya yang putra pertama, jadi Rafa tidak memiliki hak untuk mengambil apapun harta warisan papa” gavin menjelaskan posisi pentingnya dalam kesepakatan itu.
“Jadi kamu yang pegang, yah kamu juga ganteng, gak apa kan Revi sama Gavin aja” ucap papi Surya.
Revi hendak menolak tapi tatapan menusuk papi nya tidak dapat dia bantah.
"Maaf ya Revi, Rafa nya juga udah mama jodohkan dengan orang lain, mereka sudah bertunangan malah, makanya mama bawa Gavin" ucap mama Reta lembut.
"Ohh jadi yang bungsu udah bertunangan?" seru papi Surya.
"Iya, makanya dia tidak ikut makan malam ini" jawab papa Ali.
Revi semakin kesal dengan keadaannya saat ini, bukannya mendapatkan Rafa dia malah mendapatkan Gavin.
...🌜🌪🌪🌪🌪🌛...