Unplanned Wedding

Unplanned Wedding
224. Kecelakaan



Gavin menggelengkan kepalanya, “belum, belum semuanya, masih ada satu lagi” pekik Gavin. Mata gavin menatap Cessa yang berada di belakang Rafa.


“GAVIN! PAPA TIDAK MENYANGKA KAMU BISA SEJAHAT INI! CESSA BUKAN LAH HARTA KEKAYAAN PAPA!” bentak papa ali, pria itu sepertinya sudah mulai murka dengan sikap dari Gavin.


“Pa tenang pa, nanti darah tinggi papa kambuh, tenang pa” mama reta berusaha mengelus lengan suaminya itu untuk meredam kemarahan papa Ali.


“pa sebaiknya kita pergi sekarang” putus Rafa, dia juga mau mengamuk tapi dia berusaha meredamnya, ada cessa di sini, dia tidak mau cessa melihat sisi gelapnya.


Papa ali dan mama reta keluar sambil menyeret koper mereka.


“Tunggu dulu, papa dan mama tidak berhak membawa koper-koper itu, itu adalah milikku” tahan gavin pada kedua orang tua nya.


Papa Ali dan mama reta langsung melepaskan tangannya dari koper itu dan berjalan melewati Gavin, diikuti rafa dan cessa.


“Kyaa!” cessa berteriak karena tangannya tiba-tiba ditahan Gavin.


“kau juga milikku, kau tidak boleh kemanapun” ucap Gavin dengan senyum menjijikkan pada cessa.


‘BUK BUK BUK’ Rafa sudah tidak dapat menahan kemarahannya lagi, langsung menghantamkan pukulan keras pada wajah gavin bukan hanya itu dia juga menghantam kan tinjunya pada perut gavin.


“kau bukan manusia! Kau iblis! Ingat semua perbuatan mu akan mendapat balasan!” maki rafa sambil meludah di sebelah gavin. Dai langsung menarik tangan cessa dan membawanya dengan cepat menuju mobil.


“bro lo kenapa?” tanya xelo heran dengan wajah mengerikan Rafa.


“naik saja nanti gue cerita di jalan” ucap rafa ketus.


“kalau gitu gue duluan fa” fajri memang membawa mobilnya sendiri, jadi dia memilih berpisah dari rafa dan yang lainnya.


.


“Sekarang juga ambil semua saham kita, dan bocorkan semua data perusahaan papa!” perintah rafa pada Xelo, pria itu sudah tidak dapat memberikan keringanan lagi pada Gavin.


“sekarang?” tanya Xelo yang masih menjalankan mobil.


“Iya apa lagi!” bentak rafa, ini pertama kalinya dia se marah itu.


“yang udah dong, jangan marah-marah, itu abang masih nyetir, kita ke rumah aja dulu ya, tenangin diri kamu” bujuk cessa.


Rafa menoleh pada istrinya yang duduk bersebelahan, pria itu langsung memeluk cessa dan menghirup aroma tubuh cessa, itu adalah penawarnya untuk menjadi tenang.


“sabar ya, masak papi nya Quin gak bisa tahan emosi ?” ucap cessa dengan lembut, gadis itu berusaha mengelus punggung suaminya agar bisa tenang.


Papa ali yang melihat interaksi Xelo dengan rafa akhirnya mengerti ternyata Xelo adalah bawahan dari rafa, tampak yang menyetir adalah xelo, bahkan Rafa bisa memerintah pria itu.


...🌜🌧🌧🌧🌧🌛...


Gavin tampak tertawa senang, dia menjadi kaya, pria itu langsung mengadakan pesta di salah satu club yang sangat besar, dia mengundang semua teman-temannya.


“hebat bro, jadi perusahaan itu sekarang milikmu?” puji salah satu teman gavin.


“tentu saja, akulah pemiliknya sekarang, aku bisa menjual perusahaan itu dan membuat perusahaan lain” pekik gavin.


“Wahh kalau gitu bantu perusahan gue dong bro lagi butuh tambahan dana nih” ucap teman gavin itu.


“ohh tentu, sebentar” baru saja Gavin hendak mengeluarkan ponselnya, ponsel itu berdering nyaring.


“tuan muda maaf perusahaan AR corporation menarik semua investasi mereka dan semua pemegang saham juga ikutan menarik saham mereka dari perusahaan” pekik asisten Gavin, dia memang sudah diberi tahu jika pemilik perusahan berubah, karena sempai menelpon papa ali tadi.


“Apa?!” teriak Gavin tidak percaya.


“ya tuan, semua saham dari luar di tarik kembali, dan data perusahaan kita bocor ke media, sekarang perusahaan sedang menanggung rugi milyaran rupiah tuan” ucap asisten itu panik.


“F*CK YOU!” Gavin membanting ponselnya dengan kesal kearah lantai membuat semua orang kini menatapnya dengan pandangan bertanya.


“ada apa bro?” tanya sahabat gavin.


“anak sialan itu telah membuat perusahaan AR Corporation menarik dananya dariku! Dan sekarang perusahaan ku kebobolan oleh hacker!”


Egi yang ada disitu tertawa keras melihat wajah gavin yang tiba-tiba kusut, “apa aku bilang! Saudaramu itu bukan orang biasa! Sudah berapa kali aku ingin menyabotase mobil dan motor keluarganya tetap selalu selamat, sepertinya banyak rahasia yang tidak kau ketahui” ledek Egi.


Pria itu memang sudah tidak ikut campur lagi dengan urusan Rafa dan cessa, dia tau pria bernama Rafa bukanlah pria biasa, dia saja sampai harus bersembunyi di hutan untuk melindungi dirinya dari kejaran polisi.


“Aku sewa pasukan mu untuk menyerang rumah mertuanya! Kita hancurkan juga malam ini!” pekik gavin kesal.


“mana bisa, paling tidak besok baru bisa, karena sekarang anak buah ku terpencar-pencar” kekeh Egi.


“AKHHH sial!” umpat gavin dia mengambil kunci mobilnya dengan sempoyongan pria itu berjalan menuju mobil, dia sudah dalam tahap mabuk karena tadi sempat minum beberapa botol.


“hahahha kabur dia!” teriak Egi, bukannya menahan sahabatnya yang sempoyongan Egi malah meneriaki pria itu.


.


“Sial!” pekik Gavin kesal, dia memukul stir mobilnya dengan keras, mobil itu semakin lama semakin laju karena emosi dan kemarahan Gavin jadi melampiaskan pada jalanan.


Berkali-kali pria itu mengumpat dan memaki Rafa, padahal dia sedang bersenang-senang, tapi harus bangkrut secara mendadak, gavin sama sekali tidak tau tentang perusahaan yang dimiliki Rafa, karena jika dia tau, dia pasti akan meminta perusahaan itu karena menganggap itu semua karena uang dari papa ali Rafa bisa mendirikan perusahaan itu, dan sudah pasti pria itu akan semakin murka.


‘CKKITTTT BRAK’ tanpa bisa dihindari Gavin menabrak seorang pengendara motor karena dia dalam kondisi mabuk, sudah pasti jalan mobilnya tidak bisa dia atur, kecelakaan besar itu terjadi dan mobil gavin berputar-putar hingga gavin terlempar dari dalam mobil karena tidak menggunakan sabuk pengaman. Tubuh itu tergeletak dipinggir jalan dengan darah yang bersimbah di seluruh tubuhnya.


Tidak lama setelah itu gavin dibawa menuju rumah sakit karena dia masih bisa bernafas.


.


“bagaimana? Apa keluarga pasien mengangkat telepon?” teriak dokter karena dia butuh persetujuan keluarga pasien untuk menjalankan operasi pada Gavin.


“Tidak dok, nomor telepon kedua orang tuanya sedang diluar jangkauan” jawab suster yang bertugas untuk menghubungi keluarga pasien.


“coba lihat kontak siapa saja! Kita harus menjalani operasi secepatnya!” teriak sang dokter.


Secara acak suster itu menelpon orang yang ada di ponsel itu.


“kenapa kau menelpon ku lagi?” suara seorang wanita dari sebrang telepon.


“maaf, nona saya dari rumah sakit XX, bisakah nona memberitahu keluarga tuan Gavin untuk segera ke rumah sakit, karena saat ini dia mengalami kecelakaan dan harus ditangani dokter” ucap suster itu, dia lega ternyata ada yang mau mengangkat teleponnya.


“lakukan saja operasinya aku akan menghubungi keluarganya” ucap wanita dari sebrang telepon.


“baik nyonya” jawab si suster, dia lalu mematikan ponsel itu dan tertera nama ‘mantan istri’ pada layar ponsel yang baru saja mati.


...🌜⛈️⛈️⛈️⛈️🌛...