
“Ellen!” panggil Nita saat Ellena melintas di depannya, sejak tadi Nita memang menunggu kedatangan Ellena.
Ellen menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah panggilan Nita. “ada apa Nit?” tanya ellen lembut.
“Bisakah kita bicara berdua saja sebentar?” pinta Nita.
Ellen menganggukkan kepala, dan mengikuti kemana Nita membawanya. Nita membawa Ellen menuju dapur, karena saat ini tidak ada orang di sana, soalnya ibu nita sedang berkebun sebentar.
“Ellen aku boleh minta tolong gak?” pinta Nita langsung pada pokok masalah.
Kening Ellena berkerut, “minta tolong apa?”
“Len kamu kan sahabat aku, boleh gak aku ikut kamu ke kota, aku numpang tinggal sama kamu beberapa saat saja sebelum aku dapat kerjaan di kota, atau selama menunggu mencari kerja aku berkerja sebagai pembantu di rumahmu, kamu kan sudah menikah” Nita menyampaikan semua maksud hatinya secara lancar dan tidak terhambat apapun.
Pandangan Ellena langsung berubah sendu, “bukan aku gak mau Nit, tapi aku tidak tinggal di rumah, aku tinggal di apartemen bersama suamiku, dan hanya ada satu buah kamar disana, kamar satu lagi dijadikan tempat kerja suamiku, jadi aku gak punya tempat untukmu menginap” jelas Ellena dengan nada selembut mungkin agar sahabat kecilnya itu tidak tersinggung.
Nita langsung berubah emosi, “kalau gitu bisa gak kamu bantu aku buat kerja di rumah tuan dan nyonya bagaskara, mereka kan orang tua angkatmu” Nita sudah tampak menghilangkan rasa malunya, dia sama sekali tidak segan segan meminta hal yang tidak mungkin Ellena lakukan.
“maaf Nit aku gak bisa, kalau kamu mau bekerja untuk menjadi sukses, sebaiknya kamu kembangkan perkebunan keluargamu hingga bisa menghasilkan uang berjuta-juta” nasehat Ellena dengan nada lembut.
“Kamu sebenarnya sahabat atau bukan sih ? seharusnya kamu membantuku agar bisa menjadi sukses sepertimu, kamu tidak memberi bantuan apapun padaku, jangan sombong mentang-mentang nikah dengan pria kaya raya, aku juga bisa sepertimu jika aku menikah dengan pria kaya raya!” amuk Nita.
“kalau bisa silahkan lakukan” suara intrupsi itu membuat Nita menjadi tegang. “jangan hanya menyalahkan Ellen, hanya teman tapi berlagak seperti seperti seorang saudara” sambung orang itu lagi.
“kak Queen” panggil Ellena pada orang yang mengintrupsi pembicaraan nita dan Ellena.
“Iya sayang” jawab Queen dengan lembut pada Ellena, tapi wajahnya berubah serius saat menatap Nita, “jangan harap bisa menggoda para pria bagaskara, mereka ditakdirkan buta dengan wanita lain, tidak akan tergoda mau se sexy dan se cantik apapun kamu, Rafa sudah terlalu buta dengan istrinya yang sedang hamil, prince yang kamu panggil abang itu, sudah tergila-gila sama istrinya, walau dia bersikap baik itu hanya sekedar sapaan karena prince segan dengan kedua orang tuamu yang bekerja bersamanya, Xelo? Dia sudah punya istri dan terlalu buta dengan wanita lain, dan suamiku, sudah sibuk dengan istri dan ke empat anak anaknya, jadi percuma kamu berkerja dengan keluarga bagaskara, tanpa busanapun kamu di depan mereka, mereka tidak akan napsu melihatmu mereka sudah punya makanan khusus, jangan sok kepedean cantik, mau kamu suntik putih atau amplas tubuh kamu, tidak akan bisa mengalahkan perawatan wanita bagaskara, tanpa make up saja semua wanita bagaskara mampu memukau siapa saja, jangan sok jadi gadis desa paling cantik, kamu gak ada apa-apanya dibanding ellena” ungkap Queen. Dia memang sengaja berkata kasar karena sudah capek melihat tingkah Nita yang sok cantik di depan para pria.
Bukan Queen tidak tau, dia mengetahuinya, dan tau sekali Nita sangat terobsesi dengan pria kaya dan tampan.
“Dan kata ellena itu memang benar, jika kamu mau sukses, kembangkan usaha perkebunanmu, jangan malah kerja di kota, yang ada bukannya kerja yang halal kamu malah menjual tubuhmu agar bisa mendapatkan uang, di kota mana bisa bekerja hanya dengan ijazah SMA, atau niatmu bukan bekerja tapi menggoda suami sahabatmu?” sindir Queen sekali lagi.
Nita kesal tapi dia tidak bisa membalas apapun karena memang benar yang dikatakan Queen dia berniat menggoda Xelo atau pria lain agar dia bisa menikah dan mendapatkan pria kaya raya. Setelah menatap Queen dengan wajah marah Nita berbalik meninggalkan Queen dan Ellena.
“yaahh pergi berarti yang gue bilang emang benarkan!” seru Queen.
Tapi Nita sudah menghilang karena gadis itu berlari.
“iya kak, ellen hanya gak nyangka Nita bisa seperti itu” jawab Ellena lesu.
“kan sudah kakak bilang kekayaan akan membutakan siapa saja, kita harus selalu waspada, tapi tidak boleh mengekang suami kita, jangan sedih gitu, kita kesini liburan bukan buat sedih, teman toxic seperti itu tidak perlu dijadikan teman, masih banyak teman yang lainnya” ujar Queen kembali menghibur Ellena.
Ellena menganggukkan kepala mengerti, “tapi ngomong-ngomong kenapa kakak bisa ada di sini?” tanya Ellena bingung.
‘plak’ Queen menepuk keningnya sendiri, “ya ampun gara-gara wanita tadi kakak sampai lupa, darel dan farel pengen dibuatkan stroberry latte, mereka pasti mengamuk karena lama” pekik Queen.
Ellena tertawa melihat Queen yang panik sambil membuka kulkas dan mengambil buah stroberry yang tadi pagi di petik oleh kedua putranya.
“ellen bantu ya kak”
“gak usah sana main sama Cessa dan devi di taman” tolak Queen.
“gak apa biar cepat selesai kak”.
“ya udah tolong panaskan susu ya len” queen akhirnya mengalah membiarkan Ellena membantunya.
“Mommy! Mana minuman abang?” Darel yang tidak sabaran akhirnya turun kebawah.
Queen dan Ellena saling bertatapan lalu tertawa pelan, “bentar lagi siap sayang, sana main sama auntie dulu”perintah Queen.
“baiklah~” jawab darel lesu.
Queen geleng-geleng kepala melihat putranya itu, sejak diperkenalkan dengan minuman baru itu kedua putranya sampai tidak suka minum susu kalau tidak ada campuran stroberry dalam minuman mereka, dan kedua putranya jadi suka mengemil buah sejak kenal dengan perkebunan papi harry dan mami dona.
“Si kembar suka banget sama buah ya kak” komentar Ellena sambil mengecilkan api kompor.
“Dulu gak seperti ini len, dulu paling payah disuruh makan buah sama sayuran, entah kenapa sekarang laju banget makan sayuran bahkan buah-buahan” balas Queen.
“itu tandanya mau cepat besar kak, bagus loh si kembar lancar makan buah dan sayur kan sehat” balas ellena.
“iya bagus, Cuma masalahnya dia hanya mau makan buah dan sayur yang ditanam di kebun kita saja, buah organik dan sayuran organik, untung papi dan mami harry juga punya kebun kecil di rumah, kalau enggak bisa susah buat cari sayuran keinginan mereka, pemilih banget” omel queen sambil tertawa pelan.
...🌜❄❄❄❄🌛...