Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
106. Ketemu Mertua



Queen sedang asik membuat bumbu yang akan digunakan para kokinya untuk memasak makanan, tapi kegiatanya tersenti ketika salah satu karyawannya masuk ke dalam dapuruntuk memanggilnya.


“Bu, ibu Queen” ucap salah satu karyawan Queen.


“Ya?” Queen menoleh sebentar lalu kembali fokus memasak.


“Itu bu, ada pengunjung yang memanggil ibu” ucap karyawan itu lagi.


“Memanggil? Apa makanannya tidak enak? Apa kalian membuat masalah?” Queen menghentikan acara memasakknya dan mematikan kompor, wajah gadis itu sudah mulai cemas, tapi dia harus professional untuk semua yang terjadi pada restorannya.


“Tidak bu, pelanggannya belum memesan apapun, tapi mereka membawa dua anak kembar ibu bersamanya untuk masuk kedalam ruang VIP bu”.


Ucapan karyawan itu langsung membuat Queen dilanda kepanikan, biasanya darel dan farel selalu jadi anak baik dan pendiam dia takut darel dan farel akan mengganggu pelanggan dan sekarang pelanggan itu sedang memarahi kedua anak kembarnya.


Dengan cepat Queen berlari menuju ruang VIP yang tadi sempat diberitahu karyawannya, dia bahkan lupa melepas celemek yang masih terpasang di badan.


‘Tok tok tok’ Queen berusaha mengatur nafasnya yang ngos ngosan berlari menuju ruangan yang di katakan.


“ya masuk” setelah terdengar suara ramah perempuan dari dalam Queen segera masuk.


Tanpa melihat siapa saja yang ada didalam ruangan itu Queen langsung menunduk dalam, “Maafkan kenakalan putra-putra saya, saya akan mengganti rugi kenakalan yang mereka perbuat pada kalian”ucap Queen cepat, dia mengangkat kepalanya untuk mencari keberadaan kedua putra kembarnya. “mereka itu sebe_” ucapan Queen terhenti saat melihat si kembar sedang di pangku oleh dua pasangan yang usianya hampir sama dengan ibu dan bapaknya yang sudahlama meninggal.


“Mom! Kami tidak nakal kok” ucap farel membantah ucapan mommy nya.


Queen mengernyitkan kening begitu melihat darel yang sedang asik bermain ponsel sambil di pangku oleh pria paruh baya.


Mata Queen langsung memicing ke arah king yang sedang tersenyum canggung padanya.


“si kembar tidak nakal kok, mami sama papi pengen banget main sama cucu kami, bolehkan mereka main bersama mami dan papi” ucap wanita disamping pria paruh baya itu, walau dikatakan paruh baya, wajah tampan mereka terlihat seperti umur 30 tahunan, entah kenapa Queen menganggapnya paruh baya. “sini nak duduk dekat mami” wanita itu kembali berkata meminta Queen dengan lembut untuk duduk di dekatnya.


“oma, oma gak ikut main?” tanya farel.


“Nanti dulu ya, farel main sama daddy dulu ya, oma mau bicara sama mommy kamu sebentar boleh?” tanya mami dona dengan lembut. Farel diam sebentar memperhatikan raut muka mami dona, pria kecil itu takut mami dona akan marah sama mommy nya, tapi melihat pandangan sayang dan lembut mami dona farel mengangguk dan berpindah duduk menjadi di pangku King.


“Ayo opa, ini apa lagi” suara keseruan Darel yang sedang bermain bersama papi hari terdengar sangat Bahagia, Queen jadi ikut menyunggingkan senyum melihat kebahagian kecil anak kembarnya itu, selama bersama si kembar Queen tidak pernah punya keluarga yang membantunya menjaga si kembar, dia selalu berusaha menjadi ibu, ayah, dan juga keluarga yang utuh buat si kembar, sempat Queen ingin menikah beberapa kali tapi selalu gagal karena pihak keluarga pria tidak menyukai Queen yang sudah mempunyai anak saat berumur 17 tahun, itu bisa menandakan bahwa Queen adalah wanita tidak baik karena hamil diluar nikah dan diusir dari keluarganya.


“cantik banget sih calon mantu mami, pantas abang gak mau mami jodohkan ternyata udah ada yang lebih cantik dari pilihan mami” puji mami sambil mengelus puncak kepala Queen, membuat queen sedikit sedih, sudah lama sekali dia tidak merasakan kasih sayang seorang ibu.


“makasih tan” balas Queen dengan sopan.


“loh kok tante sih, panggil mami dan papi aja, bentar lagi kamu akan jadi menantu di keluarga Bagaskara, jangan panggil tante dong, nanti mami di kira germo, jualan pria-pria tampan ke para wanita, apa tu istilahnya” mami mengetok dagunya dengan jari berpikir sebentar.


“tante girang mam” King membatu mamo dona berpikir.


“nah itu, mami gak suka di bilang tante girang” ucap mami dengan senyuman hangatnya.


“ihh ketawanya juga manis, kamu cepat-cepat jadi mantu mami aja ya, atau kalau kamu gak mau jadi mantu mami, jadi anak mami aja deh” ucap mami dona memaksa queen untuk masuk kedalam keluarganya.


“enak aja, kalau jadi anak mami, king sama siapa dong katanya pengen king cepat-cepat cari istri, nah udah dapat malah mau di jadikan anak” protes king.


“Habisnya Queen itu terlalu baik untuk abang, makanya lebih bagus jadi anak papi dan mami aja” Papi harri juga ikutan bicara.


“papi nyambung aja terus, padahal lagi main” gerutu king.


“biar dong, kayak kamu gak aja” balas papi harri.


“udah udah kalian berdua rebut aja pusing mami dengarnya, mami mau ngomong sama mantu mami ini, jangan ganggu dulu” protes mami dona, “jadi queen kapan kamu mau nikahnya?”


“Eh?” Queen bingung harus menjawab apa karena langsung ditanya to the point sama mami dona.


“masalah Gedung dan hal-hal lainnya itu urusan mami dan papi, kamu Cuma bilang kapan siapnya, biar kalian cepat pindah ke rumah mami dan papi” ucapan mami dona kembali membuat Queen terkejut, apakah dirinya memang diterima di keluarga itu.


“Queen udah punya anak di umur Queen yang baru 17 tahun mi” queen mengatakan masalah utama pada dirinya, yang selalu dikatakan wanita malam dan wanita gak benar.


“Emang apa salahnya, mami hamil King juga masih sangat muda, adik-adik king juga sudah ada yang menikah, lalu apa masalahnya?” tanya mami dona bingung.


Queen menoleh menatap king meminta bantuan mengatakan rumor jelek tentangnya pada mami dona tapi king hanya mengedikkan bahu menjawab tatapan Queen.


“Queen punya anak tapi tidak pernah menikah mi” ucap Queen lagi, dia harus mengatakan segala rumor buruk tentang dirinya sebelum keluarga King tau dari orang lain dan akan membuangnya begitu mengetahui rumor palsu lainnya. Queen tidak mau tersakiti lagi.


“aduuhh mami pusing nih, itu masa lalu kamu sayang, yang mami suka itu kamu yang sekarang bisa jadi single mom, tanpa bantuan orang lain, mami aja gak bisa menjadi single mom, kalau Cuma itu masalahnya mami gak pernah ambil pusing, kasian tu abang king, tiap hari mainnya Cuma sama sabun aja, mami jadi takut nanti dia nikah sama sabun” ucap mami dona ceplas ceplos.


“mam!” protes king langsung.


“kamu diam aja bang, emang benar kamu Sukanya main sama sabun, buktinya tadi malam, hayooo pelampiasan habis dengar yang enak-enak lampiaskan ke siapa?” ledek papi harri.


King ingin rasanya menutup kedua mulut mami dan papi nya, mereka memang mengatakan semua kejelekan dirinya di depan Queen.


“Bilang aja semua kejelekan abang, biar Queen illfeel sama abang” gerutu king.


“ihh gitu aja ngambek, tuh liat jangan mau sama abang, jadi anak mami aja ya Queen” ujar mami sambil menggenggam tangan Queen.


“mam~ jangan dong” rengek king.


“Udah besar bang, ingat udah punya dua ekor jangan manja gitu” ledek papi harri.


Queen tertawa kecil melihat keluarga King, ini pertama kalinya setelah kehilangan kedua orang tua, queen merasa hangat berada disebuah keluarga.


...💫🌝🌝🌝🌝💫...