
Begitu Rafa sampai di bandara, dia langsung menuju rumah sakit di temani cessa dan yang lainnya, kabarnya papa ali masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Selama perjalanan Rafa hanya diam tidak mengatakan sepatah katapun, pria itu hanya menggenggam tangan cessa untuk mendapatkan ketenangan dari gadis itu.
.
"Assalamu'alaikum" salam Rafa, cessa dan yang lainnya begitu sampai di rumah sakit.
"waalaikumsalam" sapa orang-orang yang ada di dalam ruangan, ternyata bukan hanya ada papa dan mama, tapi juga ada Gavin dan ke dua orang tua cessa.
"Pa, ma, semoga papa cepat sembuh ya, jangan banyak pikiran lagi" cessa lebih dulu menyalami kedua orang tua Rafa baru menyalami kedua orang tua nya sendiri.
Berbeda dengan Rafa yang menyalami kedua orang tua cessa dulu baru orang tua nya.
"gimana keadaan papa?" tanya Rafa setelah Salam-salaman selesai.
"udah mendingan, papa dengar ini kamu yang mempersiapkan nya, terima kasih ya" ucap papa masih terlihat pucat.
"Maaf Rafa hanya bisa bantu ini" ujar Rafa sedih.
"harusnya bantu perusahaan papa! bukan uang di hambur-hamburkan untuk liburan sewa villa sendiri!" sindir Gavin.
Rafa hendak berbicara tapi keduluan oleh cessa yang sudah emosi mendengar ucapan Gavin, "Rafa sudah cukup membantu membayar semua biaya rumah sakit papa, kalau bang Gavin apa yang bisa abang andalkan? kalau tidak minta uang dari papa, hanya menyindir suami cessa!" umpat cessa kesal.
"aku.. aku sedang mencari cara meminjam dana dari A.R corporation, kalian tidak tau aku mengenal pemilik perusahaan besar itu" ucap Gavin cepat.
Cessa melirik ke arah rafa dia tidak tau A.R corporation itu milik siapa jadi tidak bisa mengatakan apapun.
"jika sudah punya solusi, kenapa tidak di jalankan? bukannya kenal sama pemilik asli A.R corporation? om ali jadi gak perlu masuk rumah sakit untuk berpikir cara menyelamatkan perusahaan" bukan Rafa yang berbicara melainkan prince yang juga terbawa emosi dengan ucapan Gavin.
"pe-pemiliknya sedang tidak ada di tempat, jadi aku belum bisa bicara dengannya" ucap Gavin sedikit gagap. "Aku dengar kau punya perusahaan Rafa! kenapa kamu gak bantu perusahaan papa yang hampir bangkrut?!" Gavin kembali menyindir Rafa.
Papi harri menatap Rafa lalu menatap Gavin, sejak tadi dia menyimak pembicaraan yang terjadi.
"Maaf tapi perusahaan kecil Rafa tidak bisa membantu perusahaan besar milik papa" ucap Rafa.
"hah! punya perusahaan kecil saja bangga! bangga itu jika sudah bisa membantu perusahaan milik papa!" sindir Gavin lagi.
papa harri sedikit mengernyit kan keningnya, setahu dia perusaan Rafa, king corporation lebih besar dari perusahaan besannya, walau dalam bidang yang berbeda, tapi king corporation sudah mencapai luar negeri, tidak hanya menyangkut perusahaan dalam negeri. itu baru satu perusahaan Rafa yang papa harri tau belum lagi dia tau bahwa perusahaan Rafa bukan hanya king corporation tapi ada A.R corporation yang namanya lebih besar dari king corporation.
Saat papa harri ingin berbicara tidak sengaja matanya menatap mata cessa, putrinya. Cessa sedikit menggeleng dan memberi kode kepada papa Harri agar tidak mengatakan apapun.
Papa ali terdiam beberapa saat, memikirkan ucapan Harri sahabatnya itu. "aku sudah memikirkan itu juga, tapi aku tidak dapat undangan untuk mengikuti tender itu" ucap papa ali lesu.
Mendengar ucapan mertua dan papanya Rafa teringat undangan yang dia Terima untuk mengikuti tender itu, padahal perusahaan Rafa adalah perusahaan penelitian, yg memberikan teknologi dan kecanggihan robot-robot dalam berbagai bidang. Rafa ingin memberikannya pada papanya tapi jika dia memberikan itu akan ketahuan jika dia pemilik perusahaan itu. Rafa sendiri tidak tertarik mengikuti tender.
"Aku akan mencoba mencarikan undangannya, siapkan saja proposal untuk mengikuti tender itu" ucap papi harri.
...🌜🌤🌤🌤🌤🌛...
"Jadi bisakah kamu ceritakan pada papi kenapa orang tuamu tidak mengetahui bahwa kamu pemilik king corporation?" papa harri mulai menginterogasi menantunya itu setelah mereka sampai di rumah.
Rafa menunduk dan meremas jari-jarinya, "Orang tua Rafa terlalu sibuk mengurus Gavin, sebenarnya dulu Gavin itu lemah dia sakit-sakitan tapi setelah menjalani pengobatan beberapa kali dia sudah sehat seperti sekarang, kedua orang tua Rafa tidak terlalu memperhatikan Rafa" ucapan Rafa terpotong, dia sebenarnya tidak ingin menjelekkan kedua orang tuanya.
"Rafa selalu di sisihkan pi! Gavin sangat membenci Rafa, dia selalu berusaha menghancurkan Rafa, dan mengambil semua yang ada pada Rafa, jika Rafa memberitahu tentang king corporation kemungkinan papa yang selalu mengutamakan Gavin akan meminta bagian dari perusahaan rafa" Cessa yang menjelaskan, dia tau Rafa tidak mampu mengatakan kejelekan orang tuanya.
"itu perusahaan yang Rafa bangun sendiri, tidak mungkin papa ali meminta bagian dari sana" ujar papa harri.
"mungkin kalau itu Gavin, pi. Dia akan selalu meminta perusahaan Rafa untuk memberikan bantuan pada perusahaan papa, atas nama papa, Rafa tidak akan bisa menolak jika Gavin sudah mengancam menggunakan nama papa dan mama, tapi selagi papa dan mama tidak tau, Rafa masih bisa menolaknya" kali ini yang menjawab adalah Rafa sendiri.
Papi harri sedikit mengerutkan keningnya, "kamu tidak ingin membantu perusahaan papa kamu?" tanya papi harri.
"Bukan tidak mau pi, Rafa sudah membantu berkali-kali, jika Gavin terus dibantu dia tidak akan pernah sadar dengan perbuatan nya, Rafa sudah tidak mau membantu nya pi, Rafa berniat membeli perusahaan papa ali jika memang sudah pailit, lalu Rafa berikan kembali pada papa, jadi Gavin tidak bisa lagi ikut campur" jelas Rafa dengan sopan.
"Apa kamu pemilik A.R corporation?" selidik papi harri.
Rafa mengangguk pelan, dia tidak bisa berbohong di depan mertuanya.
"hahahahhaa" suara tawa papi harri mengejutkan cessa dan Rafa yang sedang seperti di interogasi oleh polisi. "ternyata aku tidak salah pilih menantu, hahahaha" ucap papi harri disela tawanya.
"Papi tidak marah, Rafa merahasiakan dari papi? Rafa hanya mengatakan king corporation adalah perusahaan Rafa" tanya Rafa sedikit takut.
"kenapa papi marah, itu hak kamu mau merahasiakan atau tidak, papi pikir kamu hanya pemilik king corporation tapi ternyata kamu pemilik A.R corporation juga, kau harus mau kerja sama dengan perusahaan papi, hahahaa" goda papi harri.
Rafa mengangguk cepat, "papi tenang aja, Rafa akan memberikan nomor asisten Rafa, dia yang akan mengurus hubungan kerja sama kita pi" ucap Rafa.
"Hahaha papi tunggu kerja samanya menantu" seru papi harri, "dan soal orang tuamu, jangan terlalu kamu pikirkan, biarkan anak muda itu yang berusaha mencari cara sendiri" ucap papi harti lagi.
...🌜🌥🌥🌥🌥🌛...