
Mohon maaf yang sebesar-besarnya kemarin tidak bisa upload, sekarang juga kemungkinan tidak terlalu seru, author stress berat dengan kantor lama author yang gak mau mengeluarkan izajah author untuk Kembali, jadi author stress karena pekerjaan di tempat lama author yang terus mengatakan kerjaan author belum selesai padahal sudah selesai dan ada serah Terima, jadi mohon maaf jika Chapter ini kurang menarik.
maaf ya author jadi curhat, kemungkinan akan sulit menyelesaikan 1 bab dalam 3 hari ini, karena author sibuk banget. urusan kantor bikin author stress berat
makasih udah mau nungguin novel ini
🥺🥺🥺🥺😭😭😭😭
...🌜🌪🌪🌪🌪🌛...
‘BRAKKK’ Rafa menendang pintu kamar kecil dengan kakinya, pria itu langsung masuk dan mencari Cessa, sejak di kantin dia merasa cemas dan sekarang kecemasannya terungkap, cessa sedang di bully oleh para fans nya.
“Ra-Rafa tenang gu__” Rafa langsung menyingkirkan Dina yang berada di hadapannya dengan cara mendorong gadis itu kea rah samping, pria itu langsung berjongkok mendekati cessa.
Sementara cessa langsung memeluk Rafa dan menyembunyikan wajahnya pada dada Rafa.
“Fa, dengarin dulu kita tidak membully cessa seperti yang__” Revi tidak dapat melanjutkan ucapannya, mata tajam Rafa telah menghentikan gadis itu untuk melanjutkan ucapannya.
“Gue udah cukup beri peringatan pada kalian semua, tapi peringatan gue ternyata kalian anggap angin lalu!” Rafa hendak memukul para fans nya itu tapi tangannya tidak bisa dia gerakkan, karena sudah menggendong Cessa ala bridal Style.
“Fa Dengarin kita dulu”. Pinta Revi sambil memohon, tanpa mengucapkan sepatah katapun, rafa langsung pergi dari sana, prince, dafa dan teman-teman cessa langsung mengikuti Rafa dan cessa yang berjalan menuju ruang UKS.
.
Di dalam ruang UKS Cessa diam tidak mengeluarkan suara sepatah katapun, dia masih menyembunyikan wajahnya pada dada Rafa, jadilah Rafa duduk di ranjang UKS dengan memangku cessa yang duduk di pahanya.
“Dek, lo gak apa-apa?” tanya prince, cessa masih diam.
Rafa tau cessa ketakutan karena tangan gadis itu bergetar, dan Rafa dapat merasakannya, cessa memang pandai bela diri, tapi tidak di pungikiri, trauma bisa datang kapan saja tanpa persetujuan kita, dan saat trauma itu ada, mau sehabat apapun dirinya sekarang dia tetap manusia yang punya ketakutan tersendiri.
Masalahnya Rafa sangat takut Trauma cessa muncul Kembali, Prince pernah bercerita, cessa tidak takut bertemu orang siapapun itu termasuk keluarganya, dan gadis itu hanya bersembunyi di dalam kamarnya, Rafa bersumpah jika trauma gadis itu Kembali, Rafa akan menghancurkan hidup orang yang telah membuat cessa seperti itu.
“Dek, lo gak apa-apa kan?” tanya prince sekali lagi, tapi masih belum mendapatkan jawaban dari cessa.
Rafa menggeleng pelan menjawab pertanyaan dan kekhawatiran Prince.
“obati saja kakinya” gumam rafa pelan pada prince. Prince menolehkan kepalanya pada kaki cessa yang tampak membengkak, dengan perlahan pria itu mengobati kaki adik kembarnya, dia ingin sekali menghajar mereka semua yang telah membuat adiknya seperti itu tapi prioritas utama dia saat ini adalah Cessa, setelah dia yakin cessa tidak apa-apa baru dia akan membalas para Wanita iblis itu.
Sepuluh menit waktu yang di butuhkan prince untuk mengobati luka cessa, Gadis itu sama sekali tidak bergeming saat prince dengan sengaja menekan bengkaknya. Prince berharap adiknya akan mengeluarkan suara namun Cessa sama sekali tidak mengeluarkan suara hanya sedikit Gerakan pada kakinya yang mungkin terasa sakit saat Prince melakukan itu.
“Prince, boleh gue berduaan aja dengan cessa, tolong biarkan gue ngomong dengan dia sebentar aja” gumam Rafa pada Prince, dia tau saudara kembar cessa itu pasti merasa khawatir pada adiknya.
Prince mengangguk pelan dia pergi meninggalkan rafa hanya berdua saja, begitupun teman-teman yang lain, mereka tidak tau apa yang bisa mereka lakukan untu Cessa.
“Cess, bisa liat gue bentar aja?” gumam Rafa lembut, tapi cessa hanya menjawab dengan gelengan.
“Ini bukan cessa yang gue kenal, ayo dong liat gue bentar aja, dosa loh gak turuti apa kata suami” kata Rafa lagi.
Perlahan Cessa mengangkat kepalanya keatas menatap Rafa, tangan Rafa langsung dengan cepat menghapus bulir air mata yang jatuh membasahi pipi istrinya, “Jelek banget istri ku yang sedang nangis” ledek Rafa.
Air mata cessa makin jatuh, gadis itu memukul pelan dada Rafa.
“Kalo mau nangis, nangis aja, Cuma aku yang liat, gak ada orang lain, kamu boleh menangis sambil teriak-teriak gak bakal ada yang dengar, aku sudah suruh Prince untuk mengunci pintunya” ucap Rafa lagi, tangannya masih sibuk menghapus air mata cessa yang masih jatuh.
“aku akan selalu ada didekatmu, tidak akan pernah meninggalkanmu, ap akita keluar saja dari sekolah ini?” tanya Rafa.
Cessa menggeleng pelan, air matnya sudah mulai tidak turun lagi. Sejak Rafa mulai mengucapkan candaan padanya.
Cessa hanya mengangguk pelan.
“Kenapa mesti takut sih? Kamu kan bisa bela diri? Kamu istri dari Aliandra Rafazan Tiandra, masak didorong dan di jambak sedakit aja takut?” ledek Rafa.
“Mereka main keroyokan, Cess jadi trauma, sebenarnya cess mau melawan tapi trauma cess tiba-tiba muncul” suara cessa akhirnya keluar juga walau dengan sedikit sesugukkan.
“Jadi karena itu kamu tidak melawan?” tanya Rafa sambil merapikan rambut cessa dan mengelus pelan puncak kepala gadis itu.
Gadis itu mengangguk pelan.
“sekarang masih takut?” tanya Rafa lagi.
Cessa Kembali menjawab hanya dengan gelengan.
‘CUP’ rafa memberikan kecupan pada kening Cessa, “bagus, jangan pernah takut, aku akan selalu ada untukmu, walau kamu salah sekalipun” ucap Rafa, “benaran gak mau pindah sekolah”.
Cessa menggeleng lagi, “Fans fanatic seperti itu akan selalu ada selam tampang kamu masih seperti ini” ucap Cessa.
“jadi sekarang nyalahin suaminya ni?” goda Rafa, ‘cup’ pria itu Kembali memberikan kecupan tapi kali ini pada bibir Cessa.
“iss kesempatan” gerutu cessa, gadis itu sudah mau menjawab setiap pertanyaan Rafa.
“gak papa dong, suami sendiri juga yang cium jadi sah-sah aja” balas Rafa dengan senyum jenakanya.
“Iya tapi ini sekolah Rafa” ucap cessa sedikit cemberut.
“EHEEMMM!” suara Prince di depan pintu UKS, ternyata dia sudah masuk cukup lama dan melihat interaksi sepsang suami istri itu. “Tau tempat mau gituan, kita disini yang jomblo hanya bisa gigit jari” lanjut Prince lagi.
“Tauk nh si rafa ada aja kesempatannya untuk godain cessa, ingat woii kita ujian, ni bell masuk udah bunyi!” seru Dafa menambahkan.
“Udah masuk! Kenapa gak bialng dari tadi Daf!”pkik Prince cemas.
Rafa tersenyum pada teman-temannya itu, “Kalian masuk aja duluan, gue nanti bareng cessa, dan Prince lo duduk dekat July aja ya biar gue duduk satu bangku bareng cessa” ucap Rafa.
“jangan lama-lama berduaan ntar kena sidak baru tau rasa” ledek Prince yang sudah berlalu pergi bersama teman-teman yang lain.
“Jadi?” rafa menatap cessa Kembali sambil mengelus pipi gadis itu dengan lembut, kita ke kelas sekarang atau disini aja sampai ujian selesai.
“ikut ujian aja” jawab Cessa, “tapi cessa gak bisa jalan, kaki cess sakit” tunjuk Cessa pada kakinya yang diperban oleh prince.
‘aaakkkhh” cessa memekik tiba-tiba pasalnya Rafa sedang menggendongnya, pria itu Kembali menggendong cessa ala bridal Style.
“Fa turunin” rengek cessa.
“gak bakal gue turunin” jawab Rafa santai.
“Ntar banyak yang liat, malu” rengek cessa lagi.
“Biarin, biar seluruh dunia tau Aliandra Rafazan Tiandra hanya milik cessa dan Rafa sangat bucin pada Cessa” kekeh Rafa.
“emang gak malu?” tanya cessa lagi.
“Gak perduli gue” Kata Rafa dengan lantang.
...🌜🌦🌦🌦🌦🌛...